PDFJoiner Aplikasi untuk Menggabungkan Dokumen PDF secara Online dan Gratis

1 komentar
PDFJoiner:


Halo!
Saya masih sibuk ngurusin syarat administrasi untuk mengikuti seleksi Olimpiade (OGN) 2018. Ternyata eh ternyata, filenya harus dalam bentuk PDF. Alhasil, harus di-scan terlebih dahulu dan disimpan ke dalam bentuk dokumen PDF. Caranya? Boleh pakai printer yange bisa scanning, boleh juga pakai aplikasi smartphone.

Nah, saya sudah coba nih pakai scanning printer kebenaran di sekolah ada, jadi numpang scan. Hehehe... Sesuai berkas administrasi yang diminta ada 4 file: surat pernyataan, surat keterangan telah mengikuti UKG, surat keterangan sedang tidak bertugas sebagai kepala sekolah, dan surat izin mengikuti OGN.

Ternyata dan kenyataannya lagi, 4 file tersebut harusnya dijadikan dalam satu file bentuk PDF bukan terpisah 4 PDF. Jadi, sudah saya coba dengan adobe reader biar bisa nyatuin filenya ternyata (lagi) harus upgrade Adobe ke premium. Biayanya lumayan lagi, 200K/bulan. 

Akhirnya, googling  cara menyatukan file yang harusnya bersatu ini. Taraaa... Ketemu deh caranya, pakai PDFJoiner. Aplikasi edit file PDF secara online ini gampang banget makenya.
Caranya:

  1. Pastikan laptop terkoneksi ke internet dan file PDF yang mau disatukan sudah tersimpan di laptop
  2. Buka laman PDFJoiner,
  3. Drag and drop file PDF yang masih terpisah ke dalam kolom bertanda drop here
  4. Susun urutan file sesuai dengan kebutuhan
  5. Kalau sudah, klik combine PDF dan 
  6. Download sebagai satu file utuh
  7. Beri nama file sesuai dengan isi PDF-nya, misal: Berkas administrasi OGN 2018 Dwi Apura Meity


Nah, gampang kan? Selanjutnya tinggal daftar OGN dan upload ke akun masing-masing di www.kesharlindungdikdas.id. Kalau kamu ada cara lainnya boleh juga loh share di kolom komentar.

Cara daftar OGN-nya nantikan di postingan berikutnya, ya? 😉

Rumah Juara: Aplikasi Belajar Anak Masa Kini

19 komentar

Selamat Tinggal Cara Belajar Lama, Selamat Datang Gaya Belajar Baru.

Rasanya perkembangan teknologi dan pertukaran informasi sangat cepat terjadi di era sekarang. Belum lagi dengan adanya sosial media dan internet. Kita semakin cepat mendapatkan informasi yang ingin kita cari. Tidak hanya para pekerja dan orangtua saja yang kemudian mengandalkan kemajuan teknologi ini. Anak masa kini, atau yang sering kita sebut dengan generasi Z turut memanfaatkan hadirnya teknologi.

Sangat berbeda dengan era di mana teknologi belum secanggih sekarang. Untuk membeli dan mendapatkan gadget, biasanya harus melalui menabung, meraih prestasi, atau saat usia sudah cukup remaja. Namun berbeda dengan sekarang. Beberapa perusahan besar pembuat gadgetjustru tengah menyasar pasar anak generasi Z. Mengapa? Ya, karena suka tidak suka, pengguna internet kita semakin meningkat, khususnya pengguna internet pada usia di bawah 17 tahun.

Hadirnya internet pun memberi warna di kehidupan kita. Ada yang kecanduan dan membuat lupa berinteraksi dengan lingkungan sekitar, bahkan yang baru-baru ini, kecanduan gadget mengganggu kejiwaan. Seburuk itukah kehadiran gadget?


Sebagai orangtua, tentu kita sangat takut akan dampak negatif gadget. Tapi mau bagaimanapun, anak sangat sulit dijauhkan dari gadget. Lalu, bagaimana caranya ya?

Dari beberapa referensi yang saya dapatkan di internet, kehadiran teknologi tidak dapat dijauhkan dari manusia. Karena bagaimanapun, manusia modern telah bergantung banyak kepada teknologi khususnya gadget dalam urusan mendapatkan informasi, menunjang pekerjaan, dan fungsi utamanya sebagai komunikasi. Adapun yang harus dicegah dari salahnya penggunaan gadget adalah memanfaatkannya untuk kejahatan maupun kriminal, dan aktivitas lainnya yang mengganggu kehidupan sosial kita.

Hal ini juga yang kemudian ditangkap baik oleh pendidikan kita. Di mana beberapa sekolah, sudah memasukkan muatan lokal mata pelajaran TIK untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas. Begitu pula di sekolah dasar. Komputer sudah mulai dikenalkan kepada siswa SD.

Untungnya, kemajuan teknologi ini juga diikuti dengan adanya aplikasi belajar yang menyenangkan untuk anak. Salah satunya adalah Rumah Juara.



Aplikasi Rumah Juara didesain menjadi media interaktif yang menyenangkan untuk guru dan anak. Tak hanya itu, di Rumah Juara juga tersedia beberapa game yang saya lihat memang dikhususkan untuk mengasah kemampuan anak sesuai dengan tingkat kelasnya. Seperti permainan menghitung, dan melakukan percobaan/ peragaan.

Aplikasi yang sudah digunakan di 33 provinsi ini ternyata juga menggunakan acuan kurikulum nasional yang dikeluarkan oleh pemerintah, yaitu Kurikulum 2013 (K13). Jadi, para orangtua yang menyekolahkan anaknya di sekolah negeri tidak perlu khawatir lagi jika anaknya belajar menggunakan Rumah Juara. Beberapa fitur menarik yang wajib dicoba adalah media interaktif, bank soal, dan ebook.





Memanfaatkan teknologi untuk mendidik anak di rumah, mengapa tidak? Saya mencoba mengunduh aplikasi Rumah Juara untuk menjadi teman belajar anak saya di rumah. Meskipun anak saya masih usia TK, namun Anak saya tertarik untuk belajar menggunakan aplikasi ini karena media interaktif di dalamnya berisi banyak video animasi, game, dan audio yang memang saya butuhkan untuk mengasah keterampilannya dan meningkatkan pengetahuannya.

Urusan mengajar di rumah semakin mudah. Saya bisa memantau dan mendampingi anak saat belajar. Kuota internet yang ada pun akhirnya tidak percuma. Anak bisa memaksimalkan penggunaan gadget untuk kepentingan belajar.

Oh ya, bagi orangtua yang memiliki profesi sebagai guru. Di Rumah Juara juga disediakan kolom kontribusi. Di sini, para guru SD dapat mengirimkan karyanya dalam bentuk soal, game, video, audio, maupun mengajak guru/ orangtua bergabung bersama Rumah Juara. Apa benefitnya? Setiap 5.000 poin yang sudah terkumpul, dapat ditukarkan dengan hadiah gadget. Wow, menarik sekali ya! Program ini berlaku mulai Maret hingga Juni 2018. Yuk, buruan mendaftar dan unduh aplikasinya melalui PlayStore!



Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2018: Daftar dan Seleksi Awal secara Online

7 komentar


OGN 2018 - Salam Guru!

Tak terasa sudah tahun 2018 ya dan event Olimpiade Guru Nasional (OGN) tahun 2018 akan segera dimulai, loh. Sebagaimana yang telah diketahui dari tahun sebelumnya, bahwa seleksi OGN ini melalui tiga tahap. yaitu: 
1. Seleksi tingkat kota/kabupaten
2. Seleksi tingkat provinsi
3. Seleksi tingkat nasional
Untuk tahun 2018, seleksi OGN 2018 tingkat kota/kabupaten dilaksanakan secara online. Saat ini sudah mulai dibuka pendaftaran bagi guru SD/SMP yang berminat mengikuti kegiatan ini dari tanggal 27 Februari sampai dengan tanggal 9 Maret 2018.


Berdasarkan Surat Informasi Penyelenggaran OGN 2018, berikut ini mekanisme seleksi, persyaratan peserta, dan bidang yang dilombakan:

1. Mekanisme Seleksi

  • Pada tingkat kabupaten/kota seleksi administratif dan akademik secara daring (online).
  • Pada tingkat provinsi seleksi dilakukan melalui tes tertulis dengan bentuk pilihan jamak (multiple choice) dan isian singkat/esai/ mengarang.
  • Perangkat tes disiapkan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar.
  • Pada tingkat nasional seleksi terdiri atas: 1) tes tertulis, 2) eksperimen/eksplorasi/unjuk kerja, 3) makalah dan presentasi .
  • Materi seleksi dan perangkat tes tingkat provinsi dan nasional disiapkan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar

2. Persyaratan Peserta


  • Guru kelas SD dan rnapel Sl\1P yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), guru bukan PNS di sekolah negeri yang memiliki Surat Keputusan (SK) dari pemerintah daerah, guru yang memiliki SK sebagai Guru Tetap Yayasan (GTY) dengan masa kerja sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun berturut-turut.
  • Mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
  • Sudah memiliki nilai tes awal Uj i Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015/20I6/2017.
  • Tidak sedang ditugasi sebagai kepala sekolah atau sedang dalam proses pengangkatan sebagai kepala sekolah atau sedang dalam transisi alih tugas ke unit kerja lainnya.
  • Belum pernah meraih rnedali OSNG dan OGN dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.
  • Memiliki kualifikasi akadernik minimal Sarjana (S1)/D-JV.
  • Guru SMP hanya dapat rnengikuti lornba pada mata pelajaran yang sarna dengan rnata pelajaran yang diampunya (melarnpirkan Data Pokok Pendidik/DAPODIK)
  • Merniliki surat izin dari kepala sekolah.

3. Bidang yang dilombakan:

a. Guru kelas SD
b. Guru SMP meliputi mata pelajaran:
1) Matematika
2) IPA
3) IPS
4) Bahasa Indonesia
5) Bahasa Inggris


Jadi, untuk mengikuti OGN 2018, guru diwajibkan memiliki Nomor Urut  Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) karena diperlukan saat login dan mendaftar di website www.kesharlindungdikdas.id

Berdasarkan persyaratan peserta di atas juga, artinya calon peserta harus melengkapi berkas administratif berupa surat pernyataan dan surat keterangan. Silakan unduh berkas di halaman web www.kesharlindungdikdas.id atau klik link berikut ini Berkas Administrasi OGN 2018.

Demikian informasi menngenai Olimpiade Guru Nasional 2018, nantikan tulisan selanjutnya mengenai cara mendaftar OGN 2018 secara online ya. Soalnya saya masih menyiapkan berkas administrasinya. :)

MindMaple, Aplikasi Mudah untuk Membuat Mind Map

23 komentar


MindMaple - Halo, suka bingung saat diminta membuat mind map? Mind Map atau grafik peta pikiran ini kadang juga berfungsi untuk membuat struktur organisasi, loh. Sudah pernah coba bikin chart organization di Microsoft Word? Sulit bin pusing kan? Nah, makanya kamu sebaiknya instal aplikasi MindMaple ini di laptop kamu biar kerjaan kamu makin mudah.

Cara Instal

Untuk menginstal aplikasi ini mudah sekali, setelah komputer kamu terkoneksi ke internet tinggal buka browser dan akses mesin pencari, seperti Google. Kemudian ketik "download mindmaple." Tenang aja, downloadnya ada yang gratis kok dan bukan software bajakan ya. Namun, versi premiumnya juga ada.

Setelah terunduh, untuk menginstal tinggal klik run, ikuti petunjuk dan tunggu hingga proses selesai. Mudah ya?

icon_sub_2_10

Cara Menggunakan Mindmaple

Setelah terinstal di komputer kamu, saatnya kita coba bikin mind map! Untuk menggunakan aplikasi ini, tinggal double click icon shortcut Mindmaple di desktop  atau melalui menu start kemudian pilih Mindmaple. Setelah itu, kamu bisa pilih bentuk mind map yang sudah tersedia atau membuat sendiri bentuk yang diinginkan.

Mudahnya, aplikasi ini akan secara otomatis memperbesar atau memperkecil ukuran callout dan membuat garis hubung sendiri. Menambah dan menghapus grafik juga tinggal add dan delete aja. Simple dan tentunya menyenangkan.

Nah, ini contoh mind map yang sudah saya buat, berupa jadwal ngeblog 😁



Yuk, coba bikin mind map versi kamu!

RPP K13 Bahasa Inggris SMP Kelas VII Chapter 6 "We Love What We Do"

1 komentar


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Sekolah    : SMPN  Kota Bengkulu
Mata Pelajaran    : Bahasa Inggris
Kelas/ Semester    : VII/ II
Materi Pokok    : Memberi dan meminta informasi terkait dengan tingkah  laku/tindakan/fungsi orang, binatang, benda
Alokasi Waktu    : 2 x 40 menit

A. Kompetensi Inti
KI-1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI-2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI-3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI-4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Kompetensi Dasar
3.6 Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan  teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan  memberi dan meminta informasi terkait dengan tingkah laku/tindakan/fungsi orang, binatang, benda, sesuai dengan konteks penggunaannya. (Perhatikan unsur kebahasaan kalimat declarative, interogative, simple present tense)
4.6 Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan  memberi dan meminta informasi terkait tingkah laku/tindakan/fungsi orang, binatang, dan benda, dengan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks
2. Indikator Pencapaian Kompetensi
Mengidentifikasi fungsi sosial interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan  memberi dan meminta informasi terkait dengan tingkah laku/tindakan/fungsi orang, binatang, benda, sesuai dengan konteks penggunaannya.
Mengidentifikasi struktur teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan  memberi dan meminta informasi terkait dengan tingkah laku/tindakan/fungsi orang, binatang, benda, sesuai dengan konteks penggunaannya.
Mengidentifikasi unsur kebahasaaan interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan  memberi dan meminta informasi terkait dengan tingkah laku/tindakan/fungsi orang, binatang, benda, sesuai dengan konteks penggunaannya.
Menyusun teks interaksi transaksional lisan sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan  memberi dan meminta informasi terkait tingkah laku/tindakan/fungsi orang, binatang, dan benda, dengan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat:
Menentukan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan
Mengidentifikasi nama pekerjaan
Memasangkan nama pekerjaan dengan fungsi

D. Materi Pembelajaran

       Materi Pembelajaran reguler

Fungsi Sosial : Mendeskripsikan jenis pekerjaan

Struktur Teks
The simple Present Tense

Unsur Kebahasaan:
Pengunaan To be
Kata Tanya (what, where,)
Pengunaan kata ganti she, he
Pengunaan kata in, at

E. Metode Pembelajaran
Metode Pendekatan saintifik ( scientific Approach)

F. Media dan Bahan
Media: gambar-gambar jenis pekerjaan

G. Sumber Belajar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Bahasa Inggris, When English rings the bell/ Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.- Edisi Revisi Jakarta:  Hal.127-148.


H. Langkah-langkah Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
Guru memberi salam (greeting)
Guru memeriksa kehadiran peserta didik
Guru menyiapkan  peserta  didik  secara  psikis  dan  fisik  untuk  mengikuti proses   pembelajaran
Guru mengajukan pertanyaan tentang kaitan antara pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
Guru menjelaskan tujuan  pembelajaran  atau  kompetensi  dasar  yang  akan dicapai

Kegiatan Inti (60 menit)
Mengamati
Guru mengajak peserta didik untuk mengamati gambar jenis perkerjaan
Guru meminta peserta didik mengidentifikasikan jenis pekerjaan pada gambar
Guru meminta peserta didik berdialog tentang fungsi dari pekerjaan, sesuai dengan jenis pekerjaaan

Menanya
Guru meminta peserta didik menyebutkan kembali pertanyaan dan pernyataan para tokoh tentang  pekerjaan dan tindakan terkait

Mengumpulkan informasi
Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi unsur kebahasaan yang ada didalam dialog percakapan
Guru meminta peserta didik untuk memasangkan jenis  pekerjaan dan  tugasnya
Guru membimbing peserta didik untuk menanyakan pekerjaan orang tua (bapak dan ibu) 5 orang teman sekelas

Mengasosiasi
Guru meminta peserta didik untuk bermain peran menanyakan pekerjaan orang tua (bapak dan ibu) 5 orang teman sekelas

Mengomunikasikan
Guru meminta peserta didik untuk mempresentasikan informasi tentang pekerjaan orang tua (bapak dan ibu) lima orang teman sekelas
         
c.    Kegiatan Penutup  (10 menit)
Peserta didik dengan bimbingan guru membuat simpulan pelajaran
Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
Memberikan tugas individu





I. Penilaian
1. Teknik penilaian
a. Sikap spiritual : observasi dan jurnal

JURNAL PENILAIAN SIKAP

Nama Sekolah      : SMPN 10 Kota Bengkulu
Kelas/ Semester    : VII / 2
Tahun Pelajaran  : 2017/2018

No.
Nama
Peserta Didik
Hari/ Tanggal
Kejadian
Butir Sikap
Tindak Lanjut

1






2






3






4








b. Sikap sosial : observasi dan jurnal

JURNAL PENILAIAN SIKAP

Nama Sekolah      : SMPN 10 Kota Bengkulu
Kelas/ Semester    : VII / 2
Tahun Pelajaran  : 2017/2018

No.
Nama
Peserta Didik
Hari/ Tanggal
Kejadian
Butir Sikap
Tindak Lanjut

1






2






3






4

















Pengetahuan
Soal (terlampir)

Skor
 1 jawaban benar soal skornya       = 20
Jadi nilai =  20 x 5  =  100
Keterampilan
Tugas:
Bermain peran menanyakan pekerjaan orang tua (bapak dan ibu) 5                              
orang teman sekelas
  2.   Mempresentasikan informasi tentang pekerjaan orang tua (bapak dan
 ibu) lima orang teman sekelas

Rubrik Penilaian

No.
Aspek yang Dinilai
Kriteria
Skor 1-4

1.
Pengucapan
(Pronunciation)
Hampir sempurna
4



Ada beberapa kesalahan namun tidak mengganggu makna
3



Ada beberapa kesalahan dan tidak mengganggu makna
2



Banyak kesalahan dan mengganggu makna
1

2.
Intonasi
(Intonation)
Hampir sempurna
4



Ada beberapa kesalahan namun tidak mengganggu makna
3



Ada beberapa kesalahan dan tidak mengganggu makna
2



Banyak kesalahan dan mengganggu makna
1

3.
Kelancaran
(Fluency)
Lancar
4



Cukup lancar
3



Kurang lancar
2



Tidak lancar
1

4.
Ketepatan Makna
(Accuracy)
Tepat
4



Cukup tepat
3



Kurang tepat
2



Tidak tepat
1




2.    Pembelajaran Remedial

Peserta didik yang belum mencapai KKM diberi kegiatan remedial dengan menjelaskan kembali tentang fungsi, struktur, dan unsur kebahasaan serta kosa kata  terkait yang telah dipelajari, kemudian meminta peserta didik untuk mengerjakan kembali soal-soal yang telah direvisi.


3.    Pembelajaran Pengayaan

Peserta didik yang memperoleh nilai diatas KKM diberi pengayaan dengan mengerjakan soal-soal yang berhubungan dengan materi..




Bengkulu,
Mengetahui
Kepala SMPN 10 Kota Bengkulu Guru Mata Pelajaran



______________________________   ______________________
NIP NIP