My 2021 Resolution: Blogging and Having My Future Gadget ASUS ZenBook Flip S UX371

Rabu, 31 Maret 2021



Setiap tahun, saya terbiasa membuat goals atau bahasa kerennya resolusi yang harus diwujudkan. Tentu saja saya tidak menargetkan sesuatu yang terlalu muluk-muluk untuk setiap resolusi yang saya rencanakan.

Kebiasaan menentukan satu mimpi besar tiap tahunnya ini baru fokus saya mulai sejak tahun 2016. Ketika anak pertama saya sudah cukup besar diajak kompromi dan bekerjasama, yaitu saat dia berusia tiga tahun.

Resolusi Tahun 2016 sampai 2018: Traveling Gratis!



Pada rentang 3 tahun ini, Saya kerap memasukan list jalan-jalan gratis ke destinasi impian saya seperti: Bali, Lombok, dan Makassar. Pokoknya target saya, saya harus cari cara untuk bisa pergi ke luar kota tanpa mengeluarkan biaya. Kalau bisa malah dapat uang saku.

Alhamdulillah di tahun tersebut, ada saja rezeki yang saya dapatkan untuk diberangkatkan ke luar kota.

Pada tahun 2016, saya terpilih menjadi salah satu peserta pelatihan Instruktur Nasional Guru Pembelajar untuk Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris di Jakarta. Rasanya senang sekali, sebagai guru dari daerah (Bengkulu) yang masih tergolong belum berpengalaman bisa ditunjuk Dirjen GTK untuk belajar menjadi seorang instruktur. 

Pada tahun 2017, ternyata pelatihan Instruktur Nasional ini berlanjut. Namanya Penyegaran Instruktur Nasional PKB untuk Guru Bahasa Inggris. Saya dan beberapa rekan guru lainnya kembali diundang ke luar kota. Kali ini kami diinapkan di P4TK Penjaskes Parung Bogor.

Sedangkan pada tahun 2018, pada kegiatan Pemantapan Intruktur Nasional PKB saya diundang ke Bandung bersama dua orang guru lainnya. Alhamdulillah di tahun yang sama, tulisan best practice saya bertema: Pemanfaatan Media Sosial untuk Pembelajaran Bahasa Inggris bisa mengantarkan saya untuk mengikuti Seminar Nasional Guru Berprestasi di Jakarta.

Kemudian di akhir tahun 2018, saya mendapatkan email dari UPB UI dan RELO US Embassy, menyatakan saya terpilih sebagai satu dari 100 orang guru se-Indonesia dan Timor Leste untuk mengikuti CAMP SOAR (pelatihan khusus Guru Bahasa Inggris dari kedutaan Amerika) di Bali pada bulan Januari 2019.

Resolusi 2019: Anggota Keluarga Baru

Selepas mengikuti berbagai pelatihan dan mendesiminasikan kembali ilmu yang saya dapat ke rekan guru di kota Bengkulu tempat saya tinggal, suami saya mulai kirim kode pengin adik untuk putri pertama kami. Sebenarnya ikhtiarnya sudah dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja resolusi saya ingin jalan-jalan gratis plus uang saku masih jadi top one di tahun tersebut. (Hehehe)

Saya pikir iya juga yah kapan lagi kan? Anak pertama kami sebentar lagi berusia enam tahun. Usia saya juga sudah masuk 30-an. Lagipula rasanya saya cukup puas jalan-jalan gratisnya. Meskipun belum semua destinasi impian saya bisa dikunjungi, paling tidak saya sudah bisa mengunjungi satu tempat: Bali.

Oke, saya setuju mengurangi aktivitas di luar sana dan fokus program hamil. Yah, saya juga gak muluk-muluk kejar targetnya. Berdasarkan pengalaman hamil anak pertama, saya tahu yang harus saya lakukan yaitu istirahat cukup dan mengatur pola makan. Alhamdulillah di tahun 2019, resolusi punya anak kedua diijabah oleh Allah. Tepat di akhir tahun, anak kedua saya lahir selamat.

Meskipun saat kehamilan sudah memasuki trisemester ketiga saya sempat tergoda memenuhi undangan Dirjen GTK untuk mengikuti Penyegaran Instruktur Nasional PKP di Bali, namun saya urungkan karena kondisi kehamilan. Mungkin kalau belum hamil, saya pasti akan pergi lagi. Hahaha...



Resolusi 2020: Baby, You’re My Everything

Punya anak bayi yang masih merah tentu saja membuat saya menahan hasrat untuk jalan-jalan. Saya asik dengan bayi imut yang menggemaskan. Fokus saya hanya satu, bayi ini harus minum ASI 2 tahun penuh. Jangan seperti kakaknya dulu. 

Iya, sebuah resolusi yang sederhana. Untuk mewujudkannya saya belajar lagi ilmu parenting. Saya membaca berbagai artikel di internet, membeli beberapa buku terkait pola asuh, cara pumping ASI, buku resep MPASI, mengikuti media sosial para dokter anak di Instagram, beli peralatan pompa ASI, dan sebagainya. Pokoknya saya berusaha agar ketika ditinggal kembali bekerja nanti, anak saya tetap minum ASI.

Saya sempat khawatir. Ternyata bayi saya tidak suka ASI Perah. Tidak mau minum ASI dari botol, sendok, ataupun cup feeder. Hal ini bikin saya sempat stress.

Qadarullah, satu minggu sebelum jatah cuti saya habis, kasus pandemi yang terjadi malah mengharuskan saya lebih lama tinggal di rumah. Saya harus mengajar dari rumah.

Sambil mengASIhi saya mengikuti berbagai pelatihan secara daring untuk pembelajaran jarak jauh. Saya mulai mengenal Zoom meeting, Google meet, Microsoft Teams dan berbagai aplikasi online untuk membuat media pembelajaran yang interaktif dan menarik.

Selama tahun ini pula saya merasakan kalau laptop yang saya miliki ini sudah mulai tidak kompatibel digunakan. Seringkali freezing ketika membuka beberapa aplikasi atau tab layar sekaligus. Jika dipakai internetan menunggu loadingnya bisa sambil tidur siang. 

Tambahan lagi kalau saya mulai zoom meeting. Suara saya tidak bisa didengar, speaker dan mic-nya langsung ngadat. Perlu banyak waktu agar bisa beroperasi secara normal.

Awalnya saya kira dikarenakan jaringan internet. Kenyataannya setelah di rumah dipasang WiFi pun masalah ini tidak berkurang sepenuhnya. Terutama jika sedang di tempat kerja dan memakai jaringan WiFi sekolah, terasa banget kalau laptop ini sudah tua.

Laptop teman lainnya keluaran ASUS dengan versi lebih baru, bisa lancar jaya digunakan untuk berselancar di dunia maya dan meeting online. Sementara laptop saya loading terus gak kelar-kelar.

Makanya di tahun 2021, resolusi saya harus punya laptop baru dengan spesifikasi yang mumpuni. Agar bisa dipakai dalam jangka waktu lama.



Resolusi 2021: Memiliki Laptop Impian 

Saya mulai melirik berbagai kesempatan untuk mencari tambahan uang. Tujuannya jelas, punya laptop baru. Saya cukup sadar, mengandalkan gaji guru saja tidak bisa membuat saya memiliki laptop impian. Gaji saya hanya habis untuk biaya makan dan beli keperluan bayi. Sementara gaji suami untuk tagihan lainnya. Kadang satu bulan, kami tidak bisa menabung sama sekali.

Akhirnya saya berpikir, kenapa saya tidak kembali menekuni dunia blogging? Menurut saya ini satu-satunya jalan yang cukup masuk akal bagi diri saya. Setelah bertahun-tahun terbengkalai dan cuma bayar sewa saja, here we go. Let's blogging now!

Mulailah saya menulis kembali artikel-artikel curhatan parenting di blog katapura.com. Baru saja posting dua artikel, saya sudah dapat tawaran kerjasama dengan brand produk suplemen ibu menyusui. Saya seperti dikasih pertanda baik.

Saya pun mencoba menulis kembali di blog kedua, yaitu blog dwiapurameity.com ini. Artikelnya materi mengajar saya untuk kelas daring. Baru menulis beberapa artikel, sudah dapat tawaran dari brand untuk dua blog sekaligus tentang pipa air. 

Wah, saya semakin semangat untuk menulis di blog lagi. 

Terakhir yang bikin saya makin yakin kalau resolusi 2021 untuk mempunyai laptop baru akan terwujud adalah ketika saya memenangkan lomba menulis blog ASUS di bulan Januari 2021.

Targetnya sih dapat satu dari lima hadiah laptopnya, eh ternyata disuruh nabung dulu sebab hanya berhasil menjadi pemenang ke-9. 

Sampai sekarang di bulan ketiga tahun 2021, digitnya makin bertambah. Semua uang hasil menulis blog dan dari media sosial saya satukan di sana. Masih jauh jumlahnya untuk membeli laptop ASUS impian saya.

Laptop impian saya: ASUS ZenBook Flip S UX371

Saat kembali menulis blog, saya makin merasakan betapa tidak efisiennya menggunakan laptop yang lamban. Kebiasaan saya menulis langsung draft di blog secara online rasanya makin bikin putus asa.

Apalagi dibagian editing foto, desain grafis ataupun video untuk review produk. Rasanya pengin menyerah saja. Menambahkan hasil foto, infografis dan video di artikel blog pun butuh effort yang cukup lama. 

Makanya saya lebih sering editing bagian visual ini di ponsel, baru kemudian menambahkannya ke dalam artikel. Kemudian, baru saya akan mengedit caption, URL, alt image, meta description, keyword dan lain sebagainya menggunakan laptop.

Benar-benar tidak efisien. 

Itulah mengapa saya makin mantap untuk memilih ASUS ZenBook Flip S UX371 sebagai laptop impian saya.

Layar Flip 360° yang Tipis dan Ringan dengan Resolusi 4K 

Keunggulannya yang paling saya sukai tentu saja karena laptop ini bisa dilipat 360° seperti layaknya sebuah tablet. Jadi serasa punya dua gadget sekaligus.


Fitur unggulan lainnya yaitu laptop ini memiliki panel layar OLED yang memiliki resolusi 4K. Sebagai tambahan informasi, Layar OLED memiliki level warna hitam yang lebih pekat. Bisanya ukuran layar ini juga sangat tipis dengan bobot yang sangat ringan. Layar OLED juga dikenal hemat energi dan memiliki respon seribu kali lebih cepat dibandingkan LCD.

Tak heran jika berat laptop ini hanya 1,2 kg dengan ketebalan 1,19 cm. Cukup enteng dan slim dimasukkan ke dalam tas kerja saya.

Selain itu, Resolusi 4K memiliki arti penting dalam hal memanjakan mata pengguna laptop ini. Dengan resolusi 4x dari full HD, apabila digunakan untuk menonton film ataupun mengedit foto dan video, akan terasa lebih detail terlihat. Didukung juga dengan screen to body ratio dengan bezel tipis, membuat pandangan jauh lebih luas.

Layar Full Touchscreen Serasi dipasangkan dengan Stylus Pen

Layarnya juga full touchscreen. Maka tidak salah jika ASUS membundling penjualan Laptop ZenBook Flip S UX371 ini dengan stylus pen. Untuk para konten kreator tentu jauh lebih nyaman menyentuh dan menggambar langsung pada layar laptop ini. Saya pun merasa akan sangat memanfaatkan fitur touchscreen dan stylus pen untuk membuat animasi media pembelajaran atau menggunakan laptop ini untuk mengembangkan kreativitas belajar desain grafis di blog.



Backlit dan Ergolift pada Keyboard

Seperti pendahulunya, ASUS ZenBook Flip S UX371 ini juga memiliki keyboard dengan backlit yang sangat berguna jika lampu ruangan redup. Fitur numberpad-nya juga memudahkan saya sebagai guru untuk memasukkan nilai murid yang berjumlah ratusan.

Posisi papan ketik yang ergolift tidak membuat tangan menjadi cepat pegal jika bekerja terlalu lama menggunakan laptop ini.

Fast Responsive

Saya juga memiliki kebiasaan, menjadikan laptop pada posisi sleep. Sebab laptop lama saya memiliki waktu cukup lama untuk standby digunakan dari kondisi mati. Kalau laptop lama saya membutuhkan waktu hampir satu menit, maka ZenBook Flip S UX371 hanya membutuhkan sepersekian detik untuk siap beroperasi kembali.

Ini karena ZenBook Flip S (UX371) hadir sebagai laptop berlabel Intel EVO Platform, yang artinya laptop ini mampu bekerja secara responsif dan memiliki daya tahan baterai yang panjang.

Processor Seri Terbaru dengan Storage NVMe SSD

Berbicara soal isi dalamnya, sudah tidak diragukan lagi.  ASUS ZenBook Flip S UX371 lebih baik dari pendahulunya karena memiliki prosesor terbaru Intel Core i7 Generasi ke-11 dan Grafis Intel Iris Xe untuk memanjakan mata pengguna.

Dilengkapi dengan Windows 10 Home dan memori 16 GB, makin lega dengan storage 1TB M.2 NVMeTM PCIe® 3.0 SSD. Tidak akan ada lagi drama menunggu laptop yang loading hingga ketiduran seperti saya. 

Seperti yang diketahui, laptop dengan penyimpanan SSD akan lebih cepat memroses perintah dibandingkan laptop HDD. Fitur SSD NVMe ini juga merupakan primadona baru dibandingkan tipe SSD lainnya.

SSD NVMe mampu menghubungkan hard drive melalui Port PCIe, yang fungsinya membangun kecepatan data. Bahkan NVMe disebut memiliki kecepatan transfer data lima kali lebih cepat dibandingan SSD SATA, tipe pendahulunya. Artinya SSD NVMe memiliki kecepatan 25 kali lebih baik dibandingkan HDD.

Pre-installed Office 

Selain itu laptop ini sudah dilengkapi pula dengan Office pre-installed. Software yang tentu selalu saya gunakan sehari-harinya untuk menunjang produktivitas kerja saya.

Nah, lengkap sudah ASUS ZenBook Flip S UX371 ini untuk pekerja Work from Home seperti saya yang butuh laptop impian masa kini yang convertible, ringkas, gesit dan powerful.

Seperti klaimnya:

Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.

 

PC modern juga dilengkapi dengan pena digital yang memiliki banyak manfaat. Sentuhan khas tercipta saat Anda membuat sketsa atau coretan pada dokumen dengan pena digital. Penelitian juga menemukan adanya peningkatan kinerja hingga 38% pada pelajar ketika mereka menggunakan pena digital untuk mengerjakan soal-soal sains. Tidak semua ide berupa kalimat, kini saatnya untuk tuangkan inspirasi segera dalam sketsa atau coretan pena digital di PC modern.


Konektivitas Tanpa Batas

ASUS ZenBook Flip S UX371 ini meskipun tipis, memiliki port yang lengkap. Ada dua port Thunderbolt 4 USB Type-C dan juga masih dibekali dengan port HDMI dan USB Type-A. Cukup kompatible dipasangkan dengan alat pendukung lainnya ketika digunakan untuk mengajar atau presentasi. Seperti infocus maupun speaker.



Selain itu yang tak kalah penting. Laptop ini dilengkapi dengan teknologi terbaru, WiFi 6. Ia ditemani dengan fitur WiFi Smart Connect yang membuat pengalaman menggunakan ZenBook Flip S (UX371) semakin mudah dan nyaman.

Sebagai tambahan informasi, Fitur WiFi Smart Connect ini memungkinkan ZenBook Flip S (UX371) untuk dapat mendeteksi sinyal WiFi paling optimal yang bisa ditangkap oleh laptop ini. Dari sana, fitur WiFi Smart Connect dapat menghubungkan ZenBook Flip S (UX371) secara otomatis ke sumber sinyal (router) yang paling optimal sehingga pengguna akan selalu mendapatkan konektivitas terbaik meski sering berpindah tempat. 

Jadi ingat cerita saya sebelumnya di atas, kalau laptop ternyata bisa rebutan WiFi juga. Ternyata teknologi WiFi yang dipasangkan pada laptop itu sungguh memiliki pengaruh yang besar.

Duh, saya makin semangat untuk memiliki laptop ini. 

Kamera Jernih dan Array Microphone 

Lalu bagaimana dengan kamera dan microphonenya?

Kamera pada ASUS ZenBook Flip S (UX371) dilengkapi teknologi bernama IR camera-tuning yang membuat kamera infra merah pada ZenBook Flip S (UX371) dapat menampilkan gambar yang lebih baik. 

Kamera ini juga berguna sebagai fitur keamanan yang didukung oleh fitur Windows Hello, untuk memindai wajah penggunanya secara presisi, bahkan dalam kondisi kurang cahaya. Sistem pemindaian wajah tersebut membuat ZenBook Flip S (UX371) lebih aman karena pengguna tidak perlu lagi mengetikkan password yang bisa saja dilihat oleh orang lain.

Sedangkan untuk microphonenya sendiri, ZenBook Flip S (UX371) dilengkapi dengan array microphone yang didukung oleh teknologi AI Noise Cancelling.
 
AI Noise Cancelling di ZenBook Flip S (UX371) mampu meredam suara bising di latar belakang dan memperjelas suara pengguna yang sedang berada di depan laptop. Cocok nih buat saya yang seringkali bekerja di lingkungan yang berisik, karena ada anak balita yang suka heboh main di rumah.

Jadi tidak perlu lagi khawatir sesi conference call atau zoom meeting saat mengajar dan pelatihan online terganggu.

Bagaimana? Sudah mulai jatuh cinta seperti saya dengan laptop ASUS ZenBook Flip S UX371 ini? 


Agar lebih semangat, sila cek tabel spesifikasi lengkapnya berikut ini:



Benar-benar sebuah laptop impian bukan?


Disclaimer:
Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS ZenBook Flip S (UX371) Blog Writing Competition bersama deddyhuang.com



Post Comment
Posting Komentar

Sila berkomentar dan bertanya 😊 Semua komentar dimoderasi ya

Auto Post Signature

Auto Post  Signature