Tampilkan postingan dengan label Dunia Pelajar. Tampilkan semua postingan

Budaya Positif di Sekolah, Mulai dari Mana?

Tidak ada komentar
Selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 ada banyak hal yang mengubah pandangan dan diri saya. Berikut sedikit ringkasan materi yang dipelajari pada Modul 1. 

Modul 1.1 Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Tujuan pendidikan menurut KHD adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tinginya baik sebagai manusia maupun masyarakat.

Adapun Kodrat Anak adalah potensi diri yang dimiliki oleh seorang anak, seperti potensi berpikir, potensi emosi dan potensi pisik. Oleh karena itu guru harus Menuntun (Among) yaitu memberikan tuntunan agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Sesuai dengan Trilogi Pendidikan: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani yang berarti di depan menjadi teladan, di tengah memberi motivasi, di belakang memberi dorongan.

Maka guru dituntun untuk menyelenggarakan pendidikan yang berpihak pada anak, tujuannya agar menjadi manusia merdeka sehingga pendidikan harus berpihak pada murid agar anak selamat dan bahagia baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak

Pada modul 1.2 ini saya mempelajari tentang nilai dan perang guru penggerak yang diharapkan dapat terwujud. Adapun nilai dan peran guru penggerak terbagi menjadi beberapa poin seperti tertera di bawah ini.

Nilai Guru Penggerak:

  • Berpihak pada murid 
  • Mandiri 
  • Reflektif 
  • Kolaboratif 
  • Inovatif

Peran Guru Penggerak:

  • Menjadi pemimpin pembelajaran 
  • Mewujudkan kepemimpinan murid 
  • Mendorong kolaborasi 
  • Menjadi coach bagi guru lain 
  • Menggerakkan komunitas praktisi

Modul 1.3 Visi Guru Penggerak

Selanjutnya pada Modul 1.3 saya diajak menyusun Visi. Sebagai catatan, visi guru penggerak harus mampu mencerminkan Nilai dan Peran Guru Penggerak dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Profil Pelajar Pancasila

Untuk memudahkan menyusun Visi, saya juga mempelajari mengenai Inkuiri Apresiatif. Inkuiri apresiatif adalah sebuah paradigma sekaligus model manajemen perubahan yang memegang prinsip psikologi positif, serta pendekatan berbasis kekuatan. Untuk mengenali inkuiri apresiatif ini, lebih mudah jika menggunakan bagan BAGJA (Buat pertanyaan - Ambil pelajaran - Gali mimpi - Jabarkan rencana - Atur eksekusi). Sederhananya kita membuat dulu tujuan (visi) yang ingin dicapai, kemudian kita tuliskan hal-hal baik yang sudah ada di sekitar dan bisa kita pelajari, lalu kita rumuskan lagi kira-kira perubahan apa yang akan terjadi jika visi ini terwujud, selanjutnya kita rumuskan rencana apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan, dan yang terakhir adalah melaksanakan semua rencana tersebut.

Modul 1.4 Budaya Positif 

Budaya positif adalah suatu pembiasaan yang bernilai positif, di dalamnya mengandung sejumlah kegiatan yang mampu menumbuhkan karakter murid.

Cakupan Materi Budaya Positif

  • Disiplin positif
  • Teori motivasi
  • Keyakinan kelas
  • Kebutuhan dasar manusia
  • Posisi kontrol
  • Segitiga restitusi
Untuk membentuk Budaya Positif (pembiasaan yang bernilai positif) tentu harus diawali dari disiplin positif. Sebuah istilah di mana disiplin muncul karena berasal dari diri sendiri (motivasi intrinsik). Bukan berasal dari luar, seperti disiplin yang muncul karena takut akan hukuman ataupun haus akan pujian.

Langkah awal yang bisa diterapkan di sekolah untuk membentuk disiplin positif ini dengan menyusun Keyakinan Kelas. Keyakinan kelas dapat disusun dari peraturan-peraturan kelas yang disepakati antara murid dan guru. Kemudian memastikan semua peraturan terdiri dari kalimat positif yang kemudian disarikan menjadi nilai-nilai kebajikan. Sehingga disebut menjadi Keyakinan Kelas.

Dengan adanya keyakinan kelas ini, guru dan murid bisa menjadikannya sebagai panduan dalam melakukan pembiasaan bernilai positif. Sehingga ketika murid melakukan sesuatu di luar nilai kebajikan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya sebagai manusia (kebutuhan bertahan hidup, kasih sayang dan rasa diterima, kebebasan, kesenangan, dan penguasaan). Guru bisa mengambil posisi kontrol yang tepat yakni sebagai Manager.

Sebagai informasi, ada 5 Posisi Kontrol Guru:
  1. Penghukum
  2. Pembuat rasa bersalah
  3. Teman
  4. Pemantau
  5. Manager
Sebagai guru penggerak, diharapkan dapat mengambil posisi sebagai manager atau minimal sebagai pemantau. 

Sebagai langkah pelaksanaannya, bisa melalui penerapan Segitiga Restitusi.
Ada 3 tahapan dalam Segitiga Restitusi:
  1. Menstabilkan identitas
  2. Memvalidasi tindakan yang salah
  3. Menanyakan keyakinan kelas.
Berikut contoh role-play pelaksanaan Segitiga Restitusi yang saya lakukan:

Bagi saya modul 1.4 ini sangat menantang. Dimana semua rencana aksi nyata harus direalisasikan. Selain melakukan role-play pelaksanaan segitiga restitusi, saya juga harus mendiseminasikan materi Budaya Positif ini kepada rekan sejawat di sekolah. 

Berikut ini video diseminasi dan pelaksanaan aksi nyata berupa penyusunan keyakinan kelas yang telah saya terapkan:

Pada kegiatan tersebut, rekan sejawat menyambut secara positif materi ini. Hanya saja untuk menyamakan persepsi mengenai disiplin positif melalui segitiga restitusi dengan mengacu pada keyakinan kelas masih menjadi sebuah tantangan. Namun saya yakin, jika dilakukan secara kolaboratif dan konsisten, budaya positif akan terbentuk.

Sedangkan saat penyusunan keyakinan kelas di kelas 7, respon murid cukup baik. Meskipun dalam pelaksanaannya masih belum sepenuhnya berjalan berdasarkan keyakinan kelas yang disusun.

Cara Mendapatkan Akun Canva for Education

Tidak ada komentar

Saat ini tentu sudah banyak yang kenal dengan Aplikasi Canva. Sebuah platform yang mudah sekali digunakan bahkan bagi seorang desainer pemula. Ya, Canva menyediakan berbagai template yang bisa digunakan membuat infografis, undangan digital, video seingkat, iklan, postingan media sosial, dan sebagainya. 

canva for education
Contoh tampilan beranda akun Canva for Education yang sudah disetujui


Saat ini Canva juga peduli dengan pendidikan loh. Makanya mereka membuat sebuah program yaitu, Canva for Education. Jadi, mereka yang bertugas di ranah pendidikan bisa punya akun Canva for Education secara gratis. Sudah tahu dong kalau akun Canva itu ada yang gratis dan berbayar (premium). Nah, kalau akun Canva for Education ini apa ya?

Keunggulan Akun Canva for Education

  • Gratis
  • Fitur yang ada pada Canva for Education mirip dengan Canva premium
  • Template yang ada lebih spesifik pada pendidikan
  • Bisa membuat kelas online sendiri
  • Bisa ditautkan dengan kelas online yang sudah ada (misalnya google classroom)
  • Bisa mengundang murid untuk bergabung pada akun Canva for Edu

Cara Mendapatkan Akun Canva for Education

Nah, aku sendiri mendapatkan akun Canva for Education ini dari sebuah pelatihan guru. Cara mendapatkannya sebagai berikut:
  • Membuat akun canva baru pada link Canva for Education
  • Klik daftar, lalu isi data yang diminta
  • Untuk unggah dokumen sebagai bukti anda adalah seorang guru, bisa mengunggah scan sertifikat pendidik, kartu NUPTK, atau SK Mengajar
  • Setelah akun dibuat, akun Canva for Education tidak langsung aktif
  • Maka buka pengaturan akun, isi pertanyaan 'Apa tujuan anda menggunakan Canva?' dengan memilih Guru
  • Cek inbox email yang didaftarkan untuk Canva for Education
  • Pada email lihat notifikasi apakah akun anda sudah dalam proses pengajuan Canva for Education
  • Tunggu sekitar 4x24 Jam untuk akun diverivikasi
  • Akan ada pemberitahuan apakah akun anda diterima atau ditolak
  • Jika ditolak, anda bisa mengajukan ulang
  • Jika diterima, selamat anda sudah bisa memanfaatkan fitur pada akun Canva for Education.
Demikianlah cara mendapatkan akun Canva for Education secara gratis. Sampai jumpa di tulisan lainnya.

Novakid: Belajar Online Bahasa Inggris dengan Menyenangkan

24 komentar

Ibu, sudah mulai bernapas lega atau malah khawatir nih ketika tahu sekolah mulai tatap muka terbatas?

Setelah kurang lebih dua tahun anak-anak kita belajar secara daring (online learning), nah sekarang kudu masuk lagi ke sekolah. Tapi masih suasana pandemi. Ih, kok takut kenapa-apa gitu… gimana kalau nanti ketularan virus dari temennya? Kan serem… 


Apa si kecil biarin sekolah online aja ya? Sampai suasananya benar-benar kondusif? Tapi kok belajar online malah bikin ibu narik otot mata dan pita suara terus sih? Duh, jadi orangtua galau nih…


Drama Belajar Online

Pengalaman aku sendiri saat mendampingi anak belajar online di rumah itu memang penuh drama dan kadang air mata dari anaknya.


Mulai dari membangunkan anak dari tidurnya, mempersiapkan diri untuk sekolah online, sarapan dan mandi yang ogah-ogahan. Sampai akhirnya anaknya belajar online tapi belum mandi dan sambil sembunyi-sembunyi ngabisin sarapan. 🤣


Lalu drama selanjutnya lebih menguras tenaga dan air mata. Ketika ketemu oknum guru yang cuma ngasih tugas via chat WhatsApp. 😭

Menangislah… ibunya gak paham, apalagi anaknya. Gimana mau ngerjain tugas? Sama sekali gak dikasih materinya, yah minimal kan kirim video penjelasan gitu. Biar muridnya tidak tersesat jauh. 


Nah, drama semacam inilah yang akhirnya bikin anak malas belajar online. Sebab anak dituntut untuk menghadap layar kotak kecil sambil dengerin gurunya. Sekalinya tunjuk tangan, gak dipilih untuk menjawab.


Sekalinya guru ngasih tugas, tanpa penjelasan. Lalu tugasnya seabrek. Waktu pengumpulan tugasnya juga pendek. Capek.


Anakku sendiri juga sering protes tuh. “Kok ibu atau bapak guru hari ini tidak ada zoom meeting ya? Kan aku jadi kesusahan mengerjakan tugasnya. Mending belajar tatap muka saja di sekolah. Aku bosan sekolah online.”


Duh, memang miris ya kalau bertemu hal-hal seperti ini. Maunya sih walaupun belajar online tapi suasananya tetap berkesan dan menyenangkan seperti di Novakid.



Novakid belajar bahasa Inggris online


Introduction to Novakid Platform

Novakid adalah platform khusus belajar Bahasa Inggris secara online. Tenaga pengajarnya native speaker (penutur asli) dan tutor yang memang sudah fasih berbicara bahasa Inggris dengan sertifikat internasional.


Kelas bahasa Inggris di Novakid diperuntukkan bagi anak usia 4-12 tahun. Dimana program belajarnya menggunakan belajar bahasa Inggris secara penuh. Serta menggunakan metode TPR (Total Physical Response).


Waduh, apa ini TPR? Aku jadi buka materi masa kuliah dulu nih, buat jelasin secara sederhana.


TPR Method in Novakid

Metode TPR ini intinya belajar sambil bergerak melakukan sesuatu. Biasanya menggunakan gestur tubuh untuk berkomunikasi.


Total Physical Response (TPR) adalah metode pengajaran konsep bahasa atau kosa kata dengan menggunakan gerakan fisik untuk bereaksi terhadap input verbal.  Prosesnya meniru cara bayi belajar bahasa pertama mereka, dan itu mengurangi hambatan siswa dan menurunkan stres.  Tujuan TPR adalah untuk menciptakan hubungan otak antara ucapan dan tindakan untuk meningkatkan pembelajaran bahasa dan kosa kata
” 


Aku jadi ingat nih dulu semasa sekolah, guru aku mengajar bahasa Inggris pakai metode ini. Semacam game Simon Says gitu. Jadi, guru menyebutkan perintah menggunakan bahasa Inggris. Lalu murid mengikutinya dengan melakukan gerakan sesuai perintah. 


Kurang lebih sama nih dengan TPR di Novakid, seperti pada video berikut ini:




Wah, kelihatannya seru banget nih belajar bahasa Inggris dengan metode TPR di Novakid. Eh, tadi dibagian akhir video ada menyebutkan sedikit tentang Trial Subscription. Jadi pengin nyobain dulu gak sih kelas belajarnya?

Try A Fun English Class at Novakid

Bisa banget loh… Saat ini sedang ada trial subscription class, dengan harga promo Rp 327.000 sudah dapat 4 kelas. Jadi nanti si kecil bisa merasakan sendiri pengalaman belajar online di Novakid. Menariknya lagi di sini, anak akan belajar one in one native speaker. Satu anak, satu guru. Keuntungannya tentu saja perkembangan belajar anak lebih mudah dipantau dibandingkan belajar dalam kelompok besar. Selain itu waktu belajar yang hanya 25 menit, membuat anak lebih fokus dan merasa happy saat belajar.

Jadwal belajar di Novakid juga fleksibel. Bisa disesuaikan dengan jadwa belajar anak di sekolah. Kelebihan lainnya, murid dan orangtua bisa memilih sendiri guru yang mereka sukai untuk belajar. Wah,menyenangkan sekali ya? Nah, untuk informasi lebih lanjut bisa akses: Website: id.novakidschool.com Instagram: @novakid_id WhatsApp: +6281311319877

Keutamaan dalam Belajar Bahasa Mandarin Terutama di LingoAce

Tidak ada komentar

 Pada zaman yang serba modern sekarang ini, semakin banyak lapangan pekerjaan yang memerlukan karyawan yang bisa berbahasa Mandarin. Untuk itu, latihlah anak-anak untuk belajar bahasa Mandarin dari sekarang agar kemampuannya sudah sempurna saat mereka dewasa.

Anak-anak tersebut bisa mengikuti kursus bahasa Mandarin online di LingoAce. Pengembangan kurikulum menjadi hal yang utama dalam belajar bahasa Mandarin di LingoAce. Itulah sebabnya, pembelajaran di LingoAce lebih efektif, menarik, dan juga autentik dan cocok untuk anak-anak.

kursus bahasa mandarin online

Keutamaan Berbahasa Mandarin di LingoAce

Banyak keutamaan yang akan Anda peroleh apabila menyekolahkan anak Anda di LingoAce supaya mahir berbahasa Mandarin. Guru dan juga pakar kurikulum yang dimiliki oleh LingoAce akan mengembangkan daya pikir si anak, sehingga mereka bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

Suasana belajar yang diciptakan dengan lebih menarik, optimal, nyaman, dan autentik, akan sangat mendukung anak-anak dalam mempelajari bahasa tersebut. LingoAce selalu mengutamakan kenyamanan untuk anak-anak tersebut, demi pencapaian yang lebih mudah.

LingoAce juga berusaha untuk membuat proses belajar online di dalamnya menjadi lebih menarik, untuk anak-anak yang tidak asing dengan pembelajaran digital saat ini. Ruang kelas yang kompeten juga akan mengatasi kendala dalam belajar bahasa Mandarin, supaya menjadi inspirasi bagi mereka.


Kualitas Guru yang Terdapat di LingoAce

Tak hanya keutamaannya saja yang harus Anda pahami, berikut ini kualitas guru yang belajar di LingoAce yang akan mengajar anak Anda:

1. Guru Native dengan Ujian Kemampuan Putonghua yang Sudah Valid
Bahasa Mandarin akan menjadi bahasa Ibu, sehingga para guru native di LingoAce harus sudah mencapai minimal level 2-A di ujian kemampuan putonghoa.

2. Guru yang Telah Berpengalaman
Guru di LingoAce juga sudah terbukti berpengalaman, karena sudah terakreditasi secara internasional dan memiliki sertifikat belajar yang resmi dan berasal dari Kementrian Pendidikan di Negara Cina.
Mereka juga memiliki pengalaman belajar bahasa Mandarin ini lebih dari 3 tahun lamanya. 

3. Memiliki Sertifikat dan Gelar Mandarin
Hal penting lainnya yang juga dimiliki oleh sejumlah tenaga pengajar di LingoAce adalah, telah memiliki gelar sekaligus sertifikat bahasa Mandarin. Bisa berupa gelar sarjana atau bahkan lebih tinggi dari itu.

4. Telah Mengikuti Perkembangan Kurikulum Lokal dan Latar Belakang Budaya Setiap Murid
Para guru juga telah melewati pelatihan yang ketat, dalam mengaplikasikan silabus keluaran terbaru dan sudah terakreditasi secara internasional yang berasal dari Kementrian Pendidikan di Cina.

Seluruh guru di LingoAce sudah fasih dalam berbahasa Mandarin, mereka pun mampu memberikan pengalaman belajar yang imersif untuk seluruh anak-anak yang kursus bahasa Mandarin di LingoAce.

Terbukti juga bahwa para guru yang mengajar di LingoAce berdedikasi tinggi dan memiliki kualitas yang sangat baik dalam mengajar anak-anak bahasa Mandarin. Jadi tunggu apa lagi, segera mendaftar kelas percobaan gratis di LingoAce untuk anak-anak yang ingin mahir berbahasa Mandarin.


Belajar dari Rumah, Sebuah Dilema bagi Pendidikan di Indonesia

22 komentar
Sejak kasus pandemi covid-19 di Indonesia terdeteksi, pemerintah mulai melakukan social distancing atau physical distancing. Dimana masyarakat diwajibkan untuk menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus ini secara masal. Salah satunya dengan membuat peraturan agar sekolah ditutup sementara dan para murid harus belajar dari rumah.

Akhirnya munculah berbagai cara yang dilakukan oleh guru agar kegiatan belajar mengajar tetap terlaksana meskipun jarak berjauhan. Berikut ini beberapa apikasi yang digunakan oleh guru untuk menunjang interaksi dengan siswa saat belajar dari rumah:
1. WhatsApp Grup
2. Zoom
3. Quizziz
4. Kahoot
5. Google classroom
6. Google Form
7. Youtube

Para guru dan murid tentu terbantu dengan catatan memiliki fasilitas serta koneksi internet yang memadai. Bagi guru yang berstatus PNS, mungkin tidak terlalu menjadi kendala. Namun, bagi guru honorer membeli jatah kuota dengan gaji tak seberapa tentu masalah besar yang harus dihadapi.

Betul adanya, bahwa pemerintah katanya memberikan jatah pulsa dari dana BOS untuk mendukung Belajar dari Rumah ini. Namun, kenyataan di daerah saya sendiri, dana tersebut tak kunjung dicairkan. Padahal daerah lain sudah ada yang mendapatkannya.

Tak hanya sebatas itu, guru mesti dihadapkan juga pada kenyataan bahwa tak semua murid memiliki akses internet, khususnya bagi murid kurang mampu. Pengalaman saya yang mengajar selama masa pandemi ini, sulit sekali mengontrol mereka belajar. Saya selalu mengupayakan agar mereka mengirimkan laporan belajarnya setiap hari. Bahkan, di waktu tertentu saya memberikan pulsa gratis bagi murid yang giat belajar dan melaporkan kegiatannya selama di rumah.

Namun, apakah hal ini berjalan baik sepenuhnya? Tidak. Masih saja ada murid yang sama sekali tidak peduli. Bahkan tidak menanggapi sama sekali diskusi ataupun mengirimkan laporan kegiatan belajar di rumah. Maka hal ini menjadi sulit dikontrol, apakah murid tersebut tidak belajar? Belajar tapi tidak mengirim laporan? Dan sebagainya.

Kerjasama dengan orang tua memang sangat diperlukan di masa saat ini. Jika sebelumnya orangtua harus mengontrol belajar anaknya sepulang sekolah saja, maka saat ini menjadi seharian penuh. Bagaimana dengan orangtua yang harus tetap bekerja di luar rumah? Buruh pasar, tukang parkir, nelayan, petani? Tentu sulit bagi mereka untuk mengontrol aktivitas belajar di rumah. Boro-boro ngerti cara menggunakan aplikasi-aplikasi yang saya sebutkan di atas sebelumnya.

Pemerintah sendiri tak tinggal diam sebwnarnya dengan masalah ini. Melalui channel pendidikan di televisi akhirnya dibuatlah siaran untuk murid belajar di rumah. Sebut saja di TVRI mulai dari usia PAUD hingga SMA ditayangkan materi belajarnya. Pertanyaannya lagi-lagi, apakah murid di rumah menonton? Membuat kesimpulan? Memahami pelajaran? Saya tidak bisa menjawab, akan tetapi harapan saya semoga semuanya mengikuti.

Mari sama-sama berdoa agar pandemi ini segera berakhir dan kegiatan belajar di sekolah menjadi lebih menyenangkan setelah ini.

Memanfaatkan Media Sosial untuk Pelajar Milenial

50 komentar
Media Sosial sudah jadi gaya hidup anak Milenial, anak zaman now. Kalau dulu para pelajar ini akan dengan sopan bertanya dengan gurunya "Ma'am nomor handphone-nya berapa?" Kalau sekarang pertanyaan mereka berganti menjadi "Ma'am punya akun Instagram gak? Follow aku dong!" Oh tentu saja sebagai guru yang juga Milenial aku punya dong akun Instagram, Twitter, Facebook, LinkedIn, Path... *Lah, malah banyakan gurunya 😁

Tentu saja sebagai seorang pendidik yang aktif menggunakan media sosial, aku tahu betul bahwa banyak sekali dampak positif dan negatifnya dari media sosial ini. Sebut saja salah satu dampak negatifnya, Fenomena ADM (Artis Dunia Maya) yang pernah aku tulis di sini atau mengenai viralnya challenge tertentu di kalangan remaja ini. Seperti Blue Whale Challenge yang juga pernah aku bahas di blog ini. Tapi kali ini aku tidak akan membahas dampak negatifnya, melainkan menuliskan beberapa manfaat untuk pelajar dalam penggunaan media sosial.



1. Media Sosial sebagai Media Belajar


Ketika sesuatu yang dekat dan akrab dengan para remaja ini dibawa ke dalam kelas, maka menurut pengalaman aku antusias belajar anak-anak ini meningkat. Sebagai contoh, sulit untuk mencari native speaker di Bengkulu sebagai model dalam belajar bahasa Inggris. Maka, solusinya mencari akun Instagram atau YouTube yang dikelola oleh para native speaker ini sebagai media belajar di kelas. Aku pernah memanfaatkan akun Instagram dan YouTube Mr.D (Native speaker dari Amerika) yang memang fokus membuat konten belajar bahasa Inggris untuk ditayangkan di kelas. Tentu saja para pelajar ini sangat senang. Mereka memperoleh informasi bahasa Inggris langsung dari penutur aslinya. Bagaimana cara mengucapkan kata bahasa Inggris dengan benar, bagaimana memahami sebuah kalimat idiom dan sebagainya.

2. Media Sosial sebagai Sarana Publikasi Hasil Belajar


Setelah para pelajar ini mengamati akun-akun yang bermanfaat dalam proses belajar mengajar, maka mereka pun diarahkan untuk ikut serta membuat konten positif. Saat itu sebagai guru bahasa Inggris, aku meminta mereka membuat video procedure text secara berkelompok. Dimana nantinya video yang mereka kerjakan ini bisa diunggah ke media sosial sebagai konten positif. Sehingga para pelajar ini ikut aktif mewujudkan internet sehat.

Saat proses belajar mengajar memanfaatkan media sosial inilah aku menyampaikan betapa pentingnya untuk menyaring informasi sebelum menyebarkannya kembali. Apakah berita yang didapat hoax? Apakah tidak menimbulkan perpecahan antar umat beragama? Apakah bermanfaat untuk orang lain?

Kemudian, aku juga menanyakan apakah di antara mereka memanfaatkan media sosial dengan cara lainnya selain untuk pamer atau upload foto selfie?


Aku salut loh, ternyata beberapa dari mereka bisa memanfaatkan media sosial dengan baik, diantaranya

1. Sebagai Alat Diskusi Belajar


Aplikasi messenger seperti WhatsApp saat ini sudah dimanfaatkan oleh siapa saja. Tak terkecuali para pelajar ini. Mereka mengaku menggunakan WA Grup untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi mengenai pelajaran. Menanyakan soal-soal yang sulit untuk diatasi bersama. 

2. Sebagai Alat Komunikasi dengan Penutur Asing


Beberapa dari mereka bahkan memanfaatkan messenger di Facebook ssebagai alat komunikasi untuk belajar bahasa asing. Setiap kali aku masuk kelas mereka sering menanyakan, "Ma'am maksudnya kalau di chat ada yang nulis ROTFL apa? Kalau ini apa? Itu apa?" Wah, aku sampai kewalahan kadang menanggapinya 😁. Setelah aku tanya, "Ngapain sih kok nanya yang di luar materi belajar?" Mereka menjawab, "Kami chatting sama orang dari sini, sini, sini dan sini... (Menyebutkan beberapa negara berbeda). Gak apa-apa kan Ma'am?" Tentu saja aku bilang tidak masalah, malah bagus loh bisa belajar banyak dari mereka mulai dari bahasa dan budaya. Asalkan jangan 'kabur bareng' aja. Ingatku saat itu. Alhamdulillah sampai sekarang mereka masih ada di Indonesia, belajar dengan baik. 😄

3. Sebagai Alat Jual Beli Online


Tak disangka, beberapa dari mereka bahkan ada yang memiliki media sosial untuk dipergunakan sebagai online shop. Iya, mereka jadi reseller atau dropshipper dari suatu agen. Wah, keren sekali sudah bisa menghasilkan uang jajan sendiri. Mereka menunjukkan akun Instagram online shop yang mereka kelola. Ternyata pembelinya ada loh. Memang sih ruang lingkupnya belum besar, baru sebatas teman-teman. Tapi itu menurut aku udah kece banget.

Sebagian akun juga tidak dikelola sendiri, melainkan milik orangtua atau saudara. Jadi mereka pakai sistem bagi hasil kalau ada barang yang laku. Untuk modal pun masih dibantu oleh orangtuanya. Terus waktu aku tanya apa tipsnya nih biar bisa jual barang lebih murah?

Kata mereka, bisa dengan menghubungi supplier utama. Bukan dari tangan kedua, ketiga dan seterusnya. Atau membuat sendiri produknya. Beberapa juga memanfaatkan flash sale dari berbagai merchant online, seperti dari Lazada.


Terus aku jadi ingat dengan program Lazada 11.11. Itu loh program belanja sehari dari Lazada yang diskon besar-besaran pada tanggal 11 November nanti. Nah, saat festival belanja terbesar ini siapa saja bisa mewujudkan barang impiannya (wishlist) dengan harga murah. Saat kutanya para pelajar milenial ini, "If you have a chance to buy something in small price, what are you going to buy?"Tentu saja jawaban mereka bermacam-macam. Namun, beberapa di antaranya yang sering mereka sebut adalah

1. Smartphone Keren

Tentu dong ya ini gadget impian semua orang. Biar tetap eksis di dunia maya. Apalagi kalau kamera smartphonenya keren, maka terwujudlah sudah keinginan untuk sering-sering update snapgram. Hahaha...

2. Kuota dan Pulsa Tanpa Batas

"Ma'am, kalau smartphone keren gak ada kuota sama pulsa percuma. Makanya aku mau kuota dan pulsa yang gak abis-abis" Celetuk salah satu dari mereka. Setelah kupikir-pikir ada benarnya juga ya. 

3. Peralatan Sekolah


Terakhir yang banyak disebut tentu saja peralatan sekolah. Seperti tas, sepatu, alat tulis, buku dan sebagainya. Beberapa ada yang pengin punya laptop kelas. Kelasnya dipasang AC atau kipas angin. Kalau aku pribadi sebagai guru sih, maunya setiap kelas dipasang proyektor LCD biar kalau mau memanfaatkan teknologi gak repot-repot lagi minjem di kantor.

Yes, itu dia manfaat media sosial bagi pelajar milenial berdasarkan hasil pengalaman dan wawancara di beberapa kelas. semoga wishlist di atas bisa terkabul ya di festival belanja Lazada nantinya. Tentu saja harapan aku nanti, kalau mereka sudah punya smartphone keren dan kuota tanpa batas. Belajarnya gak malas-malasan lagi karena kebanyakan main media sosial. Apalagi kalau peralatan sekolah sudah baru semua, gak ada alasan juga dong gak semangat belajar. 




Dimana Saja Belajar Konsep Pendidikan Zaman Now dari IKIN School

8 komentar

Dimana saja belajar – Konsep Belajar Zaman Now dari IKIN School

Belajar biasanya identik dengan sekolah. Dimana ada ruang kelas, guru, siswa, kurikulum dan sebagainya. Sampai saat ini pun khususnya di Indonesia masih menerapkan pendidikan konvesional seperti ini. Dimana para siswa duduk di dalam kelas untuk mendapatkan ilmu dari gurunya. Belum lagi tuntuntan kurikulum yang berubah-ubah dan kadang tidak diikuti oleh perubahan kualitas proses pembelajaran.

Oleh karena itu guru yang sedari dulu dianggap sebagai sumber informasi tunggal dituntut untuk mengembangkan dirinya, membuat inovasi pembelajaran yang tepat di kelas, meningkatkan kemampuan teknologi dan komunikasi agar  bisa membawa para siswa bersaing di dunia kerja nantinya. Sedangkan di zaman now, para siswa bisa mendapatkan informasi dari mana saja dengan mudah karena perkembangan teknologi dan informasi. Maka diperlukan perubahan proses belajar mengajar yang bisa membuat guru dan siswanya memperoleh dan mengolah ilmu dengan cara yang berbeda.

Memperhatikan hal tersebut, saya membaca informasi mengenai sebuah sekolah dengan konsep berbeda. Sekolah yang bisa menjadi salah satu alternatif pilihan sekolah dengan konsep tanpa ruang. Sekolah yang mengusung slogan “Dimana Saja Belajar” menggunakan perpaduan sistem boarding school, home schooling, dan pembelajaran jarak jauh.

IKIN School : Sekolah Kesetaraan SMP Berbasis Minat dan Bakat.

Kenalan Yuk dengan IKIN School

IKIN School adalah sebuah sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Insan Kaya Inisiatif Nusantara. Pendiri yayasan ini Yaitu Bapak Ikin Ahmad Sodikin, S.AgM.Ud, MA, Ibu Yuliana Shinta Dewi, S.Pd, dan Bapak Aos Abdul Gaos, SE, M.Ud, MA

Sesuai dengan informasi di situsnya, IKIN adalah suatu gerakan untuk memberikan sumbang pemikiran kepada seluruh rakyat Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan hidupArtinya sekolah ini lebih menekankan kepada pengembangan diri ketimbang  hanya duduk di dalam ruangan kelas.

Bahkan sekolah ini memiliki kegiatan yang dinamai TOP-D (Training Optimalisasi Potensi Diri) bagi para siswa dan juga terbuka untuk siswa dari sekolah lain sebagai kegiatan pendukung pengembangan diri siswa.
Kegiatan TOP-D IKIN School: Mengajak peserta untuk meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Esa itu Maha Kasih Sayang.
Sebuah pengembangan diri dan karakter religius yang baik sekali ditumbuhkan pada siswa.


Berdasarkan informasi yang saya baca melalui website http://www.ikin-school.com/ Sekolah ini menawarkan beberapa program, yakni:

1. Kelas Reguler, yang meliputi:

  •   Pembelajaran Jarak Jauh
  •   Ujian Persamaan

 2. Kelas Eksekutif, yang meliputi:
  • Pembelajaran Jarak Jauh
  •  Ujian Persamaan
  • Pembekalan Basic Skill (6 Bulan) yang terdiri dari: Bahasa Inggris Percakapan, Bela diri Praktis, Budaya Nasional, Keterampilan Menulis, Menyalurkan minat dan bakat, dan Kewirausahaa
  •  Pembelajaran Berbasis Project

Mata pelajaran yang ditawarkan di sekolah ini hampir sama dengan sekolah lainnya. Hanya saja jika kurikulum 2013 SMP hanya menempatkan 10 Mata Pelajaran, sekolah ini menawarkan 12 mata pelajaran.

Berdasarkan pembekalan basic skill yang tertera di atas, bisa dipetakan nantinya siswa lulusan sekolah ini mampu bersaing dengan lulusan dari sekolah lain. Hal ini sesuai dengan visi dan misi mereka.

Visi & Misi IKIN School

Visi

Terwujudnya lembaga pendidikan non formal yang maju, menghasilkan peserta didik yang senang belajar, berkarakter tangguh dan berwawasan global.

Misi

  1. Menggunakan Information Communication and Teknologi dalam pembelajaran
  2. Memupuk minat dan bakat peserta didik
  3. Membekali peserta didik dengan karakter tangguh
  4. Mampu berkomunikasi di dunia global
  5. Menanamkan nilai-nilai kebangsaan

Tujuan

  1. Mampu menggunakan perangkat komunikasi berbasis internet
  2. Berprestasi dalam bidang yang menjadi minat dan bakatnya
  3. Mampu menghadapi berbagai kendala dalam kehidupan
  4. Menguasai bahasa Inggris dengan baik sebagai bahasa pengantar komunikasi global
  5. Menguasai salah satu kesenian daerah

Sekolah yang berlokasi di Telaga Kahuripan, BIP Blok A2 No 1-2, Parung Bogor ini menerima siswa baru dan pindahan setara SMP tahun pembelajaran 2018 - 2019 yang berminat merasakan pengalaman belajar dengan konsep berbeda.

Tertarik dengan konsep dimana saja belajar dari IKIN School ini? Bisa menghubungi IKIN School melalui:

Telepon dan Email
Mobile : +62 818-143-482
Email : info@ikin-school.com
Selamat belajar! 

Bingung Cari Referensi Make Up Graduation Party? Cek di Portal Online Khusus Perempuan Aja!

19 komentar
Make Up Graduation Party? Wuih pasti salon langganan saat ini udah full booking ya. Soalnya sudah musim perpisahan sekolah saat ini. Terus, buat para remaja perempuan nih sudah punya inspirasi belum buat make up graduation party? Kalau belum bisa simak di tulisan kali ini. Bisa jadi setelah ini kamu malah memilih merias wajah sendiri.




1. Riasan Mata 

Mata adalah bagian penting dari sempurna tidaknya penampilan seseorang. Riasan mata bahkan lebih banyak dan ribet daripada yang lainnya. Sebut saja mulai dari soft lens, eyeliner, eyeshadow, maskara, bulu mata palsu, dan bentuk alis. Sekarang, kita bahas satu persatu ya...

Eyeshadow

Eyeshadow dengan nuansa coral blush dan orange candy bisa jadi pilihan untuk membuat mata tampak lebih segar. Kalau suka kesan mata yang lebih tegas, boleh coba smokey eyes. Tapi tak ada salahnya juga bermain warna menyesuaikan warna pakaian yang dikenakan.



Eyeliner

Winged Eyeliner masih jadi favorit riasan wajah tahun 2018 loh. Aplikasikan dengan kuas kecil dan mata yang terbuka untuk hasil yang sempurna. Untuk garis mata bagian bawah, ada baiknya menggunakan eyeliner warna putih agar mata tampak lebih besar. 

Bulu Mata Palsu dan Maskara

Riasan mata lainnya yaitu penggunaan bulu mata palsu agar mata tampak lebih glamour. Perhatikan ukuran bulu mata yang akan kamu gunakan, sesuaikan dengan bentuk mata agar tampak natural. Kalau kamu mau kesan yang lebih natural, boleh pakai maskara bold saja. Kalau mau kelihatan mencolok dan berani tampil beda, bisa coba pakai maskara warna biru.

Soft Lens atau Kacamata

Sebagai pelengkap riasan mata, khususnya buat yang punya mata minus, kamu bisa mengenakan soft lens dengan warna kesukaan atau senada pakaian untuk menunjang penampilanmu. Namun, perlu diingat penggunaan soft lens dalam jangka waktu lama dan cuaca yang panas bisa bikin mata menjadi tidak nyaman. Siasati dengan memilih kacamata dengan model unik agar penampilan kamu tetap menarik.

2. Riasan Wajah 

Foundation dan Bedak

Riasan wajah bisa dimulai dengan memilih foundation yang tepat. Jangan sampai saat ditengah acara, foundation yang kamu aplikasikan malah membuat wajahmu seperti topeng dan tidak rata. Foundation dengan formula silikon disebut-sebut sebagai pilihan terbaik, khususnya bagi pemilik kulit berminyak. Setelah mengaplikasikan foundation, untuk mengunci riasan pulaskan bedak agar riasan wajah kamu terlihat makin halus.

Blush on

Pernah liat pipi sang gadis remaja dirias terlalu menor? Wah, jangan sampai ya terjadi juga dengan kamu. Ada baiknya kamu memilih warna soft nude pada bagian pipi jika ingin tampilan tampak natural. Pink atau orange juga boleh, asalkan tidak terlalu tebal dan membuat wajahmu seperti ondel-ondel.


3. Bibir

Saat ini masih tren dengan riasan lipstik matte. Padahal untuk mendapatkan efek lebih segar boleh banget loh nyobain glossy lips. Masih dengan warna merah dan oranye yang glossy membuat tampilan tampak lebih muda.

Jikan ingin lebih natural, boleh memulaskan lipstik dengan warna rose pink yang ditunjang dengan eyeshadow warna bata. Riasan ini cocok untuk pemilik kulit warna cerah dan diaplikasikan pada siang hari.


4. Rambut

Bagaimanapun, graduation party tetaplah sebuah pesta yang menuntut tampilan berbeda dari biasanya. Tatanan rambut juga harus tetap diperhatikan. Kamu bisa pilih bun style yang simple atau buat yang berhijab, biasanya hijab dengan layer bisa jadi pilihan.

5. Kuku

Tak lengkap rasanya saat riasan wajah sudah maksimal dan pakaian dari atas hingga bawah sudah anggun memesona, namun kuku masih item kotor  biasa saja. Di hari istimewa kamu boleh memberi warna kuku cantikmu dengan warna favorit dengan menggunakan kutek. Bahkan saat ini nail arts juga sangat digandrungi oleh kaum perempuan, loh. Jika kamu tak terbiasa menggunakan kutek atau nail art, penggunaan henna juga sudah lazim saat ini di acara pesta. Bukan untuk pengantin saja. Jadi, tak ada salahnya mencoba.



Nah, gimana nih referensi riasan untuk graduation party kamu? Ternyata kalau ngomongin dunia perempuan banyak banget ya detailnya? Kalau kamu tertarik dengan semua hal dan ingin mengetahui informasi dunia perempuan, bisa mengunjungi portal online khusus perempuan di Glitzmedia.co ada banyak referensi yang bisa kamu dapat, mulai dari topik kecantikan, kesehatan, hubungan personal, hiburan dan gaya busana semua komplit dibahas di sana!

Flash Blogging Menuju Indonesia Maju: Informasi Seputar Kebijakan Pemerintah dan Ilmu Blogging

4 komentar


Menuju Indonesia Maju adalah tema dari kegiatan Flash Blogging yang diselenggarakan di Hotel Amaris pada tanggal 27 April 2018. Kegiatan ini merupakan kerjasama Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bengkulu Ditjen Informasi & Komunikasi Publik.

Pemateri acara ini ada dua orang. Pertama Pak Andoko Darta dari Tim Komunikasi Presiden yang menyampaikan materi tentang Sudut Istana. Pembicara kedua Ibu Mira Sahid, founder Kumpulan Emak-emak Blogger yang tentunya merupakan blogger kece di Indonesia.

Saat pertama kali baca undangan ini di media sosial, sempat mikir beberapa kali sebelum akhirnya ikutan. Soalnya sebagai blogger sekaligus guru, kewajiban utama sebagai seorang guru juga tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Setelah tahu bahwa acaranya akan dimulai pukul 09.00 WIB maka niat untuk mendaftar di kegiatan ini makin besar. Soalnya jam segitu udah kelar jam ngajar. Kegiatan ini juga bisa jadi salah satu cara meningkatkan pengembangan diri saya sebagai seorang guru.


Saya tiba diiringi rinaian hujan di pelataran parkir Hotel Amaris, setelah registrasi ternyata acaranya on time banget dan sudah dimulai. Saat datang ke kegiatan ini mikirnya, "Jangan-jangan ada muatan politis". Ah, tapi setelah mendengar paparan dari salah satu pembicara Mak Mira, Saya jadi buang jauh pemikiran seperti itu. 

Pak Andoko sebagai Tim Komunikasi Presiden, menyampaikan materi mengenai Sudut Istana.
sumber video: WAG Flash Blogging Bengkulu (by Mas Aji)

Pak Andoko dan Beberapa Peserta Flash Blogging

Apa sih Sudut Istana?



Sudut Istana adalah tempat untuk membantu masyarakat mengetahui berbagai informasi dan kebijakan pemerintah, khususnya yang menjadi fokus perhatian Presiden pada seminggu terakhir. 
(sumber: youtube Sudut Istana)

Jadi dari sini masyarakat bisa melihat dan memantau apa saja yang menjadi kegiatan dan kebijakan pemerintah. Misalnya saja berita tentang blusukan Presiden, infrastruktur, pembangunan manusia, dan sebagainya.

Bengkulu sendiri juga sudah merasakan program positif pemerintah ini, seperti:
  1. Program sejuta rumah, yang membantu rumah nelayan di kelurahan Sumber Jaya sebanyak 120 rumah pada tahun 2016-2017
  2. Penataan jalan
  3. Penataan ruang terbuka dan sekitar masjid
Pak Andoko juga menyampaikan, bahwa pemerataan tidak dapat dicapai dengan kesamaan perlakuan. WHY? Sebab kesamaan perlakuan (Equality) berbeda dengan keadilan. Misalnya saja dalam bidang pendidikan, seorang siswa tidak bisa diberikan materi atau soal yang sama dengan apa yang didapatkan oleh seorang guru karena tingkat kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, haruslah diberikan materi dan soal yang berbeda. Itulah yang dinamakan dengan keadilan (Equity).

Beliau juga menampilkan beberapa video mengenai kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya saat ini sudah ada, BBM satu harga. Dimana dahulu,  misalnya masyarakat di Kalimantan membeli BBM dengan harga 45.000 rupiah/liter saat ini seluruh masyarakat di Indonesia bisa menikmati BBM dengan harga yang sama, yaitu Rp. 6.450. Bisa dibayangkan betapa terbantunya masyarakat dengan kebijakan ini.

Berikut ini salah satu video tentang Pemerataan yang Berkeadilan yang saya ambil dari youtube Sudut Istana:



Saya pribadi baru tahu adanya Sudut Istana ini dan ternyata Presiden Jokowi sendiri juga memiliki aset digital. Jadi, selain melalui Sudut Istana, masyarakat juga bisa mengetahui apa saja program dan kegiatan pemerintahan presiden Jokowi melalui aset digital presiden, yang beralamat di:

  • Website   : Presidenri.go.id
  • Facebook: Presiden Joko Widodo
  • Twitter    : @Jokowi
  • Youtube  : youtube.com/jokowi
  • Instagram: @jokowi

Aset digital ini berfungsi juga agar masyarakat bisa dekat dengan pemimpinnya sendiri. Menurut saya juga sebuah langkah sekaligus contoh yang baik dalam segi pemanfaatan teknologi dan informasi.

Kemudian, pembicara selanjutnya adalah Mak Mira Sahid yang menyampaikan materi mengenai blogging dan bagaimana seharusnya etika seorang blogger. Materi ini lah yang akhirnya mengubah mindset saya tentang acara-acara seperti ini yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Mak Mira Sahid founder Komunitas Emak-Emak Blogger sekaligus sebagai pemateri kegiatan


Beliau menyampaikan bahwa sebagai blogger haruslah memperhatikan etika untuk menciptakan engagement yang baik dengan segala lapisan masyarakat termasuk pemerintah. Beliau juga memaparkan manfaat menulis di blog, yaitu:
  1. Passion
  2. Rekam Jejak Digital
  3. Media Informasi
  4. Personal Branding
  5. Engagement
  6. Peluang
Karena enam manfaat di atas itulah sebagai seorang blogger haruslah membuat postingan yang bermanfaat, tidak melulu hanya memikirkan tentang uang. Sebab apa saja yang kita tulis di blog maupun media sosial bisa menjadi rekam jejak digital yang akan kita tinggalkan sekalipun nanti jika sudah meninggal dunia.

Mak Mira Sahid juga memberikan materi mengenai bentuk blog yang bagus, menurut beliau blog yang bagus sebaiknya:
  1. Ramah mata
  2. Up to date & Informatif
  3. Spesifik
  4. Personal
  5. Berguna
  6. Unik
Selain itu Mak Mira juga menyampaikan pesan begini: Dear Blogger & Netizen, You are What You Write! Jadi, sebelum menulis secara daring haruslah THINK terlebih dahulu.

Is it True?

Apakah yang akan kita posting benar dan akurat informasinya? Bukan sebuah hoax yang meresahkan?

Is it Hurtful?

Apakah postingan ini menyakiti perasaan seseorang atau golongan tertentu?

Is it Illegal?

Apakah boleh memposting sesuatu yang terlalu pribadi atau membuka kejelekan seseorang atau suatu badan?

Is it Necessary?

Apakah penting memposting semua kegiatan pribadi termasuk muka selfi yang berlebihan?

Is it Kind?

Apakah yang kita posting menunjukkan kesantunan atau malah terlalu vulgar?


Yup, itu dia beberapa materi yang disampaikan oleh dua orang pembicara pada kegiatan Flash Blogging dengan tema "Menuju Indonesia Maju" ini. Saya sendiri akhirnya bisa menyimpulkan manfaat atau tujuan dari kegiatan ini, yaitu:

  1. BLOGGER SEBAGAI PEMERSATU BANGSA: Bahwa sebagai masyarakat, khususnya bloggger haruslah pandai menjaga etika dalam tulisan demi persatuan bangsa. Sebab, saat ini informasi dan komunikasi yang sangatlah mudah malah membuat masyarakat rentan terkena isu atau pun berita hoax yang berujung pada perpecahan bangsa.
  2. PERAN SAYA SEBAGAI GURU DAN ORANGTUA: Sebagai guru dan sekaligus seorang blogger, saya sendiri akan tetap meneruskan kegiatan saya untuk mengkampanyekan kegiatan internet baik di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar pada umumnya. Salah satu cara yang telah saya lakukan adalah mengajak para pelajar di sekolah saya untuk memposting materi belajar mereka di media sosial yang mereka gunakan, yaitu Instagram. Melalui pembiasaan ini para pelajar di sekitar saya akan terbiasa untuk memposting sesuatu dengan prinsip: THINK BEFORE POSTING
Nah, menurut kamu sendiri kegiatan seperti ini apa manfaatnya? Boleh sharing ya di kolom komentar.



Rumah Juara: Aplikasi Belajar Anak Masa Kini

19 komentar

Selamat Tinggal Cara Belajar Lama, Selamat Datang Gaya Belajar Baru.

Rasanya perkembangan teknologi dan pertukaran informasi sangat cepat terjadi di era sekarang. Belum lagi dengan adanya sosial media dan internet. Kita semakin cepat mendapatkan informasi yang ingin kita cari. Tidak hanya para pekerja dan orangtua saja yang kemudian mengandalkan kemajuan teknologi ini. Anak masa kini, atau yang sering kita sebut dengan generasi Z turut memanfaatkan hadirnya teknologi.

Sangat berbeda dengan era di mana teknologi belum secanggih sekarang. Untuk membeli dan mendapatkan gadget, biasanya harus melalui menabung, meraih prestasi, atau saat usia sudah cukup remaja. Namun berbeda dengan sekarang. Beberapa perusahan besar pembuat gadgetjustru tengah menyasar pasar anak generasi Z. Mengapa? Ya, karena suka tidak suka, pengguna internet kita semakin meningkat, khususnya pengguna internet pada usia di bawah 17 tahun.

Hadirnya internet pun memberi warna di kehidupan kita. Ada yang kecanduan dan membuat lupa berinteraksi dengan lingkungan sekitar, bahkan yang baru-baru ini, kecanduan gadget mengganggu kejiwaan. Seburuk itukah kehadiran gadget?


Sebagai orangtua, tentu kita sangat takut akan dampak negatif gadget. Tapi mau bagaimanapun, anak sangat sulit dijauhkan dari gadget. Lalu, bagaimana caranya ya?

Dari beberapa referensi yang saya dapatkan di internet, kehadiran teknologi tidak dapat dijauhkan dari manusia. Karena bagaimanapun, manusia modern telah bergantung banyak kepada teknologi khususnya gadget dalam urusan mendapatkan informasi, menunjang pekerjaan, dan fungsi utamanya sebagai komunikasi. Adapun yang harus dicegah dari salahnya penggunaan gadget adalah memanfaatkannya untuk kejahatan maupun kriminal, dan aktivitas lainnya yang mengganggu kehidupan sosial kita.

Hal ini juga yang kemudian ditangkap baik oleh pendidikan kita. Di mana beberapa sekolah, sudah memasukkan muatan lokal mata pelajaran TIK untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas. Begitu pula di sekolah dasar. Komputer sudah mulai dikenalkan kepada siswa SD.

Untungnya, kemajuan teknologi ini juga diikuti dengan adanya aplikasi belajar yang menyenangkan untuk anak. Salah satunya adalah Rumah Juara.



Aplikasi Rumah Juara didesain menjadi media interaktif yang menyenangkan untuk guru dan anak. Tak hanya itu, di Rumah Juara juga tersedia beberapa game yang saya lihat memang dikhususkan untuk mengasah kemampuan anak sesuai dengan tingkat kelasnya. Seperti permainan menghitung, dan melakukan percobaan/ peragaan.

Aplikasi yang sudah digunakan di 33 provinsi ini ternyata juga menggunakan acuan kurikulum nasional yang dikeluarkan oleh pemerintah, yaitu Kurikulum 2013 (K13). Jadi, para orangtua yang menyekolahkan anaknya di sekolah negeri tidak perlu khawatir lagi jika anaknya belajar menggunakan Rumah Juara. Beberapa fitur menarik yang wajib dicoba adalah media interaktif, bank soal, dan ebook.





Memanfaatkan teknologi untuk mendidik anak di rumah, mengapa tidak? Saya mencoba mengunduh aplikasi Rumah Juara untuk menjadi teman belajar anak saya di rumah. Meskipun anak saya masih usia TK, namun Anak saya tertarik untuk belajar menggunakan aplikasi ini karena media interaktif di dalamnya berisi banyak video animasi, game, dan audio yang memang saya butuhkan untuk mengasah keterampilannya dan meningkatkan pengetahuannya.

Urusan mengajar di rumah semakin mudah. Saya bisa memantau dan mendampingi anak saat belajar. Kuota internet yang ada pun akhirnya tidak percuma. Anak bisa memaksimalkan penggunaan gadget untuk kepentingan belajar.

Oh ya, bagi orangtua yang memiliki profesi sebagai guru. Di Rumah Juara juga disediakan kolom kontribusi. Di sini, para guru SD dapat mengirimkan karyanya dalam bentuk soal, game, video, audio, maupun mengajak guru/ orangtua bergabung bersama Rumah Juara. Apa benefitnya? Setiap 5.000 poin yang sudah terkumpul, dapat ditukarkan dengan hadiah gadget. Wow, menarik sekali ya! Program ini berlaku mulai Maret hingga Juni 2018. Yuk, buruan mendaftar dan unduh aplikasinya melalui PlayStore!