Tampilkan postingan dengan label Pelatihan Guru. Tampilkan semua postingan

Budaya Positif di Sekolah, Mulai dari Mana?

Tidak ada komentar
Selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 ada banyak hal yang mengubah pandangan dan diri saya. Berikut sedikit ringkasan materi yang dipelajari pada Modul 1. 

Modul 1.1 Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Tujuan pendidikan menurut KHD adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tinginya baik sebagai manusia maupun masyarakat.

Adapun Kodrat Anak adalah potensi diri yang dimiliki oleh seorang anak, seperti potensi berpikir, potensi emosi dan potensi pisik. Oleh karena itu guru harus Menuntun (Among) yaitu memberikan tuntunan agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Sesuai dengan Trilogi Pendidikan: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani yang berarti di depan menjadi teladan, di tengah memberi motivasi, di belakang memberi dorongan.

Maka guru dituntun untuk menyelenggarakan pendidikan yang berpihak pada anak, tujuannya agar menjadi manusia merdeka sehingga pendidikan harus berpihak pada murid agar anak selamat dan bahagia baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak

Pada modul 1.2 ini saya mempelajari tentang nilai dan perang guru penggerak yang diharapkan dapat terwujud. Adapun nilai dan peran guru penggerak terbagi menjadi beberapa poin seperti tertera di bawah ini.

Nilai Guru Penggerak:

  • Berpihak pada murid 
  • Mandiri 
  • Reflektif 
  • Kolaboratif 
  • Inovatif

Peran Guru Penggerak:

  • Menjadi pemimpin pembelajaran 
  • Mewujudkan kepemimpinan murid 
  • Mendorong kolaborasi 
  • Menjadi coach bagi guru lain 
  • Menggerakkan komunitas praktisi

Modul 1.3 Visi Guru Penggerak

Selanjutnya pada Modul 1.3 saya diajak menyusun Visi. Sebagai catatan, visi guru penggerak harus mampu mencerminkan Nilai dan Peran Guru Penggerak dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Profil Pelajar Pancasila

Untuk memudahkan menyusun Visi, saya juga mempelajari mengenai Inkuiri Apresiatif. Inkuiri apresiatif adalah sebuah paradigma sekaligus model manajemen perubahan yang memegang prinsip psikologi positif, serta pendekatan berbasis kekuatan. Untuk mengenali inkuiri apresiatif ini, lebih mudah jika menggunakan bagan BAGJA (Buat pertanyaan - Ambil pelajaran - Gali mimpi - Jabarkan rencana - Atur eksekusi). Sederhananya kita membuat dulu tujuan (visi) yang ingin dicapai, kemudian kita tuliskan hal-hal baik yang sudah ada di sekitar dan bisa kita pelajari, lalu kita rumuskan lagi kira-kira perubahan apa yang akan terjadi jika visi ini terwujud, selanjutnya kita rumuskan rencana apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan, dan yang terakhir adalah melaksanakan semua rencana tersebut.

Modul 1.4 Budaya Positif 

Budaya positif adalah suatu pembiasaan yang bernilai positif, di dalamnya mengandung sejumlah kegiatan yang mampu menumbuhkan karakter murid.

Cakupan Materi Budaya Positif

  • Disiplin positif
  • Teori motivasi
  • Keyakinan kelas
  • Kebutuhan dasar manusia
  • Posisi kontrol
  • Segitiga restitusi
Untuk membentuk Budaya Positif (pembiasaan yang bernilai positif) tentu harus diawali dari disiplin positif. Sebuah istilah di mana disiplin muncul karena berasal dari diri sendiri (motivasi intrinsik). Bukan berasal dari luar, seperti disiplin yang muncul karena takut akan hukuman ataupun haus akan pujian.

Langkah awal yang bisa diterapkan di sekolah untuk membentuk disiplin positif ini dengan menyusun Keyakinan Kelas. Keyakinan kelas dapat disusun dari peraturan-peraturan kelas yang disepakati antara murid dan guru. Kemudian memastikan semua peraturan terdiri dari kalimat positif yang kemudian disarikan menjadi nilai-nilai kebajikan. Sehingga disebut menjadi Keyakinan Kelas.

Dengan adanya keyakinan kelas ini, guru dan murid bisa menjadikannya sebagai panduan dalam melakukan pembiasaan bernilai positif. Sehingga ketika murid melakukan sesuatu di luar nilai kebajikan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya sebagai manusia (kebutuhan bertahan hidup, kasih sayang dan rasa diterima, kebebasan, kesenangan, dan penguasaan). Guru bisa mengambil posisi kontrol yang tepat yakni sebagai Manager.

Sebagai informasi, ada 5 Posisi Kontrol Guru:
  1. Penghukum
  2. Pembuat rasa bersalah
  3. Teman
  4. Pemantau
  5. Manager
Sebagai guru penggerak, diharapkan dapat mengambil posisi sebagai manager atau minimal sebagai pemantau. 

Sebagai langkah pelaksanaannya, bisa melalui penerapan Segitiga Restitusi.
Ada 3 tahapan dalam Segitiga Restitusi:
  1. Menstabilkan identitas
  2. Memvalidasi tindakan yang salah
  3. Menanyakan keyakinan kelas.
Berikut contoh role-play pelaksanaan Segitiga Restitusi yang saya lakukan:

Bagi saya modul 1.4 ini sangat menantang. Dimana semua rencana aksi nyata harus direalisasikan. Selain melakukan role-play pelaksanaan segitiga restitusi, saya juga harus mendiseminasikan materi Budaya Positif ini kepada rekan sejawat di sekolah. 

Berikut ini video diseminasi dan pelaksanaan aksi nyata berupa penyusunan keyakinan kelas yang telah saya terapkan:

Pada kegiatan tersebut, rekan sejawat menyambut secara positif materi ini. Hanya saja untuk menyamakan persepsi mengenai disiplin positif melalui segitiga restitusi dengan mengacu pada keyakinan kelas masih menjadi sebuah tantangan. Namun saya yakin, jika dilakukan secara kolaboratif dan konsisten, budaya positif akan terbentuk.

Sedangkan saat penyusunan keyakinan kelas di kelas 7, respon murid cukup baik. Meskipun dalam pelaksanaannya masih belum sepenuhnya berjalan berdasarkan keyakinan kelas yang disusun.

Cara Mendapatkan Akun Canva for Education

Tidak ada komentar

Saat ini tentu sudah banyak yang kenal dengan Aplikasi Canva. Sebuah platform yang mudah sekali digunakan bahkan bagi seorang desainer pemula. Ya, Canva menyediakan berbagai template yang bisa digunakan membuat infografis, undangan digital, video seingkat, iklan, postingan media sosial, dan sebagainya. 

canva for education
Contoh tampilan beranda akun Canva for Education yang sudah disetujui


Saat ini Canva juga peduli dengan pendidikan loh. Makanya mereka membuat sebuah program yaitu, Canva for Education. Jadi, mereka yang bertugas di ranah pendidikan bisa punya akun Canva for Education secara gratis. Sudah tahu dong kalau akun Canva itu ada yang gratis dan berbayar (premium). Nah, kalau akun Canva for Education ini apa ya?

Keunggulan Akun Canva for Education

  • Gratis
  • Fitur yang ada pada Canva for Education mirip dengan Canva premium
  • Template yang ada lebih spesifik pada pendidikan
  • Bisa membuat kelas online sendiri
  • Bisa ditautkan dengan kelas online yang sudah ada (misalnya google classroom)
  • Bisa mengundang murid untuk bergabung pada akun Canva for Edu

Cara Mendapatkan Akun Canva for Education

Nah, aku sendiri mendapatkan akun Canva for Education ini dari sebuah pelatihan guru. Cara mendapatkannya sebagai berikut:
  • Membuat akun canva baru pada link Canva for Education
  • Klik daftar, lalu isi data yang diminta
  • Untuk unggah dokumen sebagai bukti anda adalah seorang guru, bisa mengunggah scan sertifikat pendidik, kartu NUPTK, atau SK Mengajar
  • Setelah akun dibuat, akun Canva for Education tidak langsung aktif
  • Maka buka pengaturan akun, isi pertanyaan 'Apa tujuan anda menggunakan Canva?' dengan memilih Guru
  • Cek inbox email yang didaftarkan untuk Canva for Education
  • Pada email lihat notifikasi apakah akun anda sudah dalam proses pengajuan Canva for Education
  • Tunggu sekitar 4x24 Jam untuk akun diverivikasi
  • Akan ada pemberitahuan apakah akun anda diterima atau ditolak
  • Jika ditolak, anda bisa mengajukan ulang
  • Jika diterima, selamat anda sudah bisa memanfaatkan fitur pada akun Canva for Education.
Demikianlah cara mendapatkan akun Canva for Education secara gratis. Sampai jumpa di tulisan lainnya.

Perayaan Bagi Seorang Guru: Naik Pangkat

19 komentar
Naik pangkat guru dari golongan IIIb ke IIIc. Sebuah cerita inspiratif --

Assalamualaikum Wr Wb

Saat ini banyak guru yang menetap di satu pangkat golongan saja karena terbentur kendala sulitnya memenuhi persyaratan untuk kenaikan pangkat.

Termasuk aku juga yang terlalu betah pada zona nyaman. Selama 7 tahun berkutat di golongan IIIb. Padahal seharusnya setiap empat tahun (bahkan bisa lebih cepat jika Angka Kredit mencukupi) sudah bisa banget loh mengusulkan kenaikan pangkat. Artinya kalau pangkat naik, otomatis pendapatan bertambah.

Lalu, syarat yang terdengar sulit itu di mana? Begini, kalau dulu guru bisa naik pangkat per-dua tahun sekali hanya dengan menghitung jumlah jam mengajar saja. Saat ini, guru dituntut lebih profesional, ditantang untuk mengembangkan diri dan membuat karya tulis ilmiah sebagai syarat kenaikan pangkat.

Singkatnya, jam mengajar saja 24 Jam seminggu atau 40 Jam pun tidak akan membuat seorang guru naik pangkat begitu saja.

Lantas, apa yang membuat aku jadi semangat untuk mengurus kenaikan pangkat? Sebabnya teman-teman seangkatan lain sudah dari tahun lalu berhasil naik ke 'kasta' yang lebih tinggi. Hahaha

Lah, aku masih gini-gini aja. Padahal pengembangan diri aku setelah dihitung kemarin ada 10 jenis kegiatan pelatihan guru. Artinya melebihi persyaratan untuk naik pangkat ke golongan IIIc yang hanya butuh 3 jenis pengembangan diri.

Oke deh, pengembangan diri atau istilah kerennya PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) ini gampang lah ya dipenuhi, cuma datang pelatihan atau workshop untuk guru saja dengan minimal lamanya 30 Jam.

Hal berikutnya yang paling bikin mager buat pindah golongan berdasarkan survei adalah Karya Tulis Ilmiah. Guru dituntut menulis. Melakukan penelitian kecil-kecilan di kelas. Nah, banyak sekali yang menyerah di sini. Termasuk aku juga hampir menyerah 😂. Sebab itu artinya guru dituntut menulis PTK (Penelitian Tindakan Kelas) sendiri.

Aku juga setelah setahun baru rampung menyelesaikan satu PTK untuk syarat naik pangkat ke IIIc. Selama itu. Iya!

Padahal menurut pedoman panduan naik pangkat yang aku baca dan curhat dengan tim penilai angka kredit guru untuk kenaikan pangkat ini, PTK bukan satu-satunya karya tulis yang bisa dibuat loh.

Jadi bisa berupa artikel yang terbit di jurnal atau koran. Boleh juga menulis best practice (pengalaman mengajar yang menurut guru ybs itu paling kece dampaknya terhadap anak didik). Boleh juga menulis buku. Bisa berupa diktat pelajaran atau karya seni berupa buku kumpulan puisi, kumpulan cerpen atau novel yang diterbitkan.

Lantas, dari sekian banyak karya tulis aku mengerjakan yang mana? Awalnya, aku mengandalkan sebuah buku kumpulan cerpen karangan sendiri yang diterbitkan secara indie. Kemudian, merasa kurang PD (takut angka kreditnya tidak mencukupi nilai 4, jika dinilai kurang kompleks) aku merambah menulis best practice (maksimal nilainya 2). Lagi-lagi karena aku kurang yakin kalau angka kreditnya bakalan cukup atau tidak setelah ditambah kumcer, akhirnya aku memutuskan menulis PTK (nilainya pasti 4).

Makanya naik pangkat aku jadi tertunda selama itu. Sebab, aku tidak siap gagal. Hehehe... Ya, bayangin aja kan, aku ngurusin semuanya sendiri. Rugi banyak kalau waktu habis menghitung angka kredit lantas syaratnya ternyata kurang satu poin.

Meskipun kalau aku mau, ada banyak kok calo pembuatan PTK baik online ataupun offline. Bahkan lengkap dengan segala bantuan penghitungan angka kredit serta pembuatan sertifikat PKB kalau syaratnya kurang. Cuma mikirnya ya... Rugi aja bayar sekian juta, cuma buat satu PTK. Mending jajanin skincare atau sepatu baru.

Alhamdulillah, saat berjuang mengurus keribetan 'naik kasta' ini ada seorang teman seperjuangan yang insyaallah sama-sama berada di jalan yang lurus. Terus ada aja teman yang sudah jago nyusun urusan ini dengan senang hati membantu, mengajari dengan sabar. Tanpa bayaran sepersen pun. Meskipun hal itu membuat aku harus menghitung ulang angka kredit. Tapi bersyukur sekali, sebab niat dan doa yang kuat telah dikabulkan-Nya.

Aku ingat di suatu malam, sebelum tidur, hampir menangis berdoa pada Allah:

"Ya, Allah aku tidak bisa menulis PTK dan menghitung angka kredit. Tolong ajari aku."

Miracle! Besoknya aku lancar banget menyelesaikan PTK dan menghitung angka kredit serta syarat naik pangkat lainnya. Selama hampir dua bulan menyusun berkas, revisi sana-sini, Alhamdulillah sujud syukur selesai tepat waktu.

Saat ini, aku sedang menanti SK pangkat baru nanti di bulan Oktober. Sungguh sebuah perayaan bagi seorang guru yang sudah 7 tahun lamanya tidak naik pangkat ini. 😍


Third Day: Developing Students' Critical Thinking Skills and Reflective Teaching

3 komentar
Camp SOAR 3 - Well, did you feel the title quite serious?
I thought about it too when I was reading the title. Okay, how can i develop studens' critical thinking skill? What is critical thinking? To be honest, I got a little bit confuse to about it. LOL.

Critical Thinking Skills

Just make it short, to do the critical thinking skill we can use a chart of Bloom's Taxonomy. Just look at this picture:

Then in our class, we can do it from the lowest level: remember. It is an activity to recall fact and basic concepts that already in our students' memory. After that, we can check if they understand by asking them to discuss, describe or explain. Next, make sure that they apply it. I mean they can use the information in new situations. While analyze  is the skill which shows them to draw connections among ideas. They can compare their answer perhaps and soon. After they analyze something, then they can make decision. Debate to each other which one is the best decision, and we are in the evaluate level. Furthermore, if they can design or produce new or original work that mean that they are on the highest level: create.

So, the important thing that we must remember is do not stuck on the same level for many years.
It is fine if we start from the beginner but being an expert is quite nice.

Actually, our students had apply this critical thinking skill in their life. You know that, they can make decision after analyzing something. Sometimes you see they are arguing too, right?

At this session, Candace as the facilitator did something interesting about what critical thinking is. She showed us a picture about a man (it is you) who is standing near the track switch while there is a train coming to the Y track. On the left track there is a worker stand at the track. On the right side, there are 5 people who stand at the track. You only have one chance to decide, are you going to save a man or them? Give your reason.

This activity could make our students try to make decision, argue, giving some reasons and etc. Then, that is critical thinking.

Unfortunately, if you got mad with my explanation about critical thinking why don't you just read this one

Reflective Teaching

Know Thyself - Socrates
The quote above tell us to know your self.

In the end of this session, I concluded that reflective teaching is an activity that we do after doing teaching learning activity. Then, how to do this?
First, you can documenting your teaching learning process in a video, watching it, taking some note about what do you need to fix and then you can modify it or eliminate it in the next class.
Second, you may have a college to observe your class. Ask him/her to tell you about how is your performance in class. Did you need something to change or not?
Last but not  the least, you can also ask your student to get written feedback about what did they feel after the class over. Are they happy? Do they don't like something? and soon.

We don't learn from experience... 
We learn from reflecting on experience -John Dewey-
After those two session, all of the campers have to promote about their school and town in School Poster Session. It was also great I can learned many thing from others, how to run an English Club at school, the activities, green school program, and many more.
We did it by walking around the class, looked at the others poster and ask them if we curious something about their school or town. In this session, we also had two best winner they are Dee and Jill. Their poster was so interactive and creative. Wonderful!

In the end of the day, we must do our first online reflection in google classroom and Ina have sent the reflection form, the campers task is to answer it. We will do this session everyday during the camp at 6 p.m to 7 p.m.

Okay fellows, that was our activity on the third day, don't forget to read previous day story and also the next day. See ya!
 


Second Day: Scavenger Hunt is So Exciting!

2 komentar
Hi, guys. This is my story about Camp... SOAR on the second day, 3rd January 2019. So, I had a lot of experience here. Here we go!

Hi, Campers!

We did breakfast at 7 a.m and entered the class at 8 p.m. Then Ibu Memmy as the Director of the camp, told about the rules, introduced all the facilitators, English fellows, observers, support staff and counselors.

Memmy the Director loves reading Japanese comics.
Ina the Co-Director best in cooking delicious Kimchi
Don the English fellow, do the archery as his favorite sport
Rachel the English fellow too, can play Kolintang
Candace, also the English fellow, did a bike tour to China
Amy the last English fellow, sang duet song at Pesantren
Paul the facilitator, formerly want to be a dancer
Arey the support staff, broke her leg when fight with a boy
Boby the counselor can speak 5 languages (English, Indonesia, and the three others are regional languages. LOL)
Irene the counselor, affraid of cat but now she really loves cat

What an amazing introduction, right? We guess it actually. I was so surprised when they introduced their-selves by describing their first initial. Such as, Hi, I'm Miracle Memmy, Incredible Ina, Brave Boby, and soon. I thought we can imitate this in our classroom to help us easier remember the students' name.

Important Rules

Of course there are some rules. There are 4 actually. Memmy said that the campers must be punctuality (on time), safety, do the communication, and mindfulness of others. The another important rule is during the camp, we must SPEAKING ENGLISH ALL THE TIME.

Scavenger Hunt!

This was a fun activity. The campers did it in a group. There are eight planet groups So, I'm in Jupiter group. There are Arfi, Laily, Ira, and Mima too. While, our English fellow is Don. So, what did we do in this session? 

We must did 10 challenges. Took some photos or Boomerang video then posted in Instagram added some hashtags #campsoar2019 #campsoar2019challenge1-10 #reloarchipelago #campsoar2019Jupiter (my planet group name).

Well, just check the hashtag if you wanna see how fun it was. There are a lot of AIB photos of us. 😜 Maybe later, I'm going to post it on my Instagram account too.

Review Current Best Practices: Teaching 4 Skills

After did the scavenger hunt and posted it. We continued to the next session. Talked about best practices, at first I thought that it was a scientific papers. I'm totally wrong! Don and Amy told us how could we teach the four skills in the best way.

Amy said that we must prepare it well. We have to think what we're gonna do before, while, and after teaching. Then, what will the students do?

Yes, we must do it student centered, open minded, Active and Reflective.

These are some ideas that I got on this day.
In teaching reading material, you can do Paragraphs on the Wall. For example, you have a text that consist of 5 paragraphs. Then you cut it into five papers and stick them on the wall. You must make five questions too for the students. Give one question then ask pair of them to answer it by reading the pieces of the text on the wall. It was fun when we practiced it.

In teaching writing material, you can do Continue a Story. So you can tell the story first or ask the students to watch picture or video after that they should continue the story by their-selves. We can do it in a group too. Later, they can read their story and you can choose which group is the best one.

Or it can be like, you give them some pictures. People with their activities, do sport, hang out, family portrait or anything. Give them 3 or 4 minutes to see all the pictures then ask them to pick one picture they love. After that, you can divide them into pairs (count 1 to 16 if you have 32 students in your class) then the student who has the same number must be stick together and make a story based on the picture that they had. You can concern on their grammar, simple past tense for instant or just let them write the story. After they finished it, tell them to bring their picture into another group and just retell the story each others.

We don't have to teach reading only or writing. We can combine it. Make the class fun using English, that's the point!

Oleh-Oleh Bazaar

After those materials, at 5 p.m we had a super duper yummy session: oleh-oleh bazaar. All of the participant of camp SOAR must bring their traditional snack from their hometown. Yup, I brought Lempuk Durian, Bay Tat and Keripik Ikan Beledang. So, we had a lot of snacks. Even, I ate an insect snack from Laily-Yogyakarta. Oh, GOD! I also taste Sagu from Papua, Kue Tori from Sulawesi, Chocolate Mete from Kendari, and many more.

We really had fully belly. We also took many we-fie, chat to each others and become fatter together. Hahaha

Scavenger Hunt Result Show

Have you seen the photos in Instagram about the scavenger hunt? Camp SOAR 2019 challenge? Well, I suggest you to see it because the Jupiter team won the challenge! Wohoo!

Okay, that's all our activities on the second day. Pardon me if I missed something. Hope you enjoy it and don't forget to read my next post about the third day of camp... SOAR!

First Day: Welcome to Bali, Welcome to Camp... SOAR!

Tidak ada komentar
I really excited when I received the email last month about Camp SOAR. Yup, I'm the lucky person because I can be one of participant in this program.

Haelah aku pegel ngomong Inggris :P

CAMP SOAR

Jadi, Camp SOAR ini semacam training untuk guru Bahasa Inggris yang bekerjasama dengan US. Embassy, UI and some people from P4TK.

SOAR itu sendiri singkatan dari Student Oriented-Active-Reflective. Harapannya setelah mengikuti camp ini, semua alumninya bisa menerapkan pembelajaran dengan berpusat pada siswa, mereka aktif dan juga reflektif.

Camp ini akan dilaksanakan selama 10 hari di Plagoo Hotel Holiday, Nusa Dua Bali. Mulai tanggal 2 - 12 Januari 2019. Jadi, akan banyak sekali aktivitas yang dilalui.

FLIGHT

So, I got my flight from Bengkulu on Wednesday 2nd January 2019 at 10 a.m. Then continue my flight from Soekarno Hatta Airport at 2.30 p.m and arrived in Denpasar, Bali at 5 p.m. After that someone from UI, picked me up. She is Ibu Arey. Next, I and another participant from Palembang, Pak Eko went to the hotel by a car that provided for the campers. We touched down the Hotel at 5.30 p.m. Did the registration, had dinner, and went to the room.

ROOM MATES

I got a room that consist of 4 people. So I met new friends here, they are Fia from Pekalongan, Pebri from Bali and Citra from Bandung. Yeay!

Well, I'm gonna tell you about the next day later.
CAMP... SOAR!

Tips Lolos Seleksi Seminar Nasional dan Pengalaman Mengikuti Seminar Nasional 2018 Bagi Guru Pendidikan Dasar

14 komentar
Seminar Nasional 2018 - Salam guru!
Kalau kemarin saya cerita kisah dibalik keikutsertaan saya di seminar nasional kali ini sesuai janji saya mau cerita mengenai pengalaman saya saat mengikuti kegiatan tersebut dan memberikan sedikit tips agar lolos seleksi seminar nasional.

Saya dan beberapa orang rekan guru dari Bengkulu yang lolos seleksi berangkat sekitar pukul 09.30 WIB dari bandara Fatmawati Bengkulu dengan menggunakan pesawat Garuda. Setiba di bandar udara Soekarno Hatta, kami segera menyewa sebuah mobil untuk berangkat menuju lokasi kegiatan, Millenium Hotel.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 22-25 Mei 2018 yang lalu ini benar-benar membuka mata saya, bahwa ada banyak guru di seluruh Indonesia yang bersungguh-sungguh meluruskan niat mereka untuk memajukan pendidikan Indonesia. Selama berada di sana air mata rasanya mau mengalir saking terharunya bisa terpilih.

Hari Pertama, 22 Mei 2018 kami tiba sekitar pukul 13.00 di Millenium hotel untuk check in terlebih dahulu. Berhubung jadwal pembukaan kegiatan masih nanti malam, maka kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju Tanah Abang, pusat grosir belanja terbesar di Jakarta. Iya lokasi hotel ini hanya sekitar 10 menit berjalan kaki menuju Tanah Abang. Lumayan, bisa cuci mata dan beli beberapa helai pakaian buat oleh-oleh anak. *Emak-emak banget lah pokoknya 😆

Malamnya pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza. Semua rangkaian acara pembukaan bergulir cepat, intinya esok hari masing-masing dari kami akan diminta mempresentasikan makalah masing-masing untuk saling berbagi pada rekan guru lainnya se-Indonesia.

Sebanyak 180 orang guru yang lolos seleksi Seminar Nasional ini, kemudian dibagi menjaadi tiga kelas, A, B, dan C. Kebenaran saya dapat kelas B. Masing-masing kelas juga dibagi menjadi dua jenis pemrasaran, yaitu pemrasaran yang menggunakan poster atau slide power point sebagai media presentasi. Nah, seperti saya ceritakan di cerita sebelumnya, saya kebagian promosi menggunakan poster (banner).

Hari kedua 23 Mei 2018, kegiatan presentasi dimulai pukul 8 pagi. Diawali dengan 30 orang pemrasaran yang menggunakan slide power point sebagai media, masing-masing diberikan waktu sekitar 7 menit. Seperti biasa tentu ada tanya jawab serta saran dari rekan guru lainnya, agar tulisan pada artikel tersebut dapat dikembangkan dan diaplikasikan oleh seluruh guru.

Saya sampai terbengong-bengong dan berdecak kagum dengan penelitian, best practice ataupun kajian pustaka yang disampaikan oleh teman-teman guru lainnya. Ada yang menggunakan teknologi tinggi, ada pula yang menggunakan benda sederhana di sekitar. Namun, tujuannya sama untuk mencerdaskan dan mendidik anak bangsa.

Hari Ketiga 24 Mei 2018, para pemrasaran dengan alat media poster sudah siap presentasi. Semua poster sudah disiapkan sedari pagi diatur sedemikian rupa menjadi dua baris panjang. Jadi, teknisnya guru lain berkeliling untuk membaca dan melakukan tanya jawab mengenai bahan presentasi yang termuat dalam poster tersebut.

Oya, selama rekan guru lainnya presentasi, rekan yang lain melakukan penilaian menggunakan form penilaian dengan kriteria tertentu. Nanti diakhir presesntasi akan diambil tiga orang pemrasaran terbaik dari tiap kategori poster dan slide powerpoint. Apakah saya menjadi tiga pemrasaran terbaik? Oh, tentu tidak. Hehehe..

Saya cukup sadar dengan kualitas artikel yang saya tulis, masih jauh dari sempurna. Nilai awalnya saja hanya 69,9 sedangkan para peraih peringkat terbaik sudah punya nilai awal 90 koma sekian-sekian. Ya, jauh dong. Tapi saya sangat bersyukur dapat kesempatan yang sangat berharga ini.

Sungguh, ketika sampai di level nasional, apa yang saya perbuat selama ini untuk memajukan pendidikan Indonesia bisa dibilang hanya seujung kuku. Cuma mengajar dan mendidik seadanya, tanpa banyak melakukan inovasi belajar. Saya jadi berandai-andai, seandainya semua guru bergerak bersama-sama untuk lebih banyak melakukan inovasi pembelajaran, melakukan penelitian tindakan kelas dengan sungguh-sungguh, mendidik dengan setulus hati tentu pendidikan Indonesia akan maju dengan pesat.

Semoga semua guru termotivasi untuk melakukan yang terbaik bagi kemajuan pendidikan Indonesia, seperti kata salah seorang pemateri saat sore hari di hari ketiga kegiatan,
"Kalau guru tidak melakukan pembaruan dan inovasi dalam pembelajaran, maka bukan tidak mungkin suatu saat para guru ini akan digantikan oleh mesin"
Saya terhenyak dan membenarkan apa yang disampaikan beliau, iya ilmu pasti bisa didapat dari mana saja, bisa melalui internet, televisi, komputer atau alat modern lainnya. Namun, seorang guru yang berdedikasi tinggi, mempunyai banyak inovasi belajar dan menjadi teladan yang baik tentu lebih dibutuhkan seorang peserta didik dibandingkan alat/mesin berteknologi tinggi, secanggih apapun.

Jadi, saya mau memberikan tips agar lolos seleksi Seminar Nasional

  1. Tulislah artikel berdasarkan apa yang memang benar-benar telah dilakukan di tempat anda mengajar
  2. Hindari menyontek alias copy paste dari internet karena seluruh artikel yang masuk dari website kesharlindung akan dicek similarity
  3. Jangan meminta orang lain untuk menulis artikel anda, cari referensi contoh artikel seminar nasional di internet atau jurnal online. Mulailah belajar menulis karya tulis ilmiah sederhana
  4. Perbanyak referensi bacaan melalui buku atau jurnal baik offline maupun online
  5. Baca panduan atau pedoman secara seksama dan ikuti peraturan yang ada
  6. Berdoa dan jangan bosan untuk tetap mencoba
Demikian cerita saya mengenai pengalaman dan tips saat mengikuti seminar nasional 2018 yang lalu


Flash Blogging Menuju Indonesia Maju: Informasi Seputar Kebijakan Pemerintah dan Ilmu Blogging

4 komentar


Menuju Indonesia Maju adalah tema dari kegiatan Flash Blogging yang diselenggarakan di Hotel Amaris pada tanggal 27 April 2018. Kegiatan ini merupakan kerjasama Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bengkulu Ditjen Informasi & Komunikasi Publik.

Pemateri acara ini ada dua orang. Pertama Pak Andoko Darta dari Tim Komunikasi Presiden yang menyampaikan materi tentang Sudut Istana. Pembicara kedua Ibu Mira Sahid, founder Kumpulan Emak-emak Blogger yang tentunya merupakan blogger kece di Indonesia.

Saat pertama kali baca undangan ini di media sosial, sempat mikir beberapa kali sebelum akhirnya ikutan. Soalnya sebagai blogger sekaligus guru, kewajiban utama sebagai seorang guru juga tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Setelah tahu bahwa acaranya akan dimulai pukul 09.00 WIB maka niat untuk mendaftar di kegiatan ini makin besar. Soalnya jam segitu udah kelar jam ngajar. Kegiatan ini juga bisa jadi salah satu cara meningkatkan pengembangan diri saya sebagai seorang guru.


Saya tiba diiringi rinaian hujan di pelataran parkir Hotel Amaris, setelah registrasi ternyata acaranya on time banget dan sudah dimulai. Saat datang ke kegiatan ini mikirnya, "Jangan-jangan ada muatan politis". Ah, tapi setelah mendengar paparan dari salah satu pembicara Mak Mira, Saya jadi buang jauh pemikiran seperti itu. 

Pak Andoko sebagai Tim Komunikasi Presiden, menyampaikan materi mengenai Sudut Istana.
sumber video: WAG Flash Blogging Bengkulu (by Mas Aji)

Pak Andoko dan Beberapa Peserta Flash Blogging

Apa sih Sudut Istana?



Sudut Istana adalah tempat untuk membantu masyarakat mengetahui berbagai informasi dan kebijakan pemerintah, khususnya yang menjadi fokus perhatian Presiden pada seminggu terakhir. 
(sumber: youtube Sudut Istana)

Jadi dari sini masyarakat bisa melihat dan memantau apa saja yang menjadi kegiatan dan kebijakan pemerintah. Misalnya saja berita tentang blusukan Presiden, infrastruktur, pembangunan manusia, dan sebagainya.

Bengkulu sendiri juga sudah merasakan program positif pemerintah ini, seperti:
  1. Program sejuta rumah, yang membantu rumah nelayan di kelurahan Sumber Jaya sebanyak 120 rumah pada tahun 2016-2017
  2. Penataan jalan
  3. Penataan ruang terbuka dan sekitar masjid
Pak Andoko juga menyampaikan, bahwa pemerataan tidak dapat dicapai dengan kesamaan perlakuan. WHY? Sebab kesamaan perlakuan (Equality) berbeda dengan keadilan. Misalnya saja dalam bidang pendidikan, seorang siswa tidak bisa diberikan materi atau soal yang sama dengan apa yang didapatkan oleh seorang guru karena tingkat kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, haruslah diberikan materi dan soal yang berbeda. Itulah yang dinamakan dengan keadilan (Equity).

Beliau juga menampilkan beberapa video mengenai kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya saat ini sudah ada, BBM satu harga. Dimana dahulu,  misalnya masyarakat di Kalimantan membeli BBM dengan harga 45.000 rupiah/liter saat ini seluruh masyarakat di Indonesia bisa menikmati BBM dengan harga yang sama, yaitu Rp. 6.450. Bisa dibayangkan betapa terbantunya masyarakat dengan kebijakan ini.

Berikut ini salah satu video tentang Pemerataan yang Berkeadilan yang saya ambil dari youtube Sudut Istana:



Saya pribadi baru tahu adanya Sudut Istana ini dan ternyata Presiden Jokowi sendiri juga memiliki aset digital. Jadi, selain melalui Sudut Istana, masyarakat juga bisa mengetahui apa saja program dan kegiatan pemerintahan presiden Jokowi melalui aset digital presiden, yang beralamat di:

  • Website   : Presidenri.go.id
  • Facebook: Presiden Joko Widodo
  • Twitter    : @Jokowi
  • Youtube  : youtube.com/jokowi
  • Instagram: @jokowi

Aset digital ini berfungsi juga agar masyarakat bisa dekat dengan pemimpinnya sendiri. Menurut saya juga sebuah langkah sekaligus contoh yang baik dalam segi pemanfaatan teknologi dan informasi.

Kemudian, pembicara selanjutnya adalah Mak Mira Sahid yang menyampaikan materi mengenai blogging dan bagaimana seharusnya etika seorang blogger. Materi ini lah yang akhirnya mengubah mindset saya tentang acara-acara seperti ini yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Mak Mira Sahid founder Komunitas Emak-Emak Blogger sekaligus sebagai pemateri kegiatan


Beliau menyampaikan bahwa sebagai blogger haruslah memperhatikan etika untuk menciptakan engagement yang baik dengan segala lapisan masyarakat termasuk pemerintah. Beliau juga memaparkan manfaat menulis di blog, yaitu:
  1. Passion
  2. Rekam Jejak Digital
  3. Media Informasi
  4. Personal Branding
  5. Engagement
  6. Peluang
Karena enam manfaat di atas itulah sebagai seorang blogger haruslah membuat postingan yang bermanfaat, tidak melulu hanya memikirkan tentang uang. Sebab apa saja yang kita tulis di blog maupun media sosial bisa menjadi rekam jejak digital yang akan kita tinggalkan sekalipun nanti jika sudah meninggal dunia.

Mak Mira Sahid juga memberikan materi mengenai bentuk blog yang bagus, menurut beliau blog yang bagus sebaiknya:
  1. Ramah mata
  2. Up to date & Informatif
  3. Spesifik
  4. Personal
  5. Berguna
  6. Unik
Selain itu Mak Mira juga menyampaikan pesan begini: Dear Blogger & Netizen, You are What You Write! Jadi, sebelum menulis secara daring haruslah THINK terlebih dahulu.

Is it True?

Apakah yang akan kita posting benar dan akurat informasinya? Bukan sebuah hoax yang meresahkan?

Is it Hurtful?

Apakah postingan ini menyakiti perasaan seseorang atau golongan tertentu?

Is it Illegal?

Apakah boleh memposting sesuatu yang terlalu pribadi atau membuka kejelekan seseorang atau suatu badan?

Is it Necessary?

Apakah penting memposting semua kegiatan pribadi termasuk muka selfi yang berlebihan?

Is it Kind?

Apakah yang kita posting menunjukkan kesantunan atau malah terlalu vulgar?


Yup, itu dia beberapa materi yang disampaikan oleh dua orang pembicara pada kegiatan Flash Blogging dengan tema "Menuju Indonesia Maju" ini. Saya sendiri akhirnya bisa menyimpulkan manfaat atau tujuan dari kegiatan ini, yaitu:

  1. BLOGGER SEBAGAI PEMERSATU BANGSA: Bahwa sebagai masyarakat, khususnya bloggger haruslah pandai menjaga etika dalam tulisan demi persatuan bangsa. Sebab, saat ini informasi dan komunikasi yang sangatlah mudah malah membuat masyarakat rentan terkena isu atau pun berita hoax yang berujung pada perpecahan bangsa.
  2. PERAN SAYA SEBAGAI GURU DAN ORANGTUA: Sebagai guru dan sekaligus seorang blogger, saya sendiri akan tetap meneruskan kegiatan saya untuk mengkampanyekan kegiatan internet baik di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar pada umumnya. Salah satu cara yang telah saya lakukan adalah mengajak para pelajar di sekolah saya untuk memposting materi belajar mereka di media sosial yang mereka gunakan, yaitu Instagram. Melalui pembiasaan ini para pelajar di sekitar saya akan terbiasa untuk memposting sesuatu dengan prinsip: THINK BEFORE POSTING
Nah, menurut kamu sendiri kegiatan seperti ini apa manfaatnya? Boleh sharing ya di kolom komentar.



Cakupan Materi Bahasa Inggris pada Olimpiade Guru Nasional 2018

1 komentar

Cakupan Materi Bahasa Inggris pada Olimpiade Guru Nasional 2018 termuat pada pedoman OGN Dikdas 2018. Berdasarkan pedoman tersebut, berikut ini materi yang diperkirakan akan muncul:
  1. Mampu memahami, mengaplikasikan dan menalar tentang fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari berbagai teks pendek (kurang dari 50 kata), medium (antara 50-125 kata) maupun panjang (antara 125-200 kata) yang mencakup: transaksional dan interpersonal; deskriptif; prosedur; naratif; eksposisi; recount (menceritakan kembali); berita; laporan. 
  2. Mampu menggunakan ungkapan-ungkapan interaktif dengan siswa untuk pembelajaran teks di dalam kelas. 
  3. Mampu menulis teks dengan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang sesuai dengan tujuan dan konteksnya.
  4. Mampu menghasilkan karya ilmiah tentang teks pembelajaran teks. 
  5. Mampu mengomunikasikan karya ilmiah tersebut di poin Nomor 4 dalam bentuk presentasi. 
Berdasarkan pengalaman saya saat mengikuti olimpiade guru Bahasa Inggris tingkat provinsi, bisa saya simpulkan bahwa seluruh soal yang ada memiliki karakteristik soal HOTS (Higher Order Thinking Skills). Diperlukan analisis dan pemahaman yang benar-benar baik agar mampu menjawab soal.

Rata-rata soal untuk materi profesional yang ada saat itu, berupa teks berita, laporan, recount dan eksposisi. Sedangkan untuk soal pedagogik berupa studi kasus. Ada 100 butir soal berbentuk pilihan ganda yang harus dijawab dalam waktu 180 menit.

Jika lolos ke tingkat nasional, siap-siap menghasilkan karya ilmiah dan mempresentasikannya. Info selengkapnya silakan buka Pedoman OGN Dikdas 2018

Cara Daftar Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2018

10 komentar
Halo, sesuai janji saya sebelumnya, kali ini saya mau kasih langkah-langkah untuk mendaftar sebagai peserta Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2018. Langsung aja ya ikuti caranya di bawah ini. Tenang saja, sudah saya lengkapi gambar agar lebih mudah.

  1. Buka halaman web www.kesharlindungdikdas.id. Nanti ada halaman login seperti di bawah ini. Kalau belum punya akun di kesharlindungdikdas, boleh bikin dulu. Caranya mudah, tinggal klik daftar kemudian lengkapi data yang diminta, seperti NUPTK, email, dan lain-lain. Nah, kalau sudah punya akun, tinggal login saja dengan cara mengetikkan alamat email/NUPTK serta password yang sudah dibuat ketika mendaftar. Kemudian klik login.
  2. Setelah masuk ke halalaman, arahkan kursor ke tab navigasi di sebelah kiri, klik menu: Kegiatan --> OGN --> Administrasi. Nanti ada keterangan: Anda Belum Terdaftar di Kegiatan OGN. Untuk mendaftar, klik: Apply Kegiatan
  3. Setelah apply kegiatan, langkah selanjutnya adalah melengkapi berkas administrasi. Klik "Choose File" lalu "Upload" untuk mengupload berkas administrasi yang telah disimpan dalam bentuk PDF. Jangan lupa, berkasnya disatukan dalam 1 file PDF saja ya. Baca caranya di postingan sebelumnya.
  4. Jika telah terupload, kamu bisa lihat hasil unggahannya dengan mengklik tanda (+) maka hasil unggahan bisa ditampilkan
  5. Untuk mengecek apakah lolos seleksi ke tahapan berikutnya, bisa klik tab "Tahapan Seleksi". Jika tahapan seleksi berhasil, maka akan ada tanda "Oke". Jika masih dalam proses, ada keterangan "Tunggu"
Untuk lebih jelasnya kamu bisa lihat gambar di bawah ini ya. Jangan lupa cek secara berkala tahapan seleksinya. Semoga membantu dan selamat berkompetisi!

Cara Login ke Web kesharlindungdikdas
. 
Cara Mendaftar Kegiatan OGN 2018



Cara Mengunggah File

Cara Melihat Tahapan Seleksi


PDFJoiner Aplikasi untuk Menggabungkan Dokumen PDF secara Online dan Gratis

1 komentar
PDFJoiner:


Halo!
Saya masih sibuk ngurusin syarat administrasi untuk mengikuti seleksi Olimpiade (OGN) 2018. Ternyata eh ternyata, filenya harus dalam bentuk PDF. Alhasil, harus di-scan terlebih dahulu dan disimpan ke dalam bentuk dokumen PDF. Caranya? Boleh pakai printer yange bisa scanning, boleh juga pakai aplikasi smartphone.

Nah, saya sudah coba nih pakai scanning printer kebenaran di sekolah ada, jadi numpang scan. Hehehe... Sesuai berkas administrasi yang diminta ada 4 file: surat pernyataan, surat keterangan telah mengikuti UKG, surat keterangan sedang tidak bertugas sebagai kepala sekolah, dan surat izin mengikuti OGN.

Ternyata dan kenyataannya lagi, 4 file tersebut harusnya dijadikan dalam satu file bentuk PDF bukan terpisah 4 PDF. Jadi, sudah saya coba dengan adobe reader biar bisa nyatuin filenya ternyata (lagi) harus upgrade Adobe ke premium. Biayanya lumayan lagi, 200K/bulan. 

Akhirnya, googling  cara menyatukan file yang harusnya bersatu ini. Taraaa... Ketemu deh caranya, pakai PDFJoiner. Aplikasi edit file PDF secara online ini gampang banget makenya.
Caranya:

  1. Pastikan laptop terkoneksi ke internet dan file PDF yang mau disatukan sudah tersimpan di laptop
  2. Buka laman PDFJoiner,
  3. Drag and drop file PDF yang masih terpisah ke dalam kolom bertanda drop here
  4. Susun urutan file sesuai dengan kebutuhan
  5. Kalau sudah, klik combine PDF dan 
  6. Download sebagai satu file utuh
  7. Beri nama file sesuai dengan isi PDF-nya, misal: Berkas administrasi OGN 2018 Dwi Apura Meity


Nah, gampang kan? Selanjutnya tinggal daftar OGN dan upload ke akun masing-masing di www.kesharlindungdikdas.id. Kalau kamu ada cara lainnya boleh juga loh share di kolom komentar.

Cara daftar OGN-nya nantikan di postingan berikutnya, ya? 😉

Rumah Juara: Aplikasi Belajar Anak Masa Kini

19 komentar

Selamat Tinggal Cara Belajar Lama, Selamat Datang Gaya Belajar Baru.

Rasanya perkembangan teknologi dan pertukaran informasi sangat cepat terjadi di era sekarang. Belum lagi dengan adanya sosial media dan internet. Kita semakin cepat mendapatkan informasi yang ingin kita cari. Tidak hanya para pekerja dan orangtua saja yang kemudian mengandalkan kemajuan teknologi ini. Anak masa kini, atau yang sering kita sebut dengan generasi Z turut memanfaatkan hadirnya teknologi.

Sangat berbeda dengan era di mana teknologi belum secanggih sekarang. Untuk membeli dan mendapatkan gadget, biasanya harus melalui menabung, meraih prestasi, atau saat usia sudah cukup remaja. Namun berbeda dengan sekarang. Beberapa perusahan besar pembuat gadgetjustru tengah menyasar pasar anak generasi Z. Mengapa? Ya, karena suka tidak suka, pengguna internet kita semakin meningkat, khususnya pengguna internet pada usia di bawah 17 tahun.

Hadirnya internet pun memberi warna di kehidupan kita. Ada yang kecanduan dan membuat lupa berinteraksi dengan lingkungan sekitar, bahkan yang baru-baru ini, kecanduan gadget mengganggu kejiwaan. Seburuk itukah kehadiran gadget?


Sebagai orangtua, tentu kita sangat takut akan dampak negatif gadget. Tapi mau bagaimanapun, anak sangat sulit dijauhkan dari gadget. Lalu, bagaimana caranya ya?

Dari beberapa referensi yang saya dapatkan di internet, kehadiran teknologi tidak dapat dijauhkan dari manusia. Karena bagaimanapun, manusia modern telah bergantung banyak kepada teknologi khususnya gadget dalam urusan mendapatkan informasi, menunjang pekerjaan, dan fungsi utamanya sebagai komunikasi. Adapun yang harus dicegah dari salahnya penggunaan gadget adalah memanfaatkannya untuk kejahatan maupun kriminal, dan aktivitas lainnya yang mengganggu kehidupan sosial kita.

Hal ini juga yang kemudian ditangkap baik oleh pendidikan kita. Di mana beberapa sekolah, sudah memasukkan muatan lokal mata pelajaran TIK untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas. Begitu pula di sekolah dasar. Komputer sudah mulai dikenalkan kepada siswa SD.

Untungnya, kemajuan teknologi ini juga diikuti dengan adanya aplikasi belajar yang menyenangkan untuk anak. Salah satunya adalah Rumah Juara.



Aplikasi Rumah Juara didesain menjadi media interaktif yang menyenangkan untuk guru dan anak. Tak hanya itu, di Rumah Juara juga tersedia beberapa game yang saya lihat memang dikhususkan untuk mengasah kemampuan anak sesuai dengan tingkat kelasnya. Seperti permainan menghitung, dan melakukan percobaan/ peragaan.

Aplikasi yang sudah digunakan di 33 provinsi ini ternyata juga menggunakan acuan kurikulum nasional yang dikeluarkan oleh pemerintah, yaitu Kurikulum 2013 (K13). Jadi, para orangtua yang menyekolahkan anaknya di sekolah negeri tidak perlu khawatir lagi jika anaknya belajar menggunakan Rumah Juara. Beberapa fitur menarik yang wajib dicoba adalah media interaktif, bank soal, dan ebook.





Memanfaatkan teknologi untuk mendidik anak di rumah, mengapa tidak? Saya mencoba mengunduh aplikasi Rumah Juara untuk menjadi teman belajar anak saya di rumah. Meskipun anak saya masih usia TK, namun Anak saya tertarik untuk belajar menggunakan aplikasi ini karena media interaktif di dalamnya berisi banyak video animasi, game, dan audio yang memang saya butuhkan untuk mengasah keterampilannya dan meningkatkan pengetahuannya.

Urusan mengajar di rumah semakin mudah. Saya bisa memantau dan mendampingi anak saat belajar. Kuota internet yang ada pun akhirnya tidak percuma. Anak bisa memaksimalkan penggunaan gadget untuk kepentingan belajar.

Oh ya, bagi orangtua yang memiliki profesi sebagai guru. Di Rumah Juara juga disediakan kolom kontribusi. Di sini, para guru SD dapat mengirimkan karyanya dalam bentuk soal, game, video, audio, maupun mengajak guru/ orangtua bergabung bersama Rumah Juara. Apa benefitnya? Setiap 5.000 poin yang sudah terkumpul, dapat ditukarkan dengan hadiah gadget. Wow, menarik sekali ya! Program ini berlaku mulai Maret hingga Juni 2018. Yuk, buruan mendaftar dan unduh aplikasinya melalui PlayStore!



MindMaple, Aplikasi Mudah untuk Membuat Mind Map

23 komentar


MindMaple - Halo, suka bingung saat diminta membuat mind map? Mind Map atau grafik peta pikiran ini kadang juga berfungsi untuk membuat struktur organisasi, loh. Sudah pernah coba bikin chart organization di Microsoft Word? Sulit bin pusing kan? Nah, makanya kamu sebaiknya instal aplikasi MindMaple ini di laptop kamu biar kerjaan kamu makin mudah.

Cara Instal

Untuk menginstal aplikasi ini mudah sekali, setelah komputer kamu terkoneksi ke internet tinggal buka browser dan akses mesin pencari, seperti Google. Kemudian ketik "download mindmaple." Tenang aja, downloadnya ada yang gratis kok dan bukan software bajakan ya. Namun, versi premiumnya juga ada.

Setelah terunduh, untuk menginstal tinggal klik run, ikuti petunjuk dan tunggu hingga proses selesai. Mudah ya?

icon_sub_2_10

Cara Menggunakan Mindmaple

Setelah terinstal di komputer kamu, saatnya kita coba bikin mind map! Untuk menggunakan aplikasi ini, tinggal double click icon shortcut Mindmaple di desktop  atau melalui menu start kemudian pilih Mindmaple. Setelah itu, kamu bisa pilih bentuk mind map yang sudah tersedia atau membuat sendiri bentuk yang diinginkan.

Mudahnya, aplikasi ini akan secara otomatis memperbesar atau memperkecil ukuran callout dan membuat garis hubung sendiri. Menambah dan menghapus grafik juga tinggal add dan delete aja. Simple dan tentunya menyenangkan.

Nah, ini contoh mind map yang sudah saya buat, berupa jadwal ngeblog 😁



Yuk, coba bikin mind map versi kamu!

Daftar Situs Berikut Ini Bisa digunakan sebagai Sumber Materi Bahasa Inggris Bagi Pendidik

17 komentar

Salam Guru!
Kali ini saya mau bagiin daftar situs sebagai sumber materi mata pelajaran Bahasa Inggris yang bisa digunakan oleh guru di kelas. Selain itu,  mengkases situs di bawah ini juga bisa meningkatkan kemampuan guru itu sendiri dalam memahami teks berbahasa Inggris, loh. Yuk, belajar bersama-sama.

Beberapa situs yang dapat dijadikan sebagai sumber materi yaitu:

a. www. bbc.com dan www. voa.com

Dalam situs ini pendidik dapat menggunakan materi reading dan listening

b. www.ed.ted.com 

Dalam situs ini pendidik dapat menggunakan sebagai sumber materi yang terkait dengan ilmu pengetahuan, ilmu sosial dan bahasa dalam bentuk animasi.

c. Archieve.org 

Dalam situs ini, peserta didik dapat memperoleh materi baik video, buku, artikel, audio sejumlah kurang lebih 8 juta judul.

d. www. youtube.com 

Dalam situs ini, peserta didik dapat menggunakan sebagai materi menyimak lagu dan film pendek.

Beberapa media berbasis TIK yang dapat digunakan untuk berkreasi dan berkolaborasi:

a. www. facebook.com dan twitter

Baik pendidik maupun peserta didik dapat membuat grup untuk berkomunikasi melalui media sosial ini. Peserta didik dapat menyimpan portofolio mereka di media sosial ini.

b. www. skype.com 

Media ini dapat digunakan untuk berkomunikasi secara langsung, dapat secara perorangan maupun berkelompok.

c. Edmodo, Cartoon maker, screencast o’matic,words cloud

Media ini untuk mengoptimalkan daya kreasi, imaginasi, daya kritis peserta didik. Peserta didik dapat memanfaatkan media ini untuk berkreasi dan berbagi hasil karya mereka baik dengan teman sekelas mereka maupun teman dari berbagai negara.

d. www. soundcloud.com dan Today’sMeet

Media sosial ini seperti halnya dengan facebook hanya dalam bentuk suara saja.Media ini dapat digunakan peserta didik untuk merekam suara (dalam bahasa Inggris).Today’s Meet adalah media untuk diskusi. Selanjutnya akan mendapat respon dari pengguna yang lain.

e. Power point, keynote dan prezi 

Media ini diperlukan untuk membuat presentasi yang menarik. Dapat digunakan juga presentasi dengan menggunakan suara dan gambar yang menarik


Website yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik dalam rangka pengembangan diri diantaranya:

a. americanenglish.state.gov

Website ini menyediakan artikel-artikel tentang pembelajaran bahasa Inggris.

b. Englishagenda.britishcouncil.org dan Teaching Forum

Website ini menyediakan artikel dan buku berbasis pada praktek pembelajaran dan riset. Pendidik dapat mengunduh dan memanfaatkan sebagai sumber bacaan dan juga untuk riset.

c. Edutopia.org

Website ini menyediakan artikel tentang pembelajaran bahasa Inggris dan inovasi-inovasi dalam pembelajaran.

d. teachthought.com 

Website ini menyediakan artikel dan informasi tentang berpikir kritis, belajar dan pembelajaran serta project-based learning, problem-based learning dan juga discovery learning.

e. writingcommons.org dan english.purdue.edu

Website ini menyediakan panduan tentang menulis.

Selain website diatas, banyak website-website yang lain yang banyak memberikan kesempatan kepada para pendidik untuk mengikuti webinar ataupun kursus singkat. Program ini disebut dengan MOOC (Massive Open Online Course). Kursus ini sangat beragam dan dapat dipilih sesuai waktu yang disediakan. Rata-rata adalah 6-8 minggu. Pendidik dapat mencoba di Coursera dan EdX.

Pendidik juga dapat memanfaatkan Skype untuk berdiskusi dan berbagi dengan rekan sejawat antar sekolah, antar propinsi bahkan juga antar negara. Dengan memanfaatkan teknologi, pendidik dapat dengan mudah bertanya dan berdikusi dengan para ahli di bidang pembelajaran bahasa Inggris.

Nah, cukup banyak ya sumber materi berupa website yang bisa diakses oleh guru, calon guru, pelajar atau siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Sekarang tugas kita tinggal mengunjungi salah satu atau kesemuanya sesuai dengan minat dan kebutuhan.  Happy learning!

Cara Melindungi Aplikasi YouTube dari Konten Negatif di Smartphone Anda

8 komentar
Halo, berjumpa lagi dengan saya. Masih dalam rangkaian workshop internet BAIK, setelah sebelumnya saya share postingan tentang cara melindungi aplikasi Play Store dari konten negatif, kali ini giliran saya berikan tutorial agar aplikasi YouTube di smartphone aman buat anak di bawah umur.

Yes, udah paham banget kan gimana dampak negatif menonton video porno dari internet ini seperti mewabah? Selagi bisa dicegah sejak dini, mengapa tidak? Paling enggak kita sudah berupaya dengan melindungi keluarga kita sendiri dari dampak penggunaan gadget dan internet.

Cara Melindungi Aplikasi YouTube dari Konten Negatif

Caranya gampang banget, ikutin aja step by step di bawah ini,
  • Buka atau log in ke akun YouTube anda
  • Kemudian klik tanda 3 titik yang berada di bagian sudut atas sebelah kanan

  • Pilih setelan/setting
  • Selanjutnya pilih menu mode terbatas
  • Aktifkan menu mode terbatas tersebut

  • Aplikasi YouTube anda sudah terlindungi dari konten negatif
Perlu diingat, meskipun anda telah melindungi aplikasi seperti Play Store dan YouTube di smartphone dari konten negatif, bukan berarti anda membiarkan anak berlama-lama menggunakan smartphone. Sebab anak anda juga perlu aktivitas lainnya bersama anda dan tentunya sebagai orangtua anda tidak ingin bukan jika sang anak lebih 'lengket' dengan smartphone ketimbang anda sebagai ayah atau ibunya?

Ayo, bijak berinternet. Gunakan internet dengan BAIK: Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif. Sampai jumpa di postingan berikutnya!

Cara Melindungi Aplikasi Play Store dari Konten Negatif di Smartphone Anda

10 komentar
Masih ingat cerita saya tentang seminar internet BAIK?

Janjinya saya bakal lanjutin hari kedua ya tentang workshopnya? Karena materinya banyak, bakalan saya pilah aja dulu mana yang harus disampaikan duluan. Nah, menurut saya turorial atau cara melindungi Aplikasi Play Store dari konten negatif ini penting banget di-share duluan. Agar anak kita terlindungi dari konten negatif seperti aplikasi atau game yang tidak sesuai untuk usianya.


Wah, emang perlu ya aplikasi Play Store di android dikasih filter? Penting banget, kak. Soalnya di Play Store kan tak semua game, film, buku, atau aplikasi cocok untuk anak-anak. Coba perhatikan, deh saat akan mengunduh (download) game ada keterangan usia seperti 3+, 7+, 12+, 16+,  dan 18+ . Artinya, sebagai orangtua kita harus menyesuaikan game atau aplikasi sesuai dengan usia anak ya jangan sampai anak usia 7+ udah main mobile legend karena jelas di sana keterangannya 12+. Sebab ada adegan yang tak patut dilihat anak usia di bawah 12 tahun. 

Nah, berikut cara memfilter aplikasi di Play Store, khususnya game agar sesuai usia anak.
Yuk, langsung ikuti caranya!

Cara Melindungi Aplikasi Play Store dari Konten Negatif


  • Buka aplikasi Play Store di android kamu
  • Klik tanda garis 3 yang berada di sudut kiri atas

  • Kemudian pilih setting atau setelan


  • Pilih menu Kontrol pengguna --> Kontrol orang tua

  • Aktifkan dan buat PIN konten

  • Masukkan PIN atau nomor sandi yang mudah anda ingat, kemudian konfirmasi kembali PIN anda

  • Pilih menu Aplikasi & Game
  • Tentukan batasan maksimum sesuai usia anak. Misalnya, untuk anak saya yang berusia 4 tahun saya memilih batasan usia 3+. Artinya ketika ia ingin mengunduh aplikasi atau game maka yang muncul hanya game dengan kategori batasan maksimum 3+ saja.

  • Setelah itu, klik Simpan.
  • Aplikasi Play Store sekarang sudah aman untuk diakses oleh si kecil
Mudah sekali bukan caranya? Ayo, lindungi si kecil dari tontonan dan aplikasi yang tidak sesuai usianya demi mendukung gerakan #internetBAIK untuk Indonesia 😊