Liburan, Belajar dan Berkreativitas Lebih Menyenangkan dengan Traveloka Xperience

Rabu, 16 Oktober 2019
"Bu, aku mau ikut kelas Sempoa" - Adis, 6 tahun

Mendengar permintaan anak pertamaku itu mataku langsung membulat besar. Bukan marah, tapi heran. Dia tahu Sempoa itu dari mana coba? Usut punya usut ternyata dari teman satu sekolahnya yang ikut les Sempoa. Akhirnya, saat kebetulan lewat tempat les Sempoa itu dia mengajak aku berhenti sebentar di sana. Okelah, kupikir tidak ada salahnya sekadar mencari informasi seperti apa kelas dan belajarnya. Jika sesuai dan memungkinkan ya kenapa tidak?

Ternyata jika ingin belajar di sana harus meluangkan waktu 3 hari dalam seminggu, dengan durasi belajar 1 jam perharinya. Biayanya juga lumayan. Namun, yang memberatkan bukan soal biayanya melainkan waktu belajarnya yang cukup lama bikin aku dan suami berpikir panjang untuk mengabulkan permintaan Adis. Lagipula setelah di'interogasi' tujuan utama anak gadis ini sebenarnya bukan mau les, sih. Tapi mau main dengan teman satu sekolahnya itu. Padahal, dia tidak bisa juga berada dalam satu kelas dengan temannya ini karena level belajarnya sudah beda.

Akhirnya, dengan bujuk rayu keinginan ini bisa ditunda dulu. Melihat juga kebiasaannya yang memang sudah sekolah TK ini masih ingin bermain-main maka kami pikir lebih baik cari les atau kelas dan kursus yang waktunya tidak panjang dan di sana dia masih bisa bebas bermain.


"Bu, aku mau ikut Datuk Nenek ke Jakarta, boleh?" - Adis, 6 tahun

Permintaan yang ini diutarakannya saat kakek neneknya berencana mengunjungi cucu mereka lainnya yang baru lahir di daerah Karawaci Tangerang. Setelah berdiskusi dengan suami, kami memutuskan mengizinkannya pergi. Mengingat juga kondisi aku saat ini yang sedang hamil tua, tidak mungkin untuk ikut dan menemaninya. Saat itu rencana berangkatnya tanggal 11 Oktober s.d 14 Oktober 2019. Tidak terlalu lama dan tentu tidak terlalu merepotkan juga.


Halaman Awal Aplikasi Traveloka, Pilih Xperience untuk merencanakan liburan yang menyenangkan

Nah, saat merencanakan dia liburan ke Jakarta itu, tepatnya di Karawaci Tangerang. Kebetulan aku yang memesan tiket pesawat di aplikasi Traveloka, aku melihat fitur Traveloka Xperience yang menawarkan Classes & Workshops. Iya, kelas belajar sekaligus bermain buat anak-anak banyak banget di sini. Ada dua tempat yang aku bidik, di Sumarecon Mall Serpong dan Supermall Karawaci karena dekat dengan tempat Adis menginap.

Setelah melihat beberapa pilihan dan review, akhirnya aku memilih untuk menjadwalkan kelas menghias donat di Supermall Karawaci dan playground di Summarecon Mall Serpong sesampainya dia di sana nanti. Anaknya pasti senang banget karena salah satu cita-citanya jadi koki dan dia juga sempat ikut lomba menghias donat sebelumnya, loh.

Foto paling atas saat Adis bermain di Playground Summarecon Mall Serpong
Foto berikutnya pilihan playground dan Kelas Menghias Donat di Traveloka Xperience

Cara Pesan Tiket di Traveloka Xperience

Cara pesan tiket masuk playground ataupun mendaftar di kelas ini gampang banget. Setelah buka aplikasi traveloka dan memilih Xprerience, kita bisa langsung menuliskan lokasi atau tempat di sekitar yang ingin dikunjungi. Aku saat itu langsung memilih Karawaci, dan tempat spesifiknya Summarecon Mall Serpong dan Supermall Karawaci. Nanti di sana bisa pilih sesuai kategori lagi, mau Playground atau Classes & Workshops. Sesuaikan saja dengan kebutuhan. Aku pillih dua ketegori itu sekalian karena memang liburan ini khusus buat anak.
Selanjutnya akan muncul beberapa pilihan, tinggal klik yang diinginkan terus pesan deh tiket masuknya. Segampang itu!

Aku jadi lega, sekarang menjadwalkan kegiatan buat anak saat liburan jadi lebih mudah. Waktunya juga tidak panjang dan lama, yang memungkinkan si kecil nanti tiba-tiba mogok belajarnya.

Ketika Harus Ganti Rencana Liburan...

Tapi kadang rencana tak semulus kenyataan, ternyata anakku yang saat itu memang pergi dengan
kakek neneknya, di hari pertama tiba di Bandara Soekarno Hatta, memilih langsung mengunjungi TMII (Taman Mini Indonesia Indah) yang berada di Jakarta Timur. Emaknya yang ditinggal ini langsung tepok jidat! Untungnya lagi, di Traveloka Xperience ada fitur Attraction, jadi bisa pesan langsung juga tiket masuknya. Sesuai rekomendasi di aplikasi dan om-nya yang memang pernah ke sana, dipilihlah tempat yang akan dikunjungi nanti Taman Burung TMII, Dunia Air Tawar & Dunia Serangga TMII.

Foto pertama: Pemesanan tiket masuk Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga di TMII
Foto Berikutnya: #XperienceSeru Adis saat mengunjungi tempat tersebut


Mereka juga merencanakan menginap di Hotel Santika yang lokasinya tak jauh dengan TMII. Kemudian keesokan harinya baru akan menuju ke Karawaci Tangerang. Pesan hotelnya juga bisa langsung pakai aplikasi Traveloka, dong tentunya.

Fitur Free Cancellation untuk Ganti Rencana Liburan

Terus, rencana sebelumnya gimana dong? Tenang, ada fitur Free Cancellation  juga kok. Jadi bisa batalin rencana pertama dan ganti dengan rencana lainnya. Nanti, tinggal susun ulang deh rencana jalan-jalan dan belajarnya.

Caranya tinggal klik aja di kategori Xperience yang sudah dipilih sebelumnya, lalu klik Free Cancellation untuk membatalkan pembelian tiket masuk. Gratis, loh.

#XperienceSeru Adis di Taman Burung TMII bersama nenek 💗

Anak senang, ibu tenang, kakek neneknya juga happy liburang bareng cucu! Dari tempat-tempat yang dikunjunginya, Adis bisa belajar sekaligus bermain saat mengisi liburan. Terima kasih Traveloka Xperience, #XperienceSeru jadi kenyataan!

Alasan Memilih Fikes Dehasen Bengkulu

Rabu, 18 September 2019
Sebagai seorang guru, seringkali saya bertanya kepada murid-murid di sekolah, What do you want to be? Cita-cita kalian apa sih nanti? Tak sedikit dari mereka menjawab ingin menjadi tenaga kesehatan, seperti bidan, perawat dan yang paling favorit menjadi seorang dokter.

Tentu saja saya menyambut antusias beragam jawaban mereka. Apapun cita-citanya tentu harus dipersiapkan dari sekarang. Termasuk memilih sekolah dan perguruan tinggi yang nantinya akan mendukung karir mereka.

Nah, jika berminat untuk menjadi tenaga kesehatan tentunya mereka harus memilih fakultas ilmu kesehatan yang terbaik, yang bisa meluluskan mahasiswa-mahasiswa hebat. Baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Bagi warga Bengkulu dan sekitarnya bisa memilih Fikes Dehasen sebagai fakultas pilihan. Berikut ini beberapa alasan yang bisa menjadi pertimbangan mengapa memilih Fikes Dehasen: 


Lokasi Fikes Dehasen Bengkulu yang Strategis di Pusat Kota

Foto saat mengunjungi Fikes Dehasen Bengkulu

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dehasen Bengkulu berlokasi di Jalan Merapi Raya no. 43 Kelurahan Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu. Jika Anda melintasi daerah Kebun Tebeng, pasti mata Anda akan langsung menangkap sebuah gedung megah berwarna oranye dengan fasilitas lengkap ini. 


Fasilitas Lengkap Fikes Dehasen


Saat pertama kali saya mengunjungi gedung Fikes Dehasen ini, saya menjadi salah satu panitia dari kegiatan lintas kampus perwakilan Relawan TIK. Saya merasa kagum dengan ruang aula yang luas, bisa menampung ratusan orang dari berbagai civitas akademika. Di sisi kanannya terdapat kantin yang tertata rapi dan bersih. Rasanya nyaman dan membuat saya ingin menjadi mahasiswa lagi.

Kali kedua mengunjungi gedung ini, saya bertugas sebagai salah seorang pembicara di kelas Blogger bagi pemula. Lagi-lagi bagi saya yang senang menjumpai hal baru, mendapati ruang perkuliahan yang nyaman dan full AC menjadi nilai tambah bagi saya jika ingin menuntut ilmu di fakultas kesehatan ini. Tidak perlu repot menenteng infocus ke kelas karena telah terpasang di langit-langit ruangan dan juga tidak perlu pusing ketika gadget kehabisan daya, sebab di bawah setiap meja ada 'colokan' listrik.

Bahagianya makin bertambah karena bisa mengakses internet gratis sebab ada hotspot di setiap ruangan.

Foto kegiatan belajar Blog bagi Guru beberapa waktu lalu di salah satu ruang perkuliahan Fikes Dehasen

Pihak Universitas Dehasen (Unived) benar-benar memberikan fasilitas terbaik bagi para mahasiswa maupun akademisi di Fikes ini. Selain yang telah saya ceritakan di atas, adapun fasilitas keren lainnya yang disediakan adalah:
  1. Gedung belajar lantai 6 dengan ruang perkuliahan ber-AC
  2. Laboratorium Bahasa
  3. laboratorium Komputer
  4. Laboratorium Kesehatan (untuk anak, maternitas, gawat darurat, medikal bedah, dan kebutuhan dasar manusia)
  5. Klinik umum
  6. Sarana olahraga
  7. Aula
  8. Hotspot gratis di setiap ruangan
  9. Perpustakaan
  10. Kantin
  11. Mushola
  12. Tempat penitipan anak
  13. Mini market
Fasilitasnya lengkap bukan? Seandainya saya bekerja atau kuliah di sini pun tentu akan betah,sebab sebagai seorang ibu yang bekerja, saya bisa sekalian menitip anak di tempat penitipan anak. Berkah sekali bisa menuntut ilmu sambil tetap menjalankan peran ibu.

Prestasi Dosen dan Mahasiswa Fikes Dehasen

Pada awalnya Fikes Dehasen ini bernama STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan)
Tampak pada foto Tenaga Pengajar (Dosen) Fikes Dehasen

Fasilitas pendukung yang lengkap tersebut juga didukung oleh tenaga profesional lulusan dalam negeri dan luar negeri yang tentunya juga berprestasi.

Beberapa prestasi yang pernah diraih oleh Dosen Fikes Dehasen:
  1. Hibah Penelitian PDP dari Kemenristek Dikti Tahun 2017 yang didapatkan oleh Ns. Desmetasari, S.Kep, M.Kes dan Fiya Diniarti, SKM, M.Kes
  2. Hibah Penelitian PDP dari Kemenristek Dikti Tahun 2018 yang diperoleh Ns. Tita Septi Handayani, S.Kep, MNS dan Darmawansyah, SKM, M.Kes
  3. Hibah Penelitian PDP dari Kemenristek Dikti Tahun 2019 yang diraih oleh sembilan dosen Fikes Dehasen berprestasi.
Tentunya dengan prestasi dari para dosen terbaik ini, Fikes Dehasen mampu mendidik mahasiswa/mahasiswi yang juga berprestasi.




 Beberapa prestasi yang berhasil diraih oleh mahasiswa Fikes Dehasen antara lain:
  1. Pemenang Hibah PKM-M (Program Kreatifitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat) dari Kemenristek Dikti Tahun 2017 sebesar Rp. 8.000.0000,-
  2. Pemenang Program Hibah Bina Desa (PHBD) dari kemenristek Dikti Tahun 2017 sebesar Rp. 35.000.000,-
  3. Student Exchange di University Malaysia Serawak tahun 2019
  4. Juara favorit Duta HIV AIDS
  5. Perningkat IV Peserta Pemilihan Putri Pariwisata Bengkulu Tengah Tahun 2019
Serta masih banyak prestasi lainnya yang pernah diraih oleh mahasiswa Fikes Dehasen baik dalam bidang pendidikan, olahraga, maupun kesenian.

Alumni yang Mampu Bersaing di Dunia Kerja

Hal ini membawa Fikes Dehasen berhasil meluluskan mahasiswa yang mampu bersaing di dunia kerja, dengan penyebaran alumni seperti pada data berikut ini:
  1. Instansi Pemerintahan sejumlah 30 orang
  2. Rumah sakit swasta sejumlah 18 orang
  3. Perusahaan BUMN/BUMD sejumlah 125 orang
  4. Perusahaan Swasta sejumlah 10 orang
  5. Pusat Kesehatan Masyarakat sejumlah 31 orang
  6. Klinik sejumlah 115 orang 
(Sumber Data Alumni 2013)

Program Studi Pilihan di Fikes Dehasen

Jika Anda tertarik untuk bergabung di Fakultas Ilmu Kesehatan Terbaik di Bengkulu ini, beberapa program studi yang bisa Anda pilih adalah:

  1. Sarjana Kebidanan dan Profesi (S-1)
  2. Ilmu Keperawatan (S-1) dan Konversi D3 ke S-1
  3. Kesehatan Masyarakat (S-1) dan Konversi D3 ke S-1
  4. Profesi Ners
  5. Keperawatan (D-3)
  6. Kebidanan (D-3)
Hebatnya lagi, biaya pendaftarannya GRATIS.
Anda hanya cukup melengkapi persyaratan sebagai berikut:

  1. Fotokopi ijazah/Surat Keterangan Lulus Sekolaj (SMK/SMA/Sederajat)
  2. Surat keterangan sehat dari Klinik Pratama Dehasen
  3. Pas foto 3x4 dan 4x6 masing-masing 3 lembar
  4. Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
  5. Wawancara
  6. Map berwarna sesuai dengan program studi masing-masing
Ah, sulit rasanya untuk tidak memilih Fikes Dehasen sebagai fakultas ilmu kesehatan pilihan. Mari wujudkan cita-cita hebatmu di fakultas ilmu kesehatan yang juga hebat, Fikes Dehasen Bengkulu! 

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition bersama Blogger Bengkulu dan Fikes Dehasen"

Contoh Soal Bahasa Inggris Kelas 7 Chapter 1 Materi Greeting, Leave taking, Apologizing and Thanking

Sabtu, 14 September 2019

ENGLISH TEST - CHAPTER 1
Materi: Greeting, Leave-Taking, Apologizing and Thanking

A.   Choose the correct answer!
1.       Student : Good Afternoon, Sir!
Mr. Ken : . . .
a.       Thank you                   b. No, problem              c. See you tomorrow      d. Good Afternoon

2.       Julia       : Hi, Nadine! . . .
Nadine : I’m very well, thank you.
a.       How are you?            b. Good morning              c. Hello                         d. Thanks

3.       What do you say to greet your teacher at 07.00 a.m?
a.       Good evening           b. Good day                    c. Good morning              d. Good afternoon

4.       What do you say to greet your friend at 05.00 p.m?
a.       Good evening           b. Good afternoon          c. Good morning              d. Good night

5.       Which one is expression of greeting?
a.       Thank you                   b. I’m sorry                         c. How are you                  d. See you

6.       Mother : It’s time to go bed, dear!
Shandy : . . . , Mom.
a.       Good night                 b. Thanks a lot           c. Not at all                         d. You’re welcome

7.       Marsha : I have to go now.  . . .
Tommy : See you later!
a.       Good evening           b. See you                           c. Nice to meet you         d. How are you

8.       Alkha     : . . . , Okta
Okta      : Good bye, Alkha!
a.       Sweet dream             b. Good night                    c. Good bye                        d. Fine, thanks

9.       Tasya     : Do you bring my book?
Raisya   : . . . I forgot to bring it.
a.       I’m sorry                      b. Thank you                      c. No, problem                  d. My pleasure

10.   Father   : This is your new smartphone, dear
Ali           : Wow! Thank you so much, dad!
Father   : . . .
a.       Forget it                       b. Don’t worry               c. Thanks a lot              d. Don’t mention it

B. Fill in the blank with the best expression!
11.   Cleo       : I apologize for dropping your glass
You        : . . . .

12.   Mother                : Thank you for helping me clean the floor
You        : . . . .

13.   You        : . . . .
Friend   : See you tomorrow!

14.   You        : . . . . for breaking the window, Sir
Mr. Jon : Forget it. But, don’t do that again.

15.   You should say . . . . if your  friend gives you a gift.


**GOOD LUCK**


Name    :                                                                                               Score:
Class      :
No
A
B
C
D
No
A
B
C
D
Answer for Part B
1




6




11

2




7




12

3




8




13

4




9




14

5




10




15


Download for Free: Power Point Materi Attention - Bahasa Inggris Kelas VIII

Sabtu, 17 Agustus 2019
Attention atau perhatian adalah materi Bahasa Inggris bab pertama bagi peserta didik kelas VIII.
Ada dua materi yang perlu disampaikan, yaitu: Asking Attention dan Giving Attention

Berikut ini adalah contoh power point yang bisa digunakan di kelas untuk mengajar, dilengkapi dengan contoh dialog penggunaan ekspresi meminta dan memberi perhatian serta latihan soal.

Sila download materi: Attention, Please!

Perayaan Bagi Seorang Guru: Naik Pangkat

Minggu, 09 Juni 2019
Naik pangkat guru dari golongan IIIb ke IIIc. Sebuah cerita inspiratif --

Assalamualaikum Wr Wb

Saat ini banyak guru yang menetap di satu pangkat golongan saja karena terbentur kendala sulitnya memenuhi persyaratan untuk kenaikan pangkat.

Termasuk aku juga yang terlalu betah pada zona nyaman. Selama 7 tahun berkutat di golongan IIIb. Padahal seharusnya setiap empat tahun (bahkan bisa lebih cepat jika Angka Kredit mencukupi) sudah bisa banget loh mengusulkan kenaikan pangkat. Artinya kalau pangkat naik, otomatis pendapatan bertambah.

Lalu, syarat yang terdengar sulit itu di mana? Begini, kalau dulu guru bisa naik pangkat per-dua tahun sekali hanya dengan menghitung jumlah jam mengajar saja. Saat ini, guru dituntut lebih profesional, ditantang untuk mengembangkan diri dan membuat karya tulis ilmiah sebagai syarat kenaikan pangkat.

Singkatnya, jam mengajar saja 24 Jam seminggu atau 40 Jam pun tidak akan membuat seorang guru naik pangkat begitu saja.

Lantas, apa yang membuat aku jadi semangat untuk mengurus kenaikan pangkat? Sebabnya teman-teman seangkatan lain sudah dari tahun lalu berhasil naik ke 'kasta' yang lebih tinggi. Hahaha

Lah, aku masih gini-gini aja. Padahal pengembangan diri aku setelah dihitung kemarin ada 10 jenis kegiatan pelatihan guru. Artinya melebihi persyaratan untuk naik pangkat ke golongan IIIc yang hanya butuh 3 jenis pengembangan diri.

Oke deh, pengembangan diri atau istilah kerennya PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) ini gampang lah ya dipenuhi, cuma datang pelatihan atau workshop untuk guru saja dengan minimal lamanya 30 Jam.

Hal berikutnya yang paling bikin mager buat pindah golongan berdasarkan survei adalah Karya Tulis Ilmiah. Guru dituntut menulis. Melakukan penelitian kecil-kecilan di kelas. Nah, banyak sekali yang menyerah di sini. Termasuk aku juga hampir menyerah 😂. Sebab itu artinya guru dituntut menulis PTK (Penelitian Tindakan Kelas) sendiri.

Aku juga setelah setahun baru rampung menyelesaikan satu PTK untuk syarat naik pangkat ke IIIc. Selama itu. Iya!

Padahal menurut pedoman panduan naik pangkat yang aku baca dan curhat dengan tim penilai angka kredit guru untuk kenaikan pangkat ini, PTK bukan satu-satunya karya tulis yang bisa dibuat loh.

Jadi bisa berupa artikel yang terbit di jurnal atau koran. Boleh juga menulis best practice (pengalaman mengajar yang menurut guru ybs itu paling kece dampaknya terhadap anak didik). Boleh juga menulis buku. Bisa berupa diktat pelajaran atau karya seni berupa buku kumpulan puisi, kumpulan cerpen atau novel yang diterbitkan.

Lantas, dari sekian banyak karya tulis aku mengerjakan yang mana? Awalnya, aku mengandalkan sebuah buku kumpulan cerpen karangan sendiri yang diterbitkan secara indie. Kemudian, merasa kurang PD (takut angka kreditnya tidak mencukupi nilai 4, jika dinilai kurang kompleks) aku merambah menulis best practice (maksimal nilainya 2). Lagi-lagi karena aku kurang yakin kalau angka kreditnya bakalan cukup atau tidak setelah ditambah kumcer, akhirnya aku memutuskan menulis PTK (nilainya pasti 4).

Makanya naik pangkat aku jadi tertunda selama itu. Sebab, aku tidak siap gagal. Hehehe... Ya, bayangin aja kan, aku ngurusin semuanya sendiri. Rugi banyak kalau waktu habis menghitung angka kredit lantas syaratnya ternyata kurang satu poin.

Meskipun kalau aku mau, ada banyak kok calo pembuatan PTK baik online ataupun offline. Bahkan lengkap dengan segala bantuan penghitungan angka kredit serta pembuatan sertifikat PKB kalau syaratnya kurang. Cuma mikirnya ya... Rugi aja bayar sekian juta, cuma buat satu PTK. Mending jajanin skincare atau sepatu baru.

Alhamdulillah, saat berjuang mengurus keribetan 'naik kasta' ini ada seorang teman seperjuangan yang insyaallah sama-sama berada di jalan yang lurus. Terus ada aja teman yang sudah jago nyusun urusan ini dengan senang hati membantu, mengajari dengan sabar. Tanpa bayaran sepersen pun. Meskipun hal itu membuat aku harus menghitung ulang angka kredit. Tapi bersyukur sekali, sebab niat dan doa yang kuat telah dikabulkan-Nya.

Aku ingat di suatu malam, sebelum tidur, hampir menangis berdoa pada Allah:

"Ya, Allah aku tidak bisa menulis PTK dan menghitung angka kredit. Tolong ajari aku."

Miracle! Besoknya aku lancar banget menyelesaikan PTK dan menghitung angka kredit serta syarat naik pangkat lainnya. Selama hampir dua bulan menyusun berkas, revisi sana-sini, Alhamdulillah sujud syukur selesai tepat waktu.

Saat ini, aku sedang menanti SK pangkat baru nanti di bulan Oktober. Sungguh sebuah perayaan bagi seorang guru yang sudah 7 tahun lamanya tidak naik pangkat ini. 😍


Auto Post Signature

Auto Post  Signature