Seandainya di Zaman Ibu Sudah Ada ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400)

21 komentar

Ibuku Panutanku

Saya terlahir 37 tahun yang lalu, dari seorang ibu rumah tangga biasa dan memiliki ayah yang bekerja sebagai guru di beberapa sekolah demi mencukupi kebutuhan. Untuk membantu keuangan rumah tangga, ibu saya menekuni bisnis kreditan panci atau pakaian. 

Ya, selain kami berlima sebagai keluarga inti, ada tiga orang adik ibu saya yang masih sekolah dan dua orang kakak angkat perempuan yang disekolahkan oleh ayah saya tinggal di rumah. Terbayang betapa ramainya rumah KPR yang berisi sepuluh orang itu.

Pendapatan ayah saya saat itu boleh dibilang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan ibu pernah bercerita, ayah saya pernah tidak punya uang satu sen pun untuk mengisi bahan bakar motornya untuk berangkat mengajar ke tiga sekolah yang jaraknya berjauhan.

Jangan ditanya soal apa yang kami makan sekeluarga. meskipun kondisi keuangan pas-pasan, seingat saya ibu saya selalu mengutamakan asupan gizi dan pendidikan kami. Walaupun protein hewaninya kadang hanya sebutir telur yang dibagi dua. Alhamdulillah sayuran ada yang bisa dipetik di belakang rumah hasil tanaman ibu dan beras dolog dari pemerintah selalu tersedia. Meskipun kalau dilihat warnanya itu agak kekuningan dan keras saat dimakan. 

Urusan pakaian tentu saja kami hanya beli baju baru saat hari raya. Bahkan sewaktu kecil, kadang ibu saya menjahitkan 'baju baru' untuk saya dari potongan baju ayah atau ibu saya yang sudah robek. Saya masih ingat bagaimana bahagianya ketika mendapatkan baju baru spesial itu.

Kondisi keuangan keluarga yang tidak stabil saat itu mendorong ibu saya untuk nekat mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Ya, ibu saya selepas SMA langsung dilamar oleh ayah saya, yang saat itu adalah muridnya. Jadi, beliau merasa harus sekolah lagi demi masa depan keluarga. 

Saya ingat bagaimana ibu saya bercerita. Ketika mulai kuliah, beliau di jam 3 pagi sudah selesai mencuci dan menjemur pakaian. Lalu ketika semua pekerjaan rumah selesai, beliau berangkat kuliah dengan motor vespanya. Tekadnya berhasil menjadikannya seorang guru. Diterima sebagai pegawai negeri dan mulai merintis karirnya. 

Ibu dan Teknologi 

Menjadi guru selama puluhan tahun tentu banyak hal yang dilalui. Termasuk perkembangan teknologi yang sangat pesat. Saya tahu betul bagaimana beliau berusaha untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dimulai dari belajar menggunakan OHP, handphone, LCD proyektor, dan saat beliau bersikeras mau belajar komputer. 

Jangan dibayangkan handphone zaman dulu itu smartphone seperti yang sekarang. Punya ibuku masih yang ada antenanya dan besar banget mirip ulekan batu cobek. Saya juga ingat ibu sering menenteng tas berat yang berisi OHP untuk presentasi materi saat mengajar. Nah, buat yang tidak kenal OHP (Over Head Projektor), benda ini tuh bisa dilbilang cikal bakalnya LCD proyektor saat ini. Bedanya OHP memproyeksikan media transparan ke arah layar, dengan hasil gambar yang cukup besar. Gambar atau tulisannya biasanya hitam putih. Tergantung dengan tinta warna apa yang ibu gunakan untuk menulis di plastik transparannya. Plastik transparan ini bukan kantong kresek belanjaan ya.. melainkan plastik bening yang sering digunakan sebagai cover untuk menjilid fotokopian itu.

Menulisnya pun harus menggunakan pena khusus dan ditulis dengan tangan lembar demi lembar. Kebayang pegalnya tangan kalau harus membuat presentasi berlembar-lembar. Tambahan lagi OHP ini beratnya bisa mencapai 9Kg! Kebayang dong gimana perjuangan beliau bawa-bawa OHP ini ke kelas.

Makanya ketika LCD proyektor mulai jadi trend, ibu juga beradaptasi lagi belajar menggunakan LCD proyektor. Kalau dulu OHP hanya bisa menampilkan tulisan tangan dan gambar yang dibuat sendiri dengan keterbatasan warna. Maka seperti yang kita tahu, LCD proyektor ini bisa menampilkan video, gambar atau data dari komputer dengan tampilan yang jauh lebih menarik. 

Apalagi kalau video atau gambar yang ditampilkan berasal dari laptop ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) yang mengusung layar OLED. Pasti pengalaman audio visual di kelas jadi semakin menyenangkan. Sebab laptop yang menggunakan layar ASUS OLED mampu mereproduksi 100% warna pada color space DCI-P3 yang setara dengan 133% warna pada color space sRGB. Bahasa sederhananya nih tampilan visualnya jadi lebih detail dan akurat gitu. Seperti pada perbandingan gambar berikut:

A picture containing text, colorfulDescription automatically generated
Sumber foto: Laman ASUS OLED

Selain itu, kelebihan dari laptop dengan layar ASUS OLED adalah sebagai berikut:
1. Warna kelas profesional terbaik
2. Mengurangi 70% cahaya biru yang berbahaya untuk kenyaman mata
3. OLED memiliki volume warna 1,6x dibandingkan dengan LCD
4. Kontras ekstrim, detail menakjubkan
5. Waktu respons tercepat di laptop mana pun
6. Sudah mengantongi sertifikat PANTONE Validated Display
7. mengusung rasio layar 16:10 beresolusi 2.8K (2880x1800)

Seandainya ibu belum pensiun saat ini, tentu beliau tidak akan segan meng-upgrade gadgetnya ke ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400)  ini.


Ibu dan Aplikasi Microsoft Office

Awalnya setelah kenal LCD proyektor, ibu selalu minta bantuan rekan kerjanya untuk mengoperasikan. Namun seiring berjalannya waktu beliau sadar bahwa beliau tidak bisa terus-terusan mengandalkan orang lain. Dulu beliau sering berkata,
"Zaman canggih sekarang kalau tidak belajar teknologi ketinggalan. Mau minta bantuan orang lain terus gak bisa. Orang lain juga punya kerjaan. Ngandalin kalian anak-anak ibu juga gak mungkin terus-terusan kan? Makanya ibu nekat mau belajar. Ayo, ini ibu diajarin! Nanti seandainya kalau kalian pada sekolah di luar kota semua, ibu gimana?"
Akhirnya dengan penuh semangat, beliau diajari oleh kakak laki-laki saya, yang dari dulu memang cinta banget dengan komputer. Tentu saja diawali dengan belajar menghidupkan dan mematikan komputer dengan benar. Lalu merambah ke Microsoft Office. Dimulai dari Microsoft Word lalu dilanjutkan ke Microsoft Power Point. Untuk Microsoft Excel, ibu mengaku pusing karena banyak rumusnya. Jadi saat itu beliau lebih memilih menghitung nilai secara manual menggunakan kalkulator. 



Saya sih maklum, untuk generasi guru di zaman sekarang saja banyak yang menyerah dengan aplikasi satu itu. Saya pun hanya sekadar bisa mengolah nilai saja, bukan yang ahli banget. Tapi sebenarnya di zaman sekarang, tidak bisa menolak lagi sih untuk belajar menggunakan berbagai aplikasi di Microsoft Office ini. Apalagi saat ini aplikasi bawaan sistem Windows ini memang selalu dipakai untuk mengerjakan berbagai tugas administrasi guru.

Tambahan lagi sistem operasi Windows ini juga terus berkembang mengikuti zaman. Laptop lama yang dimiliki oleh ibu saya yang masih mengusung Windows XP ataupun Windows 7 sudah mulai tidak kompatibel dengan berbagai aplikasi komputer saat ini. Tentu saja sebenarnya bisa di-upgrade ke Windows 11 seperti yang dimiliki ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400). Namun laptopnya sudah tidak mampu karena keterbatasan performa.

Lain halnya dengan ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) yang bisa dimaksimalkan untuk menjalankan aplikasi Windows 11. Pengguna bisa beralih ke mode Performance yang akan membuat prosesor bekerja dengan TDP di 45 Watt. Sehingga membuat laptop bekerja lebih gesit serta responsif. Tidak perlu khawatir juga dengan performanya kalau mau upgrade, sebab ASUS menggunakan storage berbasis M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD berkapasitas 512GB dengan memory 16GB DDR4.

Ibu dan Kariernya

Setelah belajar dengan kakak laki-laki saya, beliau akhirnya bisa membuat RPP sendiri (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), laporan kegiatan, lembar kerja siswa, slide presentasi sederhana dan berbagai karya lainnya.

Kerja keras dan dedikasinya sebagai guru tentu saja membuahkan hasil. Beliau sering terpilih mengikuti berbagai pelatihan dan workshop di luar provinsi. Kemudian menjadi tutor untuk guru lainnya di kota kami. Tentu saja sambil tetap mengajar di sekolah tempat tugasnya. Fyi saja, tidak semua guru berkesempatan dikirim untuk mengikuti pelatihan di luar kota dan menjadi tutor. Alasan menguasai teknologi juga menjadi salah satu faktor penentunya.

Meskipun ibu saya belum expert, setidaknya beliau tidak lagi bergantung pada orang lain untuk  mengoperasikan sendiri Power Point saat presentasi dan mengoneksikan sendiri LCD Proyektor ke laptop. "Loh, ternyata mudah ya? Tinggal colok saja." Ucapnya kala itu sambil tertawa.


Yes, apalagi kalau menggunakan  ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) yang sudah dilengkapi dengan port USB Type-A, HDMI, dan Micro SD card reader. Urusan memindahkan data dan presentasi tentu bukanlah menjadi kendala besar. Mau dikoneksikan ke speaker juga aman karena dilengkapi dengan port Audio Jack. Apalagi laptop ini juga didukung dengan Smart Amp Technology, Built-in speaker, Built-in array microphone dan lebih kerennya lagi sudah mengantongi harman/kardon certified audio. Artinya teknologi ini menawarkan true surround-sound yang mampu menghasilkan suara 2.5x lebih kencang.

Nah, Setiap kali pergi pelatihan ataupun menjadi tutor di pelatihan guru, beliau selalu membawa barang wajib, yaitu laptop. Kadang beliau mengeluh sakit bahu karena laptop di zaman itu cukup tebal dan berat. Seandainya saat itu sudah ada ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) yang didesain ringkas dan ringan dengan bobot hanya 1,4Kg, serta ketebalan bodi hanya 18,9mm tentu beliau akan lebih happy ya... 

Ibu dan Bisnisnya

Selain melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, Ibu juga tetap menekuni hobinya berjualan. Berkat ketekunannya, beliau berhasil memiliki satu usaha penjualan produk fashion dan rumah tangga. Omzetnya bisa sampai ratusan juta setiap bulannya. Beliau juga bisa membuka lapangan kerja untuk memberdayakan perempuan dalam mengelola bisnisnya.

Tentu saja bisnis yang besar memerlukan administrasi yang baik. Setiap hari selalu ada pembukuan untuk barang masuk dan keluar menggunakan aplikasi khusus menggunakan komputer dengan spesifikasi tertentu. Lalu melakukan order barang secara online, mengecek email order, invoice dan retur barang, serta berbagai kegiatan lainnya secara online.

Kalau dulu, di awal internet digunakan, kami masih menggunakan kabel telepon yang disambung ke komputer. Kemudian diikuti perkembangan zaman, juga mulai menggunakan modem dan WiFi.

Sama halnya dengan teknologi dari ASUS yang selalu berkembang. Laptop ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) dilengkapi dengan Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5. Semuanya bisa memudahkan pengguna untuk terkoneksi ke Internet atau perangkat lain dengan lebih cepat dan praktis.



Jangan ditanya betapa kerasnya beliau berjuang untuk mempelajari semua hal baru dan berkenalan dengan berbagai alat teknologi dan informasi ini. Alhamdulillah saat itu saya bisa membantu beliau dan juga mengajari karyawan lainnya agar melek dengan teknologi. Sehingga bisnis yang dikelola ibu tetap bisa berjalan hingga bertahun-tahun lamanya.

Namun tentu saja pasar bisnis ada naik turunnya. Saat pandemi melanda, ibu akhirnya memutuskan untuk menutup tokonya. Hasil penjualan sudah tidak bisa lagi menutupi biaya operasional bisnisnya. Hanya jika ada pelanggan yang ingin membeli stok barang yang tersisa saja, baru ibu akan membuka tokonya. Begitu selesai transaksi maka toko ditutup kembali.

Ibu juga tidak lagi mengambil barang dari supplier. Jika ada yang ingin memesan produk keluaran terbaru, maka beliau akan menyarankan melakukan pemesanan secara mandiri via online.

Keinginan Ibu Memiliki Toko Online

Sejujurnya, stok barang di toko ibu juga masih banyak. Saya sempat menyarankan ibu untuk menjualnya secara live shopping atau membuat akun e-commerce supaya barang yang tersisa cepat laku. Tapi kata ibu saat itu, "Iya yah, kapan nih kita eksekusi? Semakin berumur ini makin lelah. Tenaga tidak sama seperti dulu. Lagian aset barang elektronik juga sudah banyak rusak karena jarang dipakai. Tidak pernah di-update." keluhnya.

Saya pikir ucapan beliau ada benarnya. Mungkin saat ini saya juga perlu turun tangan langsung untuk membuatkan toko online dan mengelolanya. Soalnya saya masih berada di usia produktif, masih full powerful performance. Hihi.. jadi mirip ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) yang Hadir dengan ditenagai AMD Ryzen™ 5000 H-Series Mobile Processors yang memiliki full powerful performance core untuk multitasking bahkan video editing. Selain powerful, prosesor ini memberikan daya baterai lebih awet sehingga produktivitas harian semakin maksimal. Dilengkapi dengan kartu grafis integrasi AMD Radeon yang memberikan performa gaming yang tanpa lag. Produktivitas harian dimanapun dan kapanpun jadi maksimal dengan performa prosesor dan kartu grafis dari AMD ini.

Saya yakin nih dengan spesifikasi yang dimiliki laptop ini, akan memudahkan impian ibu untuk memiliki toko online sendiri. Selain menjual sisa stok barang, rencananya kami juga akan memasarkan koleksi bunga ibu yang sudah beranak pinak. Sebelumnya sudah ada beberapa pelanggan yang tertarik dan membeli beberapa anakan dari koleksi daun keladi ibu. Nah, kalau dipromosikan secara online tentu akan lebih banyak omsetnya. 

Kalau lihat halaman rumah ibu tuh sejuk banget. Penuh dengan dedaunan hijau, bunga, dan beberapa pohon buah-buahan. Pokoknya sejuk deh. Seperti ASUS yang membekali Vivobook Pro 14 OLED (M3400) dengan system pendingin IceCool Plus terbaru. Sistem pendingin yang ditenagai dua kipas angin berbahan Liquid Crystal Epoxy Polymer (SCP) sehingga dapat hadir denggan 86 bilah di setiap kipasnya. Sistem pendingin ASUS IceCool Plus juga mampu mengalirkan udara 16% lebih baik dan memastikan Vivobook Pro 14 OLED (M3400) bekerja secara optimal.



Yup, boleh dibilang ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) memang dirancang sebagai perangkat penunjang aktivitas sehari-hari sehingga penggunanya dapat menjadi lebih produktif. Selain beberapa fitur yang sudah disebutkan di atas, laptop ini juga dilengkapi dengan touchpad yang luas, keyboard ASUS ErgoSense, AI Noise Cancelling, HD webcam terintegrasi lengkap dengan slider privacy shutter, dan baterai berkapasitas 50Wh yang tahan lebih dari 8 jam penggunaan.

Spesifikasi lengkapnya ada pada tabel berikut:

Main Spec.

Vivobook Pro 14 OLED (M3400)

CPU

AMD Ryzen™ 7 5800H Mobile Processor (8-core/16-thread, 20MB cache, up to 4.4 GHz max boost)

AMD Ryzen™ 5 5600H Mobile Processor (6-core/12-thread, 19MB cache, up to 4.2 GHz max boost)

Operating System

Windows 11 Home

Memory

16GB DDR4

8GB DDR4

Storage

512GB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD

Display

14-inch, 2.8K (2880 x 1800) 16:10, ASUS OLED, 90Hz 0.2ms, 600nits,

DCI-P3 100%, Pantone Validated, VESA HDR True Black

Graphics

AMD Radeon™ Graphics

Input/Output

1x USB 3.2 Gen 2 Type-A, 2x USB 2.0 Type-A, 1x HDMI 1.4, 1x 3.5mm Combo Audio Jack, Micro SD card reader

Connectivity

Wi-Fi 6(802.11ax) (Dual band) 2*2 + Bluetooth 5

Camera

720p HD camera with privacy shutter

Audio

Smart Amp Technology, Built-in speaker, Built-in array microphone, harman/kardon certified audio

Battery

50WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion

Dimension 

31.58 x 22.63 x 1.89 ~ 1.92 cm

Weight

1.4 Kg

Colors

Solar Silver, Cosmos Blue

Price

Rp11.299.000 (Ryzen 5 / 8GB RAM / 512GB SSD)

Rp11.799.000 (Ryzen 5 / 16GB RAM / 512GB SSD)

Rp12.799.000 (Ryzen 7 / 16GB RAM / 512GB SSD)

Warranty

2 tahun garansi global dan 1 tahun ASUS VIP Perfect Warranty


Berdasarkan tabel di atas, harga untuk ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400) juga cukup terjangkau. Cocok digunakan oleh pelaku UMKM, pelajar, pendidik ataupun profesi lainnya yang memerlukan perangkat penunjang. Semoga kami berkesempatan memiliki laptop idaman ini yah.

Akhir kata saya mengambil sebuah kutipan dari B.J Habibie untuk menutup tulisan ini...





Cara Mendapatkan Akun Canva for Education

Tidak ada komentar

Saat ini tentu sudah banyak yang kenal dengan Aplikasi Canva. Sebuah platform yang mudah sekali digunakan bahkan bagi seorang desainer pemula. Ya, Canva menyediakan berbagai template yang bisa digunakan membuat infografis, undangan digital, video seingkat, iklan, postingan media sosial, dan sebagainya. 

canva for education
Contoh tampilan beranda akun Canva for Education yang sudah disetujui


Saat ini Canva juga peduli dengan pendidikan loh. Makanya mereka membuat sebuah program yaitu, Canva for Education. Jadi, mereka yang bertugas di ranah pendidikan bisa punya akun Canva for Education secara gratis. Sudah tahu dong kalau akun Canva itu ada yang gratis dan berbayar (premium). Nah, kalau akun Canva for Education ini apa ya?

Keunggulan Akun Canva for Education

  • Gratis
  • Fitur yang ada pada Canva for Education mirip dengan Canva premium
  • Template yang ada lebih spesifik pada pendidikan
  • Bisa membuat kelas online sendiri
  • Bisa ditautkan dengan kelas online yang sudah ada (misalnya google classroom)
  • Bisa mengundang murid untuk bergabung pada akun Canva for Edu

Cara Mendapatkan Akun Canva for Education

Nah, aku sendiri mendapatkan akun Canva for Education ini dari sebuah pelatihan guru. Cara mendapatkannya sebagai berikut:
  • Membuat akun canva baru pada link Canva for Education
  • Klik daftar, lalu isi data yang diminta
  • Untuk unggah dokumen sebagai bukti anda adalah seorang guru, bisa mengunggah scan sertifikat pendidik, kartu NUPTK, atau SK Mengajar
  • Setelah akun dibuat, akun Canva for Education tidak langsung aktif
  • Maka buka pengaturan akun, isi pertanyaan 'Apa tujuan anda menggunakan Canva?' dengan memilih Guru
  • Cek inbox email yang didaftarkan untuk Canva for Education
  • Pada email lihat notifikasi apakah akun anda sudah dalam proses pengajuan Canva for Education
  • Tunggu sekitar 4x24 Jam untuk akun diverivikasi
  • Akan ada pemberitahuan apakah akun anda diterima atau ditolak
  • Jika ditolak, anda bisa mengajukan ulang
  • Jika diterima, selamat anda sudah bisa memanfaatkan fitur pada akun Canva for Education.
Demikianlah cara mendapatkan akun Canva for Education secara gratis. Sampai jumpa di tulisan lainnya.

A Story of ASUS OLED

Tidak ada komentar

 “Mas, nanti kado lahiran aku ini aja yaa?” Istriku menunjuk ke sebuah laptop terbaru keluaran ASUS. 

“Oke, honey. Nanti akhir tahun kita beli ya. Sekarang kita nabung buat biaya lahiran dulu.”

Istriku yang penurut itu mengangguk. Ah, manis banget. 


“Mas pergi dulu ke kantor ya. Nanti mungkin pulangnya malam. Ada meeting. Baik-baik di rumah. Jaga bayi kita.” Pesanku sambil mengecup kening istriku dan berlalu.


***


“Iya, Mas. Pengin banget ini laptop baru. Punyaku yang lama loadingnya lambat.” Dia manyun.


“Ya sudah, kita ke ASUS Store yuk!”


“Ini Mas. Aku mau ini yang OLED.”



Aku membaca spesifikasinya: layar OLED.

Hmm… maksudnya apa ya?


Seolah membaca pikiranku, salah seorang tim salesnya menjelaskan.


“Laptop ASUS dengan Layar OLED ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan laptop yang tidak menggunakannya, Kak. ASUS OLED mampu mereproduksi 100% warna pada color space DCI-P3 atau setara dengan 133% warna pada color space sRGB. Jadi nanti tampilan visualnya lebih kaya dan akurat. Detail gitu.


Nah, karena ASUS OLED juga memiliki fitur Eye Care yang dapat mengurangi tingkat paparan radiasi sinar biru pada layar hingga 70%. Maka laptop seri ini jadi lebih nyaman di mata. Sudah dapat sertifikasi Low Blue Light dan Flicker Free dari TÜV Rheinland juga.”


Aku manggut-manggut. Sementara perempuan di sebelahku menggandeng lenganku manja. ‘Ah, sebuah pemandangan visual yang indah. Gak bikin mata sakit. Persis kalau menatap layar ASUS OLED.


“Aku tuh kan perlu laptop buat edit video channel youtube aku, Mas. Sama video-video liburan kita juga. Kalau pakai smartphone layarnya kekecilan.” Rengeknya.


“Nah, pas banget loh Kak. Kalau pilih laptop ini. Laptop modern ASUS OLED sudah diperkuat oleh prosesor Intel Core generasi ke-11 terbaru (Tiger Lake) yang menghadirkan keseimbangan performa dan responsivitas dalam platform berdaya rendah yang dibuat berdasarkan teknologi proses 10nm generasi ketiga. Jadi buat para content creator, laptop ini tuh cocok banget. Sebab performanya yang responsif itu seimbang dengan tampilan visualnya. Lalu, ASUS OLED juga memiliki standar kalibrasi warna yang tinggi dan telah mendapatkan sertifikasi PANTONE Validated Display.”


Tim sales ASUS kembali menjelaskan.


“Selain itu tersedia juga dengan layar OLED 13 sampai 15 inchi yang bikin leluasa kalau mau editing videonya. Harganya juga terjangkau, Kak. Mulai dari Rp8.599.000 saja.” Sambungnya.


Wah, kok murah? Aku mengambil brosur yang disodorkan sales itu padaku.


“Ya sudah. Kamu pilih ASUS OLED yang mana?” Tanyaku seraya menyodorkan brosur ke perempuan cantik di hadapanku.





Mata indahnya memandang satu persatu pilihan laptop ASUS OLED.


“Mau kayak yang punya Raditya Dika ini, Mas. Aku nonton live launching-nya waktu itu. Layarnya duo. Nanti kita tetap bisa video call sambil aku kerja. Jadi kamu bisa temenin aku terus. Lalu ada stylus pen-nya juga. Aku sudah cek semua spesifikasi ASUS OLED ini di website ASUS.


What, a smart girl! Aku semakin kagum dengan perempuan di hadapanku ini. 


“Oh, iya ini ASUS ZenBook Pro Duo, Kak. Memang cocok untuk content creator. Semua ASUS OLED sudah dilengkapi Windows 10 Home yang menawarkan dukungan penuh untuk berbagai perangkat khusus yang digunakan para content creator seperti pen tablet dan dial.


Fyi aja nih Kak, tren layar OLED di laptop sudah mulai diramaikan oleh berbagai brand. Tapi kalau Zenbook Pro Duo dan Zenbook Flip ini kelebihannya karena sudah touch screen, jadi bisa langsung eksekusi saja di layar langsung menggunakan stylus pen.”


“Oke, kami ambil yang ini ya.” 


Aku menunjuk ke gambar laptop ASUS OLED ZenBook Pro Duo. Laptop yang dilengkapi dengan Layar Sentuh utama NanoEdge 15.6” 4K OLED HDR, dan Layar Sentuh kedua ScreenPad™️ Plus yang pasti cocok untuk wanita cantik yang sulit membuatku berpaling ini.


Pasti laptop yang ditenagai up to 10th Gen Intel®️ Core™️ i9 high performance processor dan NVIDIA®️ GeForce RTX™️ 3070 ini bisa bikin hari-harinya juga jadi semakin produktif berkarya, hidup sehat, dan makin bahagia.


Sambil menenteng paper bag bermerk ASUS, aku menggandeng perempuan cantikku yang tampak semringah. Kami menghabiskan hari dengan makan malam bersama di restoran favoritnya. Lalu berlalu pulang…


***


“Selamat pagi.. Aduh, bayinya papa kok nendang muka? Gemes banget!” Aku mencium bayi kami yang dua bulan lagi akan segera lahir.


“Mas, aku mau nanya sesuatu…”


“Hmmm… apa?” Tanganku urung memotong roti lapis daging asap yang tersedia.


Muka istriku terlihat serius.


“Lydia Danira itu siapa, Mas? Namanya ada di mana-mana. Kamu sampai transfer berkali-kali ke dia pake rekening yang aku sendiri nggak tahu kamu punya, Mas. Terus, kamu bawa dia ke ASUS Store. Beliin dia ASUS OLED Pro Duo. It’s my dream, not hers. My dream, Mas!”



***



Mantan membuatmu sulit tidur

Begitupun sinar biru menggempur

Tenang, ASUS takkan timbulkan gangguan tidur


‘Tanpa kamu, Mas. Aku malah bisa tidur lebih nyenyak dan bahagia’


Aku memandang bayi mungil yang masih lelap tertidur. Lalu beralih kembali menatap layar ASUS OLED. Mengetik kata demi kata, menyelesaikan draft novel Layangan Putus yang sempat tertunda. Kali ini aku yakin, jalan ceritanya akan viral di mana-mana.



Disclaimer:

Tulisan ini terinspirasi dari video klip channel Youtube Fiersa Besari "Bukan Lagu Laptop Biasa" dan Tayangan serial di We Tv berjudul Layangan Putus.

Review Scarlett Herbalism Mugwort Mask dan Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask

1 komentar

Setelah kemarin aku nyobain Acne Essence Toner dari Scarlett, sekarang aku malah penasaran dengan Herbalism Mugwort Mask dan Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask.


Keduanya adalah masker yang bagus digunakan untuk perawatan kulit wajah dengan jenis kulit apapun. Termasuk kulit wajah yang berjerawat. Nah, sekarang aku akan review satu persatu ya maskernya.

 

Scarlett Herbalism Mugwort Mask 

 

Kemasan

Dikemas dalam bentuk jar bulat yang dilengkapi spatula, masker ini dapat digunakan untuk merawat kulit berminyak, pori-pori besar, berjerawat dan berkomedo.

 

Tekstur dan Warna

Teksturnya lembut, kental dan mudah diaplikasikan. Warnanya hijau dari Green tea powder.

 

Kandungan

Kandungan yang terdapat pada Scarlett Herbalism Mugwort Mask ini adalah Mugwort Extract, Vitamin C, Glutathione, Niacinamide, Bamboo Charcoal, Allantoin, Chlorophyllin, dan Green Tea Powder. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut:

 

1) Mugwort Extract mempunyai efek membantu menenangkan kulit

2) Vitamin C membantu meningkatkan produksi kolagen

3) Glutathione and Niacinamide membantu  menyamarkan noda pada kulit dan mencerahkan warna kulit

4) Bamboo Charcoal efektif dalam membantu membersihkan kulit

5) Allantoin membantu menjaga kelembapan dan kelembutan

6) Chlorophyllin and Green Tea Powder sebagai antioksidan yang baik untuk anti-aging

 

Cara Pemakaian

Aku sarankan untuk menggunakan masker 1-2 kali seminggu untuk meminimalisir eksfoliasi yang berlebihan ya karena akan bikin skin barrier kamu rusak. Bisa juga malah membuat kulit wajah jadi break out.

 

Untuk pemakaian Herbalism Mugwort Mask ini dilakukan setelah mencuci muka menggunakan brightening facial wash Scarlett. Lalu ambil masker secukupnya menggunakan spatula dan aplikasikan ke seluruh wajah. Biarkan sekitar 15-20 menit atau sampai maskernya mengering. Lalu bilas dengan air. Setelah itu bisa lanjutkan dengan tahapan skincare lainnya seperti toner, serum, dan moisturizer.

 

Kesan pertama saat pemakaian

Saat baru dipakai pertama kali, aku merasa komedo di hidung seperti hilang. Kalau sebelumnya tekstur di hidung rasanya tidak rata, setelah pemakaian masker ini jadi jauh lebih halus.

 

Scarlett Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask

 

Selanjutnya aku akan review Seriously Shooting & Hydrating Gel Mask

 

Kemasan

Dikemas dalam bentuk jar bulat yang dilengkapi spatula, masker ini dapat digunakan untuk merawat kulit kering, kusam, iritasi, dan sensitif. 

 

Tekstur dan Warna

Teksturnya lembut, kental dan mudah diaplikasikan. Warnanya dominan oranye.





Kandungan

Di dalam Scarlett Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask terdapat kandungan Niacinamide, Vitamin C, Grape Fruit Water, Seven Berry Extract, Ginseng Extract, Centella Asiatica, Rose Flower Water, dan Allantoin yang bermanfaat sebagai:

 

1) Niacinamide membantu mencerahkan kulit

2) Vitamin C membantu meningkatkan produksi kolagen

3) Grape Fruit Water membantu menjaga lapisan luar kulit terhidrasi

4) Seven Berry Extract sebagai antioxidant pada kulit untuk membantu melawan radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini seperti kerutan, kusam dan warna kulit tidak merata

5) Ginseng Extract membantu menyamarkan kerutan secara nyata

6) Centella Asiatica Extract merupakan antioksidan yang baik

7) Rose Flower Water dapat membantu mengurangi kemerahan dan bengkak pada kulit

8) Allantoin membantu menjaga kelembapan dan kelembutan kulit

 

Cara pakai yang disarankan:

- Lakukan skin test terlebih dahulu selama 10-15 menit dengan cara aplikasikan masker ke kulit belakang telinga atau siku bagian dalam. Dikarenakan didalamnya terdapat beberapa bahan yang bersifat herbal, sehingga reaksi kulit pada setiap orang dapat berbeda-beda.

- Ambil masker dengan mini spatula. 

- Ratakan masker ke seluruh wajah lalu diamkan masker 15-20 menit dan bilas hingga bersih.

- Lanjutkan perawatan wajah dengan toner, serum, dan cream.

 

Kesan pertama saat pemakaian

Saat baru dipakai pertama kali, aku merasa kulit jadi lebih lembab dan halus. Pokoknya calming banget kulit wajah jadinya. Kemerahan jadi berkurang.

 

Oya, kedua masker ini bisa banget loh dipakai secara bersamaan. Misalnya untuk daerah T (T-Zone: dahi, hidung, dagu) yang cenderung berminyak aplikasikan Herbalism Mugwort Mask. Sedangkan area pipi yang sering kering, oleskan Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask. Sesuaikan saja dengan kondisi kulitmu ya.

 

How to Buy

Nah, kalau kamu berminat memiliki varian Acne Series Scarlett yang lengkap. Bisa checkout di Official Store Scarlett dan pilih Paket Scarlett Mask Say Bye Acne! terdiri dari Herbalism Mugwort Mask, Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask, Facial Wash, dan Acne Essence Toner. Selain harganya lebih hemat, kamu juga bisa mendapatkan FREE Kuas Masker selama persediaan masih ada!

 



Review Acne Essence Toner Scarlett

Tidak ada komentar


Scarlett ada produk baru yaitu toner! Sebagai pengguna skincare Acne Series Scarlett, aku excited banget dong. Pas banget toner korea aku yang harganya lumayan pricey itu habis. Jadi aku mau nyobain Acne Essence Toner dari Scarlett aja.




Seberapa penting toner dalam rangkaian skincare?

Awalnya dulu aku tidak paham, ini toner fungsinya apa sih? Kayak yang enggak jelas gitu kan… mana teksturnya cair mirip kayak air doang. Ternyata setelah rajin skincare-an akhirnya aku paham. Fungsi toner ini untuk membantu penyerapan step skincare selanjutnya agar bekerja lebih baik.


Selain itu tipe pemilihan toner juga harus diperhatikan loh. Toner yang menghidrasi, wajib dipakai setiap hari. Agar kulit senantiasa lembab. Sedangkan toner eksfoliasi sebaiknya digunakan 2-3 kali saja seminggu. Terutama untuk kulit yang sensitif.


Pengalaman aku dulu tuh, pernah pakai toner eksfoliasi tiap hari. Akibatnya kulit malah jadi kering dan muncul minyak berlebih. Abis itu kapok dan tentu jadi lebih selektif milih toner.


Nah, terakhir ini aku cocok pakai essence toner yang fungsinya menghidrasi dari brand korea. Seperti yang aku bilang sebelumnya, pas banget tonernya abis eh Scarlett launching Acne Essence Toner. Auto cobain doongg 😘


Kapan sebaiknya menggunakan toner?

Lalu kapan sebaiknya menggunakan toner? Pengaplikasian toner berada di tahap setelah cuci muka pakai facial wash. Fungsinya untuk mengembalikan kelembaban kulit dan menyiapkan kulit menerima rangkaian skincare selanjutnya.


Nah, toner itu aman banget loh dipakai berlapis. Istilahnya yang sering aku dengar itu “pakai toner berlayer-layer”. Katanya memang efeknya lebih bagus jika pemakaian toner sedikit-sedikit secara merata pada wajah. Lalu diulangi lagi setelah toner di pemakaian pertama menyerap. Mau sampai tiga kali juga gak apa-apa. Dibandingkan dengan pakai tonernya ditumpahin sekaligus banyak di muka.


Cara pengaplikasian toner juga ada dua cara. Pertama dengan menggunakan kapas, yang kedua tap-tap langsung ke wajah dengan cara ditepuk-tepuk pelan. Kalau aku lebih suka pakai cara yang kedua. Selain lebih hemat kapas, hal ini juga meminimalisir aku menggosok wajah dengan kapas yang bisa bikin iritasi.



Review Acne Essence Toner Scarlett


Nah sekarang aku bakal review Acne Essence Toner dari Scarlett ini yah. Setelah pemakaian kurang lebih satu minggu. Oya, aku pakainya pagi dan sore hari setelah cuci muka dengan Brightening Facial wash Scarlett.


Kalau dibandingkan dengan essence toner dari Korea sebelumnya yang sudah aku pakai. Acne Esence Toner dari Scarlett ini memberikan efek yang sama pada kulit wajahku, yaitu menghidrasi. Senangnya juga kulit wajahku tidak menunjukkan reaksi break out atau iritasi. Aman banget. Jadi bakalan terus aku pakai nih tonernya.


Kemasan 

Seperti rangkaian produk acne series Scarlett lainnya, kemasan acne essence toner ini juga didominasi warna ungu. Bahan dasar botolnya plastik bening dengan tutup disertai pump untuk mengeluarkan tonernya.


Menurut aku pump-ini memudahkan banget. Sekali tekan, tonernya keluar. Satu botolnya berisi 100ml toner dengan butiran beads yang mengandung active ingredients di dalamnya. Gemes banget kayak boba mini tapi warnanya ungu.


Kandungan


Di dalam Scarlett Acne Essence Toner terdapat kandungan ZINC SEBUM, GREEN TEA WATER, TEA TREE WATER, PHYTO, SQUALANE, MUGWORT HYDROSOL, VITAMIN C, GINKGO EXTRACT, SUCCINIC ACID, DAN GLUCONOLACTONE, yang dimana bermanfaat sebagai:


1) Zinc Sebum meminimalkan kemerahan yang diakibatkan oleh jerawat

2) Green tea Water and Tea tree Water sifat antimikrobanya mampu membantu menenangkan dan merawat kulit berjerawat.

3) Phyto Squalene sebagai anti-inflamasi yang dapat mengurangi kemerahan dan pembengkakan

4) Mugwort Hydrosol melindungi, menutrisi, dan menghidrasi kulit

5) Vitamin C meningkatkan produksi kolagen

6) Ginkgo Extract meningkatkan kelembapan dan kehalusan kulit

7) Succinic Acid mengontrol dan menyeimbangkan produksi sebum

8) Gluconolactone mengangkat sel kulit mati dengan lembutm membentuk permukaan kulit membuat kulit halus dan merata




Cara Pakai: 

  • Pastikan tangan dalam kondisi bersih
  • Tuangkan toner essence ke telapak tangan lalu tepuk-tepuk secara perlahan ke kulit wajah atau bisa tuangkan toner essence secukupnya pada kapas, kemudian mulai usapkan kapas yang telah dibasahi toner essence hingga ke seluruh wajah


Oya, Acne Essence Toner dari Scarlett ini tentu sudah teregistrasi di BPOM ya. Tertera di kemasannya plus tanggal expirednya juga. Pastinya bebas merkuri dan hidrokuinon dong.


Harganya juga terjangkau, hanya Rp. 75.000/botol. Tersedia juga varian Brightly Essence Toner. Kalau kamu mau cobain Essence Toner dari Scarlett ini bisa langsung ke Official Store Scarlett Whitening ada banyak bundling produk dengan harga menarik.