Tips Memilih Notebook Buat Pelajar Kece!

Jumat, 23 Juni 2017
http://www.uniekkaswarganti.com/2017/05/ASUS-E202-blog-competition-produktif-dan-kreatif-di-mana-saja-dengan-notebook.html
Notebook keren buat kamu, pelajar kece!

Salam pelajar!
Kali ini saya mau bagi-bagi tips dulu nih sebelum bagi THR. Apa tuh? Yups! Tips memilih Notebook buat pelajar kece, kayak kamu!

Udah ga heran ya sekarang ini pelajar dituntut mahir menggunakan teknologi, terutama komputer? Terus pernah ga karena keterbatasan sarana prasarana di sekolah, kamu diminta membawa gawai satu ini sendiri dari rumah? Kalau yang ngajarin TIK-nya saya, pasti pernah. 😂

Part 3: Apa Saja yang Baru dari PKB - Sang Penerus Guru Pembelajar?

Minggu, 18 Juni 2017
Wah, oleh-olehnya hampir habis, nih. Masih ada sedikit yang bakal saya bagikan di sini. Baca juga ya oleh-oleh saya sebelumnya di Part 2: Apa Saja yang Baru dari PKB - Sang Penerus Guru Pembelajar?

Hari Kelima
Wow! Udah hampir selesai aja, hihihi... meskipun masih bulan puasa tetap semangatlah ya mengikuti rangkaian kegiatan. Hari ini kami hanya mempresentasikan hasil kerja kelompok kami mengenai penyusunan soal UASBN. Seperti yang saya sampaikan di postingan sebelumnya, kami diminta membuat soal jenis HOTS. Disamping itu, kami membuat juga soal jenis MOTS dan LOTS. Hahaha... apalagi ini? Kita bahas satu persatu ya...

Saya jabarkan saja bedanya melalui tabel Dimensi Proses Kognitif di bawah ini
HOTS
Higer Order Thinking Skills
Mengkreasi
·         Mengkreasi ide/gagasan sendiri
·         Kata kerja: mengkreasi, desain, mengembangkan, menulis, memformulasikan
Mengevaluasi
·         Mengambil keputusan sendiri
·         Kata kerja: evaluasi, menilai, menyanggah, memutuskan, memilih, mendukung
Menganalisis
·         Menspessifikasikan aspek-aspek/elemen
·         Kata kerja: membandingkan, memeriksa, mengkritisi, menguji
MOTS
Middle Order Thinking Skills
Mengaplikasi
·         Menggunakan informasi pada domain berbeda
·         Kata kerja: menggunakan, mendemonsrasikan, mengilustrasikan, mengoperasikan
Memahami
·         Menjelaskan ide/konsep
·         Kata kerja: menjelaskan, mengklasifikasi, menerima, melaporkan
LOTS
Lower Order Thinking Skills
Mengetahui
·         Mengingat kembali
·         Kata kerja: mengingat, mendaftar, mengulang, menirukan
Sumber: Anderson & Krathwol (2001)

Adapun contoh soal hasil diskusi beberapa kelompok bisa dilihat di foto berikut ini, silakan ditelaah ya apakah masuk soal jenis HOTS, MOTS, atau LOTS.




Sudah selesai? Belum. Di hari kelima ini pula kami merampungkan LK yang mungkin ketinggalan alias belum selesai karena dikejar-kejar deadline. Membuat contoh rangkaian kegiatan yang mungkin bisa diaplikasikan saat turun ke lapangan, mengerjakan soal post-test dan menyusun RTL (Rencana Tindak Lanjut).
Selesai? Hampir. Malamnya, kami masuk ke sebuah gedung besar untuk mengikuti acara penutupan. Yeay! Ternyata, ga sia-sia ngebut ngerjain seabrek LK dan kegiatan. Artinya, di hari ke-enam bisa langsung terbang dan pulang!

Hari Ke-enam



Para kontingen Bengkulu akhirnya memutuskan untuk hijrah ke ibukota, sebab udah terlanjur pesan tiket hari minggu. Hehehe... yes, ga mau ambil resiko aja buru-buru pulang hari sabtu karena jadwal awalnya penutupan jam 12 siang. Sementara trauma dengan perjalanan saat berangkat yang kena macet berjam-jam. Mau naik pesawat malam pakai maskapai penerbangan yang terkenal delay itu juga bikin mikir dua kali. Alhasil, kami pindah ke Jakarta dan saya memilih menginap di rumah saudara biar hemat ongkos dan gratis makan. LOL.

Demikian oleh-oleh dari saya kalau ada yang kurang paham atau mau minta tambah oleh-oleh bisa request dan boleh tulis di kolom komentar di bawah ya atau tolonglah mengerti keadaan saya. Pahami dedek, Bang! :P

Part 2: Apa Saja yang Baru dari PKB - Sang Penerus Guru Pembelajar?

Jumat, 16 Juni 2017

Halo! Saya mau melanjutkan oleh-oleh saya sebelumnya, nih. Sudah baca  Part 1?
Okedeh, kalau sudah kita lanjut ke hari berikutnya

Hari Ketiga
Setelah di dua hari sebelumnya kami membahas tentang PPK dan HOTS, hari ini kami mulai membahas modul PKB. Masih sama ya modulnya dengan modul GP, ada 10 buah modul alias KK (kelompok kompetensi) dari A s.d. J kami yang saat itu dibagi menjadi 10 kelompok, mendapatkan masing-masing 1 KK yang harus kami telaah dan pelajari kemudian dipresentasikan. Setiap modul/KK ini masing-masing membahas materi pedagogik dan profesional.
Berikut ini judul besar dari kesepuluh modul tersebut
1.       KK A : Karakteristik Peserta Didik - Distinguishing Texts and Non Texts
2.       KK B : Teori dan Prinsip Pembelajaran – Modality in Context
3.       KK C : Pengembangan Kurikulum – Short Functional Texts 1
4.       KK D : Media dan Rancangan Pembelajaran – Short Functional Texts 2
5.       KK E : TIK dalam Pembelajaran – Short Functional Texts 3
6.       KK F : Model Pembelajaran – Learning Narrative Texts
7.       KK G : Komunikasi Efektif – Learning Discussion Texts
8.       KK H : Penilaian Pembelajaran – Learning News Item
9.       KK I : Pemanfaatan Hasil Penelitian – Learning Analytical and Hortatory Expositions
10.   KK J : Refleksi Pembelajaran dan PTK – Critical Text Analysis
Baik materi pedagogik maupun profesional harus dipelajari bersamaan dan tentu saja kami tetap harus menyelesaikan LK yang berkaitan dengan modul tersebut dengan waktu yang cukup singkat. Ditambah lagi kami harus mengkajinya dalam dua moda, Tatap Muka (TM) dan Daring (Online).

Hari Keempat
Kami mulai simulasi kelas Tatap Muka. Mirip-mirip dengan peer teaching, dimana ada 2 orang peserta yang bertindak sebagai IN, 3 orang sebagai pengamat, dan peserta lainnya menjadi peserta program PKB. Dua orang yang bertindak sebagai IN tadi harus menyampaikan satu materi modul pedagogik/profesional seolah-olah memang sedang mengajar di kelas program PKB.
Berikut ini contoh alur kegiatan yang bisa dilihat dari sisi sebagai seorang pengamat
Aspek yang Diamati
KegiatanPendahuluan
1
Memotivasi peserta dalam memulai pembelajaran
2
Mengondisikan suasana belajar yang nyaman (pengaturan tempat duduk, media, kesiapan alat bantu pembelajaran)
3
Menyampaikan tujuan, kompetensi, indikator, alokasi waktu dan scenario kegiatan pembelajaran
Kegiatan Inti
Kemampuan memfasilitasi Pembelajaran
1
Menguasai materi pembelajaran
2
Menyajikan materi secara sistematis 
3
Menguasai kelas
4
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan
Pelibatan peserta dalam pembelajaran
1
Menumbuhkan partisipasi aktif peserta dalam kegiatan belajar
2
Merespon positif partisipasi peserta
3
Menumbuhkan keceriaan atauantusiasme peserta dalam belajar
Pemanfaatan media/sumber belajar dalam pembelajaran
1
Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media belajar
2
Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan sumber pembelajaran
3
Melibatkan peserta dalam pemanfaatan  media belajar
Pelaksanaan penilaian pembelajaran
1
Melaksanakan penilaian sikap
2
Melaksanakan penilaian pengetahuan
3
Melaksanakan penilaian keterampilan
Penggunaan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran
1
Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar
2
Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar
Kegiatan Penutup
1
Memfasilitasi peserta merangkum materi pelajaran
2
Melakukan rerefleksi proses dan materi pelajaran








































Mengapa saya bagikan? Sebab menurut saya, alur kegiatan di atas penting dan dapat digunakan seorang guru sebagai acuan untuk mengajar di kelas.

Setelah simulasi TM, kami berpindah pada simulasi Daring Kombinasi. Setiap peserta membentuk kelompok berisikan 3 orang. Satu orang bertindak sebagai mentor, 2 orang sebagai peserta PKB. Simulasi kali ini cukup menyita waktu, karena kami harus mengeskplorasi menu dan sub menu yang ada di laman SIM PKB.
Tips jika bertindak sebagai peserta PKB:
1.       Pastikan mempunyai username dan password untuk log in
2.       Bukalah alur kegiatan secara berurutan agar tidak terjadi masalah, seperti tidak dapat melanjutkan ke sesi berikutnya karena ada akur kegiatan yng belum dikerjakan
3.       Manfaatkan media forum, message  dan chat untuk berdiskusi atau mengajukan pertanyaan terkait dengan hal teknis maupun materi yang dirasa sulit
4.       Hal penting lainnya, tentukanlah waktu kapan mau mengerjakan LK dan mengakses laman agar tidak kerepotan sendiri karena setiap minggunya terdpat sesi dan tugas/latihan yang berbeda
Tips jika bertindak sebagai mentor:
1.       Pastikan seluruh peserta bisa log in ke laman
2.       Berikan informasi mengenai alur kegiatan yang harus dikerjakan peserta secara berurutan
3.       Berikan motivasi kepada peserta melalui berbagai media agar dapat fokus mengerjakan tagihan
4.       Segera berikan feed back atas hasil kerja peserta yang telah diunggah kembali ke laman
Sayangnya, sih saat simulasi moda daring ini, akun mentor tidak bisa mengakses LK peserta yang sudah diunggah, sehingga tidak dapat memberikan feed back.


Hohoho... demikian kegiatan hari ketiga dan empat. Dua hari terakhir berikutnya, percayalah, tidak sebanyak ini materinya. :D

Part 1: Apa yang Baru dari PKB - Sang Penerus Guru Pembelajar?

Kamis, 15 Juni 2017
Salam Guru Pembelajar! Eh, Salam Guru aja deh... Soalnya Program Guru Pembelajar (GP) sudah berganti nama dengan PKB alias Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Apa saja yang baru ya?


Pada tahun 2017, Ditjen GTK mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang merupakan kelanjutan dari Program Guru Pembelajar dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan dengan kenaikkan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yaitu 70. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini dilaksanakan berbasis komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan (komunitas GTK).

Nah, kali ini saya mau bagiin oleh-oleh saya setelah mengikuti Penyegaran selama 6 hari di P4TK Penjaskes dan BK Parung Bogor.


Hari Pertama

Berangkat dari Bengkulu tanggal 05 Juni 2017, Jam 09.35 dan tiba di Jakarta 11.00 langsung dihadapkan pada pilihan, 'Mau naik apa ke Parung Bogor, lokasi pelatihan kali ini?' Bersama rombongan dari Provinsi Bengkulu sebanyak 14 orang, akhirnya kami memutuskan mencarter mobil sejenis mini bus kapasitas 16 orang. Setelah menunggu sekitar hampir satu jam, barulah kami berangkat menuju Parung. Kata Pak Santoso si sopir, perkiraan waktu tempuh 1,5 - 2 jam. Ternyata jalanan macet sodara-sodara, alhasil sekitar 4,5 jam kemudian kami baru menginjakkan kaki di tempat pelatihan. Itu artinya kami tak mengikuti Pembukaan Acara dan melewatkan pre-test. Melelahkan memang, ditambah lagi Pukul 20.15 kami sudah harus masuk kelas untuk menerima materi. 


Tiga Jam Perjalanan Akhirnya Nemu Tulisan Gini, Horeee...


Setelah berkenalan dengan para Narasumber, kami langsung dihadapkan dengan Juknis, kerja kelompok dan presentasi sampai pukul 22.00 WIB. Hari pertama ini kami membahas tentang persyaratan peserta PKB, interaksi antara IN/Mentor/Pengampu dengan Peserta, dan hal-hal teknis lainnya. 

Moda Belajar

Moda pembelajarannya pun nanti akan tetap berada pada 3 moda, yaitu 
1. Tatap Muka; 
2. Daring Murni (full online learning); dan 
3. Daring Kombinasi (kombinasi daring dan tatap muka (blended learning)).

Syarat peserta PKB 

Guru yang akan mengikuti Program Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan adalah guru yang:
  1. Profil hasil UKG-nya menunjukkan terdapat 3 (tiga) hingga 10 (sepuluh) kelompok kompetensi yang nilainya di bawah KCM (65). Jika guru tersebut belum melakukan UKG atau telah melakukan UKG namun dengan mata pelajaran/paket keahlian/jenjang yang tidak sesuai, maka guru tersebut diwajibkan untuk melakukan tes awal dengan menggunakan sistem UKG.
  2. Terdaftar di dalam Komunitas GTK pada Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.
  3. Berada di wilayah yang tersedia akses/jaringan internet (khusus untuk peserta yang mengikuti Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring dan daring kombinasi).


Wah, bakal padat merayap nih setiap harinya... Alhamdulillah hari pertama terlewati dengan mulus.

Hari Kedua

Kelas dimulai Pukul 08.00 wib setiap harinya, di hari kedua ini kami membahas materi tentang PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) yang sebelumnya belum dibahas di program GP. Lantas, nilai-nilai Pendidikan Karakter apa saja yang tercantum? Ada 5 karakter inti, yakni
1. Religius
2. Nasionalis
3. Mandiri
4. Gotong Royong
5. Integritas 
Bukan hal baru sebenarnya bagi guru, terlebih bagi guru yang telah melaksanakan pembelajaran menggunakan Kurikulum 2013. Pendidikan Karakter memang selalu dicantumkan dalam setiap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Setiap karakter inti di atas juga memiliki sub-kategori, misalnya saja jika diimplementasikan pada kegiatan belajar mengajar sehari-hari untuk kegiatan membaca doa sebelum dan sesudah pelajaran usai, artinya dapat dikategorikan pada karakter Religius.

Selanjutnya setelah membahas PPK, materi dilanjutkan dengan Pengembangan Soal USBN. Oke, kepala saya mulai HOTS alias panas karena diminta menyusun contoh soal yang juga HOTS (Higher Order Thinking Skills) berdasarkan kisi-kisi USBN atau sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.

Apa itu HOTS?

Kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite).

Soal-soal HOTS mengukur kemampuan:
1. transfer satu konsep ke konsep lainnya,
2. memproses dan menerapkan informasi,
3. mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda,
4. menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah,
5. menelaah ide dan informasi secara kritis

Karakteristik Hots

1.Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, meminimalkan aspek ingatan atau pengetahuan,
Ciri-ciri berpikir tingkat tinggi, kemampuan:
menemukan
menganalisis
menciptakan metode baru
mereflksi
memprediksi
berargumen
mengambil keputusan yang tepat
2.Berbasis permasalahan kontekstual;
3.Stimulus menarik;
4.Tidak Rutin

Fiuh! Banyak ya... untuk 4 hari selanjutnya saya lanjutkan di postingan berikutnya aja ya biar ga mabuk materi :P 

Don't miss it! *tenggelam di juknis dan slide power point

Auto Post Signature

Auto Post  Signature