Alasan Memilih Fikes Dehasen Bengkulu

Rabu, 18 September 2019
Sebagai seorang guru, seringkali saya bertanya kepada murid-murid di sekolah, What do you want to be? Cita-cita kalian apa sih nanti? Tak sedikit dari mereka menjawab ingin menjadi tenaga kesehatan, seperti bidan, perawat dan yang paling favorit menjadi seorang dokter.

Tentu saja saya menyambut antusias beragam jawaban mereka. Apapun cita-citanya tentu harus dipersiapkan dari sekarang. Termasuk memilih sekolah dan perguruan tinggi yang nantinya akan mendukung karir mereka.

Nah, jika berminat untuk menjadi tenaga kesehatan tentunya mereka harus memilih fakultas ilmu kesehatan yang terbaik, yang bisa meluluskan mahasiswa-mahasiswa hebat. Baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Bagi warga Bengkulu dan sekitarnya bisa memilih Fikes Dehasen sebagai fakultas pilihan. Berikut ini beberapa alasan yang bisa menjadi pertimbangan mengapa memilih Fikes Dehasen: 


Lokasi Fikes Dehasen Bengkulu yang Strategis di Pusat Kota

Foto saat mengunjungi Fikes Dehasen Bengkulu

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dehasen Bengkulu berlokasi di Jalan Merapi Raya no. 43 Kelurahan Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu. Jika Anda melintasi daerah Kebun Tebeng, pasti mata Anda akan langsung menangkap sebuah gedung megah berwarna oranye dengan fasilitas lengkap ini. 


Fasilitas Lengkap Fikes Dehasen


Saat pertama kali saya mengunjungi gedung Fikes Dehasen ini, saya menjadi salah satu panitia dari kegiatan lintas kampus perwakilan Relawan TIK. Saya merasa kagum dengan ruang aula yang luas, bisa menampung ratusan orang dari berbagai civitas akademika. Di sisi kanannya terdapat kantin yang tertata rapi dan bersih. Rasanya nyaman dan membuat saya ingin menjadi mahasiswa lagi.

Kali kedua mengunjungi gedung ini, saya bertugas sebagai salah seorang pembicara di kelas Blogger bagi pemula. Lagi-lagi bagi saya yang senang menjumpai hal baru, mendapati ruang perkuliahan yang nyaman dan full AC menjadi nilai tambah bagi saya jika ingin menuntut ilmu di fakultas kesehatan ini. Tidak perlu repot menenteng infocus ke kelas karena telah terpasang di langit-langit ruangan dan juga tidak perlu pusing ketika gadget kehabisan daya, sebab di bawah setiap meja ada 'colokan' listrik.

Bahagianya makin bertambah karena bisa mengakses internet gratis sebab ada hotspot di setiap ruangan.

Foto kegiatan belajar Blog bagi Guru beberapa waktu lalu di salah satu ruang perkuliahan Fikes Dehasen

Pihak Universitas Dehasen (Unived) benar-benar memberikan fasilitas terbaik bagi para mahasiswa maupun akademisi di Fikes ini. Selain yang telah saya ceritakan di atas, adapun fasilitas keren lainnya yang disediakan adalah:
  1. Gedung belajar lantai 6 dengan ruang perkuliahan ber-AC
  2. Laboratorium Bahasa
  3. laboratorium Komputer
  4. Laboratorium Kesehatan (untuk anak, maternitas, gawat darurat, medikal bedah, dan kebutuhan dasar manusia)
  5. Klinik umum
  6. Sarana olahraga
  7. Aula
  8. Hotspot gratis di setiap ruangan
  9. Perpustakaan
  10. Kantin
  11. Mushola
  12. Tempat penitipan anak
  13. Mini market
Fasilitasnya lengkap bukan? Seandainya saya bekerja atau kuliah di sini pun tentu akan betah,sebab sebagai seorang ibu yang bekerja, saya bisa sekalian menitip anak di tempat penitipan anak. Berkah sekali bisa menuntut ilmu sambil tetap menjalankan peran ibu.

Prestasi Dosen dan Mahasiswa Fikes Dehasen

Pada awalnya Fikes Dehasen ini bernama STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan)
Tampak pada foto Tenaga Pengajar (Dosen) Fikes Dehasen

Fasilitas pendukung yang lengkap tersebut juga didukung oleh tenaga profesional lulusan dalam negeri dan luar negeri yang tentunya juga berprestasi.

Beberapa prestasi yang pernah diraih oleh Dosen Fikes Dehasen:
  1. Hibah Penelitian PDP dari Kemenristek Dikti Tahun 2017 yang didapatkan oleh Ns. Desmetasari, S.Kep, M.Kes dan Fiya Diniarti, SKM, M.Kes
  2. Hibah Penelitian PDP dari Kemenristek Dikti Tahun 2018 yang diperoleh Ns. Tita Septi Handayani, S.Kep, MNS dan Darmawansyah, SKM, M.Kes
  3. Hibah Penelitian PDP dari Kemenristek Dikti Tahun 2019 yang diraih oleh sembilan dosen Fikes Dehasen berprestasi.
Tentunya dengan prestasi dari para dosen terbaik ini, Fikes Dehasen mampu mendidik mahasiswa/mahasiswi yang juga berprestasi.




 Beberapa prestasi yang berhasil diraih oleh mahasiswa Fikes Dehasen antara lain:
  1. Pemenang Hibah PKM-M (Program Kreatifitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat) dari Kemenristek Dikti Tahun 2017 sebesar Rp. 8.000.0000,-
  2. Pemenang Program Hibah Bina Desa (PHBD) dari kemenristek Dikti Tahun 2017 sebesar Rp. 35.000.000,-
  3. Student Exchange di University Malaysia Serawak tahun 2019
  4. Juara favorit Duta HIV AIDS
  5. Perningkat IV Peserta Pemilihan Putri Pariwisata Bengkulu Tengah Tahun 2019
Serta masih banyak prestasi lainnya yang pernah diraih oleh mahasiswa Fikes Dehasen baik dalam bidang pendidikan, olahraga, maupun kesenian.

Alumni yang Mampu Bersaing di Dunia Kerja

Hal ini membawa Fikes Dehasen berhasil meluluskan mahasiswa yang mampu bersaing di dunia kerja, dengan penyebaran alumni seperti pada data berikut ini:
  1. Instansi Pemerintahan sejumlah 30 orang
  2. Rumah sakit swasta sejumlah 18 orang
  3. Perusahaan BUMN/BUMD sejumlah 125 orang
  4. Perusahaan Swasta sejumlah 10 orang
  5. Pusat Kesehatan Masyarakat sejumlah 31 orang
  6. Klinik sejumlah 115 orang 
(Sumber Data Alumni 2013)

Program Studi Pilihan di Fikes Dehasen

Jika Anda tertarik untuk bergabung di Fakultas Ilmu Kesehatan Terbaik di Bengkulu ini, beberapa program studi yang bisa Anda pilih adalah:

  1. Sarjana Kebidanan dan Profesi (S-1)
  2. Ilmu Keperawatan (S-1) dan Konversi D3 ke S-1
  3. Kesehatan Masyarakat (S-1) dan Konversi D3 ke S-1
  4. Profesi Ners
  5. Keperawatan (D-3)
  6. Kebidanan (D-3)
Hebatnya lagi, biaya pendaftarannya GRATIS.
Anda hanya cukup melengkapi persyaratan sebagai berikut:

  1. Fotokopi ijazah/Surat Keterangan Lulus Sekolaj (SMK/SMA/Sederajat)
  2. Surat keterangan sehat dari Klinik Pratama Dehasen
  3. Pas foto 3x4 dan 4x6 masing-masing 3 lembar
  4. Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
  5. Wawancara
  6. Map berwarna sesuai dengan program studi masing-masing
Ah, sulit rasanya untuk tidak memilih Fikes Dehasen sebagai fakultas ilmu kesehatan pilihan. Mari wujudkan cita-cita hebatmu di fakultas ilmu kesehatan yang juga hebat, Fikes Dehasen Bengkulu! 

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition bersama Blogger Bengkulu dan Fikes Dehasen"

Contoh Soal Bahasa Inggris Kelas 7 Chapter 1 Materi Greeting, Leave taking, Apologizing and Thanking

Sabtu, 14 September 2019

ENGLISH TEST - CHAPTER 1
Materi: Greeting, Leave-Taking, Apologizing and Thanking

A.   Choose the correct answer!
1.       Student : Good Afternoon, Sir!
Mr. Ken : . . .
a.       Thank you                   b. No, problem              c. See you tomorrow      d. Good Afternoon

2.       Julia       : Hi, Nadine! . . .
Nadine : I’m very well, thank you.
a.       How are you?            b. Good morning              c. Hello                         d. Thanks

3.       What do you say to greet your teacher at 07.00 a.m?
a.       Good evening           b. Good day                    c. Good morning              d. Good afternoon

4.       What do you say to greet your friend at 05.00 p.m?
a.       Good evening           b. Good afternoon          c. Good morning              d. Good night

5.       Which one is expression of greeting?
a.       Thank you                   b. I’m sorry                         c. How are you                  d. See you

6.       Mother : It’s time to go bed, dear!
Shandy : . . . , Mom.
a.       Good night                 b. Thanks a lot           c. Not at all                         d. You’re welcome

7.       Marsha : I have to go now.  . . .
Tommy : See you later!
a.       Good evening           b. See you                           c. Nice to meet you         d. How are you

8.       Alkha     : . . . , Okta
Okta      : Good bye, Alkha!
a.       Sweet dream             b. Good night                    c. Good bye                        d. Fine, thanks

9.       Tasya     : Do you bring my book?
Raisya   : . . . I forgot to bring it.
a.       I’m sorry                      b. Thank you                      c. No, problem                  d. My pleasure

10.   Father   : This is your new smartphone, dear
Ali           : Wow! Thank you so much, dad!
Father   : . . .
a.       Forget it                       b. Don’t worry               c. Thanks a lot              d. Don’t mention it

B. Fill in the blank with the best expression!
11.   Cleo       : I apologize for dropping your glass
You        : . . . .

12.   Mother                : Thank you for helping me clean the floor
You        : . . . .

13.   You        : . . . .
Friend   : See you tomorrow!

14.   You        : . . . . for breaking the window, Sir
Mr. Jon : Forget it. But, don’t do that again.

15.   You should say . . . . if your  friend gives you a gift.


**GOOD LUCK**


Name    :                                                                                               Score:
Class      :
No
A
B
C
D
No
A
B
C
D
Answer for Part B
1




6




11

2




7




12

3




8




13

4




9




14

5




10




15


Download for Free: Power Point Materi Attention - Bahasa Inggris Kelas VIII

Sabtu, 17 Agustus 2019
Attention atau perhatian adalah materi Bahasa Inggris bab pertama bagi peserta didik kelas VIII.
Ada dua materi yang perlu disampaikan, yaitu: Asking Attention dan Giving Attention

Berikut ini adalah contoh power point yang bisa digunakan di kelas untuk mengajar, dilengkapi dengan contoh dialog penggunaan ekspresi meminta dan memberi perhatian serta latihan soal.

Sila download materi: Attention, Please!

Perayaan Bagi Seorang Guru: Naik Pangkat

Minggu, 09 Juni 2019
Naik pangkat guru dari golongan IIIb ke IIIc. Sebuah cerita inspiratif --

Assalamualaikum Wr Wb

Saat ini banyak guru yang menetap di satu pangkat golongan saja karena terbentur kendala sulitnya memenuhi persyaratan untuk kenaikan pangkat.

Termasuk aku juga yang terlalu betah pada zona nyaman. Selama 7 tahun berkutat di golongan IIIb. Padahal seharusnya setiap empat tahun (bahkan bisa lebih cepat jika Angka Kredit mencukupi) sudah bisa banget loh mengusulkan kenaikan pangkat. Artinya kalau pangkat naik, otomatis pendapatan bertambah.

Lalu, syarat yang terdengar sulit itu di mana? Begini, kalau dulu guru bisa naik pangkat per-dua tahun sekali hanya dengan menghitung jumlah jam mengajar saja. Saat ini, guru dituntut lebih profesional, ditantang untuk mengembangkan diri dan membuat karya tulis ilmiah sebagai syarat kenaikan pangkat.

Singkatnya, jam mengajar saja 24 Jam seminggu atau 40 Jam pun tidak akan membuat seorang guru naik pangkat begitu saja.

Lantas, apa yang membuat aku jadi semangat untuk mengurus kenaikan pangkat? Sebabnya teman-teman seangkatan lain sudah dari tahun lalu berhasil naik ke 'kasta' yang lebih tinggi. Hahaha

Lah, aku masih gini-gini aja. Padahal pengembangan diri aku setelah dihitung kemarin ada 10 jenis kegiatan pelatihan guru. Artinya melebihi persyaratan untuk naik pangkat ke golongan IIIc yang hanya butuh 3 jenis pengembangan diri.

Oke deh, pengembangan diri atau istilah kerennya PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) ini gampang lah ya dipenuhi, cuma datang pelatihan atau workshop untuk guru saja dengan minimal lamanya 30 Jam.

Hal berikutnya yang paling bikin mager buat pindah golongan berdasarkan survei adalah Karya Tulis Ilmiah. Guru dituntut menulis. Melakukan penelitian kecil-kecilan di kelas. Nah, banyak sekali yang menyerah di sini. Termasuk aku juga hampir menyerah 😂. Sebab itu artinya guru dituntut menulis PTK (Penelitian Tindakan Kelas) sendiri.

Aku juga setelah setahun baru rampung menyelesaikan satu PTK untuk syarat naik pangkat ke IIIc. Selama itu. Iya!

Padahal menurut pedoman panduan naik pangkat yang aku baca dan curhat dengan tim penilai angka kredit guru untuk kenaikan pangkat ini, PTK bukan satu-satunya karya tulis yang bisa dibuat loh.

Jadi bisa berupa artikel yang terbit di jurnal atau koran. Boleh juga menulis best practice (pengalaman mengajar yang menurut guru ybs itu paling kece dampaknya terhadap anak didik). Boleh juga menulis buku. Bisa berupa diktat pelajaran atau karya seni berupa buku kumpulan puisi, kumpulan cerpen atau novel yang diterbitkan.

Lantas, dari sekian banyak karya tulis aku mengerjakan yang mana? Awalnya, aku mengandalkan sebuah buku kumpulan cerpen karangan sendiri yang diterbitkan secara indie. Kemudian, merasa kurang PD (takut angka kreditnya tidak mencukupi nilai 4, jika dinilai kurang kompleks) aku merambah menulis best practice (maksimal nilainya 2). Lagi-lagi karena aku kurang yakin kalau angka kreditnya bakalan cukup atau tidak setelah ditambah kumcer, akhirnya aku memutuskan menulis PTK (nilainya pasti 4).

Makanya naik pangkat aku jadi tertunda selama itu. Sebab, aku tidak siap gagal. Hehehe... Ya, bayangin aja kan, aku ngurusin semuanya sendiri. Rugi banyak kalau waktu habis menghitung angka kredit lantas syaratnya ternyata kurang satu poin.

Meskipun kalau aku mau, ada banyak kok calo pembuatan PTK baik online ataupun offline. Bahkan lengkap dengan segala bantuan penghitungan angka kredit serta pembuatan sertifikat PKB kalau syaratnya kurang. Cuma mikirnya ya... Rugi aja bayar sekian juta, cuma buat satu PTK. Mending jajanin skincare atau sepatu baru.

Alhamdulillah, saat berjuang mengurus keribetan 'naik kasta' ini ada seorang teman seperjuangan yang insyaallah sama-sama berada di jalan yang lurus. Terus ada aja teman yang sudah jago nyusun urusan ini dengan senang hati membantu, mengajari dengan sabar. Tanpa bayaran sepersen pun. Meskipun hal itu membuat aku harus menghitung ulang angka kredit. Tapi bersyukur sekali, sebab niat dan doa yang kuat telah dikabulkan-Nya.

Aku ingat di suatu malam, sebelum tidur, hampir menangis berdoa pada Allah:

"Ya, Allah aku tidak bisa menulis PTK dan menghitung angka kredit. Tolong ajari aku."

Miracle! Besoknya aku lancar banget menyelesaikan PTK dan menghitung angka kredit serta syarat naik pangkat lainnya. Selama hampir dua bulan menyusun berkas, revisi sana-sini, Alhamdulillah sujud syukur selesai tepat waktu.

Saat ini, aku sedang menanti SK pangkat baru nanti di bulan Oktober. Sungguh sebuah perayaan bagi seorang guru yang sudah 7 tahun lamanya tidak naik pangkat ini. 😍


Third Day: Developing Students' Critical Thinking Skills and Reflective Teaching

Jumat, 04 Januari 2019
Camp SOAR 3 - Well, did you feel the title quite serious?
I thought about it too when I was reading the title. Okay, how can i develop studens' critical thinking skill? What is critical thinking? To be honest, I got a little bit confuse to about it. LOL.

Critical Thinking Skills

Just make it short, to do the critical thinking skill we can use a chart of Bloom's Taxonomy. Just look at this picture:

Then in our class, we can do it from the lowest level: remember. It is an activity to recall fact and basic concepts that already in our students' memory. After that, we can check if they understand by asking them to discuss, describe or explain. Next, make sure that they apply it. I mean they can use the information in new situations. While analyze  is the skill which shows them to draw connections among ideas. They can compare their answer perhaps and soon. After they analyze something, then they can make decision. Debate to each other which one is the best decision, and we are in the evaluate level. Furthermore, if they can design or produce new or original work that mean that they are on the highest level: create.

So, the important thing that we must remember is do not stuck on the same level for many years.
It is fine if we start from the beginner but being an expert is quite nice.

Actually, our students had apply this critical thinking skill in their life. You know that, they can make decision after analyzing something. Sometimes you see they are arguing too, right?

At this session, Candace as the facilitator did something interesting about what critical thinking is. She showed us a picture about a man (it is you) who is standing near the track switch while there is a train coming to the Y track. On the left track there is a worker stand at the track. On the right side, there are 5 people who stand at the track. You only have one chance to decide, are you going to save a man or them? Give your reason.

This activity could make our students try to make decision, argue, giving some reasons and etc. Then, that is critical thinking.

Unfortunately, if you got mad with my explanation about critical thinking why don't you just read this one

Reflective Teaching

Know Thyself - Socrates
The quote above tell us to know your self.

In the end of this session, I concluded that reflective teaching is an activity that we do after doing teaching learning activity. Then, how to do this?
First, you can documenting your teaching learning process in a video, watching it, taking some note about what do you need to fix and then you can modify it or eliminate it in the next class.
Second, you may have a college to observe your class. Ask him/her to tell you about how is your performance in class. Did you need something to change or not?
Last but not  the least, you can also ask your student to get written feedback about what did they feel after the class over. Are they happy? Do they don't like something? and soon.

We don't learn from experience... 
We learn from reflecting on experience -John Dewey-
After those two session, all of the campers have to promote about their school and town in School Poster Session. It was also great I can learned many thing from others, how to run an English Club at school, the activities, green school program, and many more.
We did it by walking around the class, looked at the others poster and ask them if we curious something about their school or town. In this session, we also had two best winner they are Dee and Jill. Their poster was so interactive and creative. Wonderful!

In the end of the day, we must do our first online reflection in google classroom and Ina have sent the reflection form, the campers task is to answer it. We will do this session everyday during the camp at 6 p.m to 7 p.m.

Okay fellows, that was our activity on the third day, don't forget to read previous day story and also the next day. See ya!
 


Second Day: Scavenger Hunt is So Exciting!

Kamis, 03 Januari 2019
Hi, guys. This is my story about Camp... SOAR on the second day, 3rd January 2019. So, I had a lot of experience here. Here we go!

Hi, Campers!

We did breakfast at 7 a.m and entered the class at 8 p.m. Then Ibu Memmy as the Director of the camp, told about the rules, introduced all the facilitators, English fellows, observers, support staff and counselors.

Memmy the Director loves reading Japanese comics.
Ina the Co-Director best in cooking delicious Kimchi
Don the English fellow, do the archery as his favorite sport
Rachel the English fellow too, can play Kolintang
Candace, also the English fellow, did a bike tour to China
Amy the last English fellow, sang duet song at Pesantren
Paul the facilitator, formerly want to be a dancer
Arey the support staff, broke her leg when fight with a boy
Boby the counselor can speak 5 languages (English, Indonesia, and the three others are regional languages. LOL)
Irene the counselor, affraid of cat but now she really loves cat

What an amazing introduction, right? We guess it actually. I was so surprised when they introduced their-selves by describing their first initial. Such as, Hi, I'm Miracle Memmy, Incredible Ina, Brave Boby, and soon. I thought we can imitate this in our classroom to help us easier remember the students' name.

Important Rules

Of course there are some rules. There are 4 actually. Memmy said that the campers must be punctuality (on time), safety, do the communication, and mindfulness of others. The another important rule is during the camp, we must SPEAKING ENGLISH ALL THE TIME.

Scavenger Hunt!

This was a fun activity. The campers did it in a group. There are eight planet groups So, I'm in Jupiter group. There are Arfi, Laily, Ira, and Mima too. While, our English fellow is Don. So, what did we do in this session? 

We must did 10 challenges. Took some photos or Boomerang video then posted in Instagram added some hashtags #campsoar2019 #campsoar2019challenge1-10 #reloarchipelago #campsoar2019Jupiter (my planet group name).

Well, just check the hashtag if you wanna see how fun it was. There are a lot of AIB photos of us. 😜 Maybe later, I'm going to post it on my Instagram account too.

Review Current Best Practices: Teaching 4 Skills

After did the scavenger hunt and posted it. We continued to the next session. Talked about best practices, at first I thought that it was a scientific papers. I'm totally wrong! Don and Amy told us how could we teach the four skills in the best way.

Amy said that we must prepare it well. We have to think what we're gonna do before, while, and after teaching. Then, what will the students do?

Yes, we must do it student centered, open minded, Active and Reflective.

These are some ideas that I got on this day.
In teaching reading material, you can do Paragraphs on the Wall. For example, you have a text that consist of 5 paragraphs. Then you cut it into five papers and stick them on the wall. You must make five questions too for the students. Give one question then ask pair of them to answer it by reading the pieces of the text on the wall. It was fun when we practiced it.

In teaching writing material, you can do Continue a Story. So you can tell the story first or ask the students to watch picture or video after that they should continue the story by their-selves. We can do it in a group too. Later, they can read their story and you can choose which group is the best one.

Or it can be like, you give them some pictures. People with their activities, do sport, hang out, family portrait or anything. Give them 3 or 4 minutes to see all the pictures then ask them to pick one picture they love. After that, you can divide them into pairs (count 1 to 16 if you have 32 students in your class) then the student who has the same number must be stick together and make a story based on the picture that they had. You can concern on their grammar, simple past tense for instant or just let them write the story. After they finished it, tell them to bring their picture into another group and just retell the story each others.

We don't have to teach reading only or writing. We can combine it. Make the class fun using English, that's the point!

Oleh-Oleh Bazaar

After those materials, at 5 p.m we had a super duper yummy session: oleh-oleh bazaar. All of the participant of camp SOAR must bring their traditional snack from their hometown. Yup, I brought Lempuk Durian, Bay Tat and Keripik Ikan Beledang. So, we had a lot of snacks. Even, I ate an insect snack from Laily-Yogyakarta. Oh, GOD! I also taste Sagu from Papua, Kue Tori from Sulawesi, Chocolate Mete from Kendari, and many more.

We really had fully belly. We also took many we-fie, chat to each others and become fatter together. Hahaha

Scavenger Hunt Result Show

Have you seen the photos in Instagram about the scavenger hunt? Camp SOAR 2019 challenge? Well, I suggest you to see it because the Jupiter team won the challenge! Wohoo!

Okay, that's all our activities on the second day. Pardon me if I missed something. Hope you enjoy it and don't forget to read my next post about the third day of camp... SOAR!

First Day: Welcome to Bali, Welcome to Camp... SOAR!

Rabu, 02 Januari 2019
I really excited when I received the email last month about Camp SOAR. Yup, I'm the lucky person because I can be one of participant in this program.

Haelah aku pegel ngomong Inggris :P

CAMP SOAR

Jadi, Camp SOAR ini semacam training untuk guru Bahasa Inggris yang bekerjasama dengan US. Embassy, UI and some people from P4TK.

SOAR itu sendiri singkatan dari Student Oriented-Active-Reflective. Harapannya setelah mengikuti camp ini, semua alumninya bisa menerapkan pembelajaran dengan berpusat pada siswa, mereka aktif dan juga reflektif.

Camp ini akan dilaksanakan selama 10 hari di Plagoo Hotel Holiday, Nusa Dua Bali. Mulai tanggal 2 - 12 Januari 2019. Jadi, akan banyak sekali aktivitas yang dilalui.

FLIGHT

So, I got my flight from Bengkulu on Wednesday 2nd January 2019 at 10 a.m. Then continue my flight from Soekarno Hatta Airport at 2.30 p.m and arrived in Denpasar, Bali at 5 p.m. After that someone from UI, picked me up. She is Ibu Arey. Next, I and another participant from Palembang, Pak Eko went to the hotel by a car that provided for the campers. We touched down the Hotel at 5.30 p.m. Did the registration, had dinner, and went to the room.

ROOM MATES

I got a room that consist of 4 people. So I met new friends here, they are Fia from Pekalongan, Pebri from Bali and Citra from Bandung. Yeay!

Well, I'm gonna tell you about the next day later.
CAMP... SOAR!

Auto Post Signature

Auto Post  Signature