Tips Memilih Dress Farewell Party untuk Acara Perpisahan Sekolah. Dress Brokat Panjang Bisa Bikin Penampilanmu Makin Menawan!

Minggu, 31 Desember 2017
Foto: Dokumentasi Pribadi

Halo, wah sudah liburan sekolah aja ya? Semoga hasil belajarnya semester kemarin memuaskan. Buat yang duduk di kelas 9 atau 12 sudah mulai makin sibuk dong dengan persiapan ujian nasional? Artinya sebentar lagi bakalan tamat sekolah ya? Biasanya buat para pelajar putri udah mulai mikirin juga nih saat farewell party sekolah nanti mau pakai gaun atau kebaya seperti apa? Kalau pelajar yang laki-laki cukup pakai jas, udah ganteng maksimal, dong? Makanya kali ini saya mau rekomendasikan buat kamu, para pelajar putri beberapa jenis gaun atau kebaya yang bisa kamu pakai saat farewell party sekolah kamu nanti. Yuk kita lihat beberapa koleksinya!

Kebaya Modern

A post shared by www.DwiApuraMeity.com (@apura_meity) on
Seiring perkembangan zaman, kalau dulu kebaya modelnya kuno dan hanya dipakai saat acara sakral saja, saat ini kebaya telah memiliki berbagai desain modern yang bisa dipakai saat acara formal maupun semi formal. Pakaian yang biasanya dipadupadankan dengan kain ini memang masih banyak diminati oleh para pelajar putri untuk dikenakan saat acara perpisahan sekolah. Selain melestarikan budaya nasional Indonesia, mengenakan kebaya saat farewell part juga bikin pemampilan kamu menjadi anggun khas putri Indonesia.

Dress Modern

Pilihan selanjutnya adalah menggunakan dress modern. Pakaian yang satu ini cocok buat kamu yang malas diribetkan dengan ritual memakai kain kalau kamu berkebaya. Rata-rata pelajar putri juga memilih dress modern ini karena kesannya terlihat lebih remaja, simple dan praktis. Kamu bisa memilih model mini, midi, atau long dress. Saran saya lebih baik memilih jenis midi atau long dress karena terkesan lebih sopan. Apalagi jika acara perpisahan sekolah kamu diadakan di luar ruangan dan siang hari, tentu rasanya lebih nyaman dan bebas dari rasa khawatir kalau dress kamu tiba-tiba melayang tertiup angin.


Contoh Dress Modern
Tentu saja selain desain, bahan dress yang kamu gunakan juga sebaiknya pilih yang nyaman. Jika menggunakan bahan seperti satin yang tidak menyerap keringat, ada baiknya melapisi dengan kain furing yang menyerap keringat. Pilihan bahan lainnya yang saat ini juga sedang trend adalah kombinasi bahan brokat. Bahan ini banyak digunakan oleh para desainer ternama untuk rancangan gaun agar terlihat lebih cantik dan anggun.

Kalau kamu memilih menggunakan kain jenis brokat ini, pilihlah dress brokat panjang agar penampilan kamu terlihat lebih menawan. Yup, selain lebih sopan, mengenakan dress brokat panjang ini juga bisa membuatmu bergaya bak seorang princess. Cukup ditambah dengan tatanan rambut ala putri kerajaan dan heels kesayangan, voila! Kamu sudah bisa tampil kece di acara perpisahan sekolah.

Bahkan buat kamu yang berhijab, mengenakan dress brokat panjang ini bisa jadi salah satu pilihan paling pas. Cukup dengan memadukan dress kamu dengan kreasi jilbab atau pashmina yang simple namun anggun, langsung cantik deh!

Dress Brokat Panjang
Nah, sudah menentukan mau pakai apa saat farewell party nanti? Hal lain yang sebaiknya kamu perhatikan agar penampilan kamu nanti lebih maksimal adalah make up, hair/hijab do dan heels. Sebab tanpa ketiga hal tersebut penampilan kamu yang harusnya jadi seorang putri malah jadi gak oke kalau make up kamu terlalu menor atau polos, rambut kamu acak-acakan, atau hijabnya pake bergo kayak emak-emak mau ke pasar. *ups 

Selain itu, heels yang kamu pakai sebaiknya pas di kaki ya, biar ga susah jalan. Jika tak terbiasa menggunakan heels pilihlah sepatu dengan hak yang tak terlalu tinggi, 3-5 cm itu cukup kok untuk membuat penampilan kamu anggun. Pokoknya kalau udah pakai dress atau kebaya, please jangan pake sneakers apalagi sendal jepit! Kecuali mau ke toilet


Jadi, sudah siap tampil menawan saat farewell party nanti?

Taman Cerdas Jebres, Tujuan Wisata di Solo yang Bakal Perluas Wawasan

Sabtu, 30 Desember 2017
Halo, masih suasana liburan, nih. Pada liburan ke mana? Kali ini aku mau rekomendasiin buat kalian tentang Taman Cerdas Jebres, yang berlokasi di Solo. Kok, bisa disebut taman cerdas ya? Yuk, kita lihat gimana serunya taman ini hingga bisa memperluas wawasan kamu.

sumber:surakarta.go.id

Solo merupakan kota pewaris Kesultanan Mataram seperti halnya Yogyakarta. Dengan berjalan-jalan ke Kota Solo, kamu akan merasakan atmosfir tradisional yang sangat kental, dengan sejumlah tujuan wisatanya yang unik dan pastinya memperluas wawasanmu. Tidak terkecuali kalau kamu mengunjungi Taman Cerdas Jebres. Sebenarnya masih ada banyak taman yang bisa dikungjungi di kota Solo, selengkapnya ada di www.traveloka.com ya! Untuk tulisan kali ini fokus Taman Cerdas Jebres yang harapannya kalau datang kesini jadi cerdas dan berprestasi.

Taman Cerdas Jebres


Taman ini merupakan tempat wisata di Solo yang dibangun pada tahun 2013. Didirikan di atas lahan seluas 3,5 hektar, pembangunan taman yang membutuhkan dana 4 miliar ini menyediakan berbagai fasilitas yang sangat bermanfaat, tidak hanya menghibur tetapi juga mencerdaskan, terutama untuk anak-anak.

sumber:Taman-Cerdas-Kelurahan-Jebres (facebook)
Di taman ini, kamu akan menemukan banyak ruangan dengan peruntukan masing-masing, antara lain: arena bermain untuk anak-anak, perpustakaan, ruang IT, ruang serbaguna, ruang teater terbuka, ruang gamelan, dan ruang audio visual yang dilengkapi dengan radio anak. Singkatnya, tempat ini sangat nyaman untuk kamu yang ingin bermain sambil belajar bersama anak atau keponakan, juga buat kamu yang ingin mendapatkan informasi melalui perpustakaan. Buat kamu yang ingin mengenal lebih dalam dengan gamelan, kamu juga bisa datang ke tempat ini.

Ada Banyak Lukisan 3 Dimensi di Taman Cerdas Jebres


Sebagai wahana bermain, di Taman Cerdas Jebres ini juga terdapat banyak sekali lukisan 3 Dimensi yang dilukis pada dinding sisi selatan aula. Lukisan-lukisan ini dibagi menjadi beberapa tema, yang memang selain sebagai tempat yang menyenangkan untuk bermain, juga dimaksudkan untuk menjadi background yang sangat unik untuk selfie.
Yang pertama, pada bagian paling timur terdapat lukisan gajah 3 dimensi. Lukisan gajah itu tentu dibuat seolah-olah keluar dari dinding. Lalu, terdapat pula lukisan burung yang terbang di dekat jendela. Sementara pada bagian lantai di sebelah selatan tembok terdapat lukisan panorama dalam laut, yang lengkap dengan berbagai ikan, terumbu karang dan lumba-lumba. Tema angkasa raya juga diangkat, dengan melukis galaksi Bima Sakti dengan planet lengkap, berikut matahari dan bintang-bintang.


sumber:surakarta.go.id

Tidak hanya itu, di taman ini juga terdapat patung robot dan patung dinosaurus yang bukan hanya membuat suasana jadi seru, tetapi juga menjadi media pengetahuan bagi anak-anak. Selain itu, di tempat ini juga dibuat air mancur menari, yang pastinya akan melengkapi suasana, menjadi tambah semarak.

Taman Cerdas Jebres memang selalu ramai oleh pengunjung. Biasanya, anak-anak sangat senang dengan wahana yang penuh warna, dengan berbagai gambar 3 dimensi. Sementara, orang dewasa kebanyakan lebih suka memanfaatkan Wi-fi sambil menikmati suasana. Tempat ini memang menyediakan jaringan internet yang bisa kamu gunakan ketika berkunjung ke tempat ini.

Tetapi jangan salah. Banyak juga mahasiswa yang datang, baik untuk mengerjakan tugas di perpustakaan, ataupun bersantai. Mungkin karena lokasinya yang tidak jauh dari UNS, dan masuknya juga gratis jadi tidak memberatkan kantong.

Lokasi Taman Cerdas Jebres


Untuk kamu yang ingin berkunjung, Taman Cerdas Jebres berada di Jl. Ki Hajar Dewantara, Jebres. Taman ini terletak di sebelah utara Universitas Negeri Solo dan berada sekitar 300 meter di belakang Technopark. Banyak moda transportasi yang bisa kamu gunakan, seperti ojek, taksi atau becak yang banyak tersedia.

Bagaimana mengenai tiket masuk? Ternyata, untuk masuk ke tempat wisata di Solo yang terbilang mewah ini tidak memerlukan tiket alias gratis, lho! Kamu hanya perlu membayar parkir, sekiranya kamu datang menggunakan kendaraan pribadi.

Wuih, boleh banget nih buat kamu yang mudik ke Solo mengunjungi taman ini, bisa tamasya sambil belajar!

Tips Memilih Smartphone untuk Pelajar Zaman Now

Minggu, 17 Desember 2017

Halo, sudah lama ya ga ngobrolin tentang dunia pelajar?  Nah, kali ini saya mau ngasih tips buat pelajar zaman now dan tentunya para orangtua, smartphone apa sih yang cocok buat pelajar zaman now?

Sesuaikan dengan Usia Kamu

Yup, kalau mau beli smartphone, pilihlah yang sesuai usia kamu. Misalnya nih kamu masih duduk di sekolah dasar atau SMP, rasanya kamu ga perlu merengek dengan orangtua kamu agar membelikan Samsung Galaxy 8. Soalnya selain harganya  tinggi, spesifikasinya banyak tidak bisa dimanfaatkan oleh kamu. Nanti deh kalau sudah bisa beli sendiri baru pilih smartphone tipe ini. Apalagi buat anak TK, atau SD rasanya juga belum tepat jika punya smartphone sendiri, betul ga?

Sesuaikan dengan Kebutuhanmu

Hal yang perlu dipertimbangkan lagi yaitu, kamu harus tahu kebutuhanmu sehingga harus memilih smartphone tipe tertentu apa? Jika hanya diniatkan untuk menelpon orangtua untuk minta jemput sebaiknya tidak perlu membeli smartphone. Bisa beli tipe symbian saja atau sering dibilang 'handphone senter' toh tujuannya hanya untuk berkomunikasi kan?

Lain halnya jika untuk pelajar yang sudah berada di usia SMP atau SMA mungkin lebih membutuhkan smartphone karena alasannya buat browsing mencari tugas sekolah tentu perlu dipertimbangkan ya? Nah, kebutuhan untuk smartphone para pelajar zaman now ini juga perlu kita spesifikasikan lagi agar ga asal beli. Yuk, kita simak tips selanjutnya.

Pertimbangkan Juga Hal-hal Berikut Saat Memilih Smartphone

  • Setelah tahu tujuan membeli smartphone hanya untuk browsing, artinya tidak perlu membeli smartphone dengan kapasitas memori yang terlalu besar. Mengapa? Nanti tujuan memiliki smartphonenya bisa berubah, dari sekadar browsing cari tugas sekolah akhirnya malah melipir mengunduh berbagai aplikasi yang merupakan distraction alias penganggu jam belajar. Misalnya saja, game, media sosial, video dengan konten negatif, dan sebagainya yang bisa bikin kamu addict.

  • Selanjutnya, pertimbangkan juga membeli smartphone dari vendor ternama seperti Samsung. Sebab, jika smartphonemu rusak maka lebih mudah untuk mengurus garansinya, memperbaiki dan mencari suku cadang karena banyaknya service center yang tersebar di berbagai kota. 
Nah, itu dia tadi Tips Memilih Smartphone untuk Pelajar Zaman Now. Setelah membeli jangan lupa mencegah akses ke konten ga penting ya? Kamu bisa baca artikelnya mengenai Cara Melindungi Aplikasi Playstore dan Youtube dari konten tidak BAIK!

Cara Melindungi Aplikasi YouTube dari Konten Negatif di Smartphone Anda

Sabtu, 09 Desember 2017
Halo, berjumpa lagi dengan saya. Masih dalam rangkaian workshop internet BAIK, setelah sebelumnya saya share postingan tentang cara melindungi aplikasi Play Store dari konten negatif, kali ini giliran saya berikan tutorial agar aplikasi YouTube di smartphone aman buat anak di bawah umur.

Yes, udah paham banget kan gimana dampak negatif menonton video porno dari internet ini seperti mewabah? Selagi bisa dicegah sejak dini, mengapa tidak? Paling enggak kita sudah berupaya dengan melindungi keluarga kita sendiri dari dampak penggunaan gadget dan internet.

Cara Melindungi Aplikasi YouTube dari Konten Negatif

Caranya gampang banget, ikutin aja step by step di bawah ini,
  • Buka atau log in ke akun YouTube anda
  • Kemudian klik tanda 3 titik yang berada di bagian sudut atas sebelah kanan

  • Pilih setelan/setting
  • Selanjutnya pilih menu mode terbatas
  • Aktifkan menu mode terbatas tersebut

  • Aplikasi YouTube anda sudah terlindungi dari konten negatif
Perlu diingat, meskipun anda telah melindungi aplikasi seperti Play Store dan YouTube di smartphone dari konten negatif, bukan berarti anda membiarkan anak berlama-lama menggunakan smartphone. Sebab anak anda juga perlu aktivitas lainnya bersama anda dan tentunya sebagai orangtua anda tidak ingin bukan jika sang anak lebih 'lengket' dengan smartphone ketimbang anda sebagai ayah atau ibunya?

Ayo, bijak berinternet. Gunakan internet dengan BAIK: Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif. Sampai jumpa di postingan berikutnya!

Cara Melindungi Aplikasi Play Store dari Konten Negatif di Smartphone Anda

Masih ingat cerita saya tentang seminar internet BAIK?

Janjinya saya bakal lanjutin hari kedua ya tentang workshopnya? Karena materinya banyak, bakalan saya pilah aja dulu mana yang harus disampaikan duluan. Nah, menurut saya turorial atau cara melindungi Aplikasi Play Store dari konten negatif ini penting banget di-share duluan. Agar anak kita terlindungi dari konten negatif seperti aplikasi atau game yang tidak sesuai untuk usianya.


Wah, emang perlu ya aplikasi Play Store di android dikasih filter? Penting banget, kak. Soalnya di Play Store kan tak semua game, film, buku, atau aplikasi cocok untuk anak-anak. Coba perhatikan, deh saat akan mengunduh (download) game ada keterangan usia seperti 3+, 7+, 12+, 16+,  dan 18+ . Artinya, sebagai orangtua kita harus menyesuaikan game atau aplikasi sesuai dengan usia anak ya jangan sampai anak usia 7+ udah main mobile legend karena jelas di sana keterangannya 12+. Sebab ada adegan yang tak patut dilihat anak usia di bawah 12 tahun. 

Nah, berikut cara memfilter aplikasi di Play Store, khususnya game agar sesuai usia anak.
Yuk, langsung ikuti caranya!

Cara Melindungi Aplikasi Play Store dari Konten Negatif


  • Buka aplikasi Play Store di android kamu
  • Klik tanda garis 3 yang berada di sudut kiri atas

  • Kemudian pilih setting atau setelan


  • Pilih menu Kontrol pengguna --> Kontrol orang tua

  • Aktifkan dan buat PIN konten

  • Masukkan PIN atau nomor sandi yang mudah anda ingat, kemudian konfirmasi kembali PIN anda

  • Pilih menu Aplikasi & Game
  • Tentukan batasan maksimum sesuai usia anak. Misalnya, untuk anak saya yang berusia 4 tahun saya memilih batasan usia 3+. Artinya ketika ia ingin mengunduh aplikasi atau game maka yang muncul hanya game dengan kategori batasan maksimum 3+ saja.

  • Setelah itu, klik Simpan.
  • Aplikasi Play Store sekarang sudah aman untuk diakses oleh si kecil
Mudah sekali bukan caranya? Ayo, lindungi si kecil dari tontonan dan aplikasi yang tidak sesuai usianya demi mendukung gerakan #internetBAIK untuk Indonesia 😊 

Hari 1: Seminar Internet BAIK di Santika Hotel Bengkulu

Kamis, 07 Desember 2017

#internetBAIK? Bertanggung jawab, aman, inspiratif, kreatif!

Wah, akhirnya tim internet BAIK sampai juga di Bengkulu. Sebuah kesempatan baik untuk upgrade ilmu. Saat mendaftar via link di Facebook dan komunitas Blogger Bengkulu, ga terlalu merhatiin sih tanggal kegiatannya. Taunya malah barengan ama karnaval batik Besurek Bengkulu. Alhasil, saya sempat galau meskipun akhirnya memilih ikut seminar dan workshop internet BAIK saja. Soalnya kesempatan ini datangnya ga setiap tahun. Acaranya berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 5-6 Desember 2017 bertempat di Santika Hotel Bengkulu. 

Hari 1: Seminar Internet BAIK

Ada sekitar 250 orang yang menghadiri seminar ini. Mereka datang dari berbagai latar belakang pekerjaan, mulai dari guru, mahasiswa, komunitas, serta orang tua. Semua tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 s.d 13.00 WIB ini. 

Seminar ini mengajak para peserta untuk saling bekerjasama mengkampanyekan gerakan internet BAIK. Seperti yang telah kita ketahui bahwa gadget dan internet seperti dua sejoli yang lagi kasmaran. Kalau salah satu ga ada rasanya kok ada yang kurang deh. Biasa dong kita lihat fenomena di sekitar, emak-emak yang sibuk WhatsAppan, remaja yang sibuk selfie atau senyum-senyum sendiri, anak balita yang nonton YouTube di tablet, para bujangan yang seru banget kalau lagi main ML ( mobile legend) sampai ngata-ngatain dan lain sebagainya. Itu tak seberapa, masih banyak terjadi kasus yang lebih bikin kita miris karena dampak negatif dari gadget dan internet ini. 

Oleh karenanya, tim internet BAIK yang terdiri dari Yayasan Kita dan Buah Hati, KAKATU School, serta ICW Watch dan Telkomsel ini merasa perlu melakukan road show internet BAIK ke berbagai kota di Indonesia agar semua warga Indonesia bisa bertanggungjawab terhadap apa yang mereka posting di media sosial dan website lainnya, memastikan bahwa gadget dan internet aman dilihat atau ditonton oleh anak dan remaja, mampu menginspirasi orang banyak melalui apa yang dibagikan di internet serta bisa membuat konten kreatif yang bermanfaat, menghibur bahkan menghasilkan pendapatan dari hal-hal baik yang mereka kerjakan menggunakan internet.
Mulia sekali ya tujuannya? Nah, kesemua tujuan atau harapan itu tidak bisa terwujud jika tidak ada dukungan dari berbagai pihak. Siapa saja?

1. Orangtua


Yes, orangtua sebagai lingkungan pertama adalah ujung tombak dalam pola asuh anak. Banyak alasan orangtua akhirnya memberikan gadget di usia dini agar anak mereka bersikap tenang, tidak main di luar rumah, atau sekadar ikut trend. Fenomena di Indonesia yang sering terjadi adalah orangtua bahkan mengenalkan gadget dan internet pada anaknya bahkan saat anaknya masih dalam kandungan. Misalnya saja, meng-upload foto hasil USG di medsos, membuatkan akun Instagram anak sejak bayi, membiarkan anak balita menonton YouTube berjam-jam, tak mengawasi postingan anak-anak mereka yang beranjak remaja, dan sebagainya.

That's why anak-anak kita lebih nempel pada gadget dan internet ketimbang dengan orangtuanya karena kita sebagai orangtua tanpa sengaja membiasakan mereka lebih senang berinteraksi dengan internet daripada orang-orang di sekitarnya. Jadi apa yang harus kita lakukan sebagai orangtua?
  • Bangun komunikasi dan kelekatan pada anak. Jangan biarkan anak-anak kita lebih dekat dengan gadget ketimbang orangtuanya. Ajak mereka berkomunikasi, bercerita setiap hari tentang apa yang mereka rasakan dan lakukan pada hari itu, pujilah anak jika melakukan hal baik, sebisa mungkin hindari membentak atau marah pada mereka. Jika anak sudah merasa nyaman dengan orangtuanya, maka mereka tidak akan mencari jalan keluar lainnya dari masalah-masalah yang mereka hadapi.
  • Trust. Bila hal di atas berjalan dengan baik, maka akan timbul rasa percaya di antara orangtua dan anak bahwa orangtuanya akan selalu menyayangi dan mendukung anaknya melakukan sesuatu yang baik, bisa menyelesaikan masalah dan mencari jalan keluarnya secara bersama-sama.
  • Edukasi. Sehingga, jika anak sudah mempercayai orangtuanya maka akan lebih mudah bagi orangtua untuk mengedukasi anak apa saja hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berselancar di dunia maya. 
  • Kontrol. Maka tugas orangtua selanjutnya adalah mengontrol apa saja yang dilakukan anak saat bermain gadget dan internet. 

2. Masyarakat


Masyarakat termasuk tetangga dekat, kakek nenek dan semua orang yang berinteraksi dengan lingkungan anak juga harus bekerjasama mendukung kampanye internet BAIK ini. Misalnya saja, tidak membolehkan anak berseragam sekolah atau usia sekolah untuk nongkrong di warnet saat jam sekolah berlangsung. Mengadakan kegiatan bermanfaat seperti karang taruna, gotong royong, lomba, ataupun kegiatan lainnya yang melibatkan anak , remaja, dan orangtua. Sehingga, anak-anak tidak selalu fokus pada internet dan gadgetnya.

3. Sekolah


Selanjutnya, bagaimana peran sekolah? "Membuat lingkungan sekolah ( siswa) yang BAIK dalam menggunakan internet". Oleh karenanya, pihak sekolah baik guru ataupun manajemen sekolah harus melakukan hal-hal berikut ini:
  • Up to date. Yup, guru dianjurkan up to date dengan apa yang sedang menjadi trend di kalangan siswa. Misalnya saja beberapa waktu lalu, tren Blue Whale Challenge booming di media sosial. Challenge ini menantang para remaja untuk melakukan beberapa hal mulai dari yang biasa sampai berbahaya yang berujung bunuh diri. Tren lainnya fenomena ADM (artis dunia maya) yang mirip sebuah komunitas anak-anak di mana para remaja ini memposting foto atau tulisan vulgar di akun medsos mereka.
  • Edukasi siswa dan ortu. Tentu saja, banyak sekali kasus terkait gadget dan internet ini yang diketahui oleh pihak sekolah. Misalnya saja kasus  menonton video porno bersama teman-temannya di sekolah saat jam istirahat. Oleh karenanya, pihak sekolah bisa mengundang orangtua ataupun siswa yang bermasalah untuk diberikan edukasi mengenai internet BAIK ini.
  • Membuat kebijakan. Selanjutnya sekolah juga bisa membuat kebijakan, misalnya tidak membolehkan siswa membawa gadget yang bisa mengakses internet ke sekolah atau mengumpulkan semua gadget saat jam pelajaran berlangsung kemudian mengembalikan pada siswa saat sekolah usai. Serta kebijakan lainnya yang bisa mendukung internet BAIK ini terlaksana.
  • Kontrol dan evaluasi. Terakhir, pihak sekolah harus tetap mengontrol dan mengevaluasi perkembangan penggunaan gadget dan internet siswa saat di sekolah. Saat ini bahkan ada aplikasi yang bisa digunakan untuk mengontrol penggunaan internet di sekolah. Aplikasi ini bernama KAKATU School. Aplikasi di smartphone yang membantu sekolah dalam menghadapi permasalahan pornografi dan kecanduan gadget pada siswa ini penting banget di install di semua gadget siswa. Sayangnya, hanya sekolah tertentu saja berkesempatan mendapatkan fasilitas KAKATU ini. Di kota Bengkulu saja hanya ada 6 sekolah, yakni SDN 1, SDIT IQRA 1, SMPIT IQRA, SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 4. Semoga nantinya seluruh sekolah bisa memanfaatkan fasilitas ini deh.
Wah, sudahah panjang aja tulisannya. 😁
Di hari kedua ada 3 workshop yang akan diadakan di acara internet BAIK ini. Jadi dari 250 orang yang menghadiri seminar ini akan disaring lagi menjadi 75 orang terpilih yang berhak mengikuti salah satu dari 3 kelas berikut ini:
1. Student education Class
2. Blogging
3. Blogging
Kita bisa pilih mau masuk kelas mana yang diminati. Saat registrasi hari pertama, kita udah diminta memilih kok mau masuk kelas yang mana. Oleh karena saya niatnya datang ke seminar ini emang mau dapat ilmu edukasi siswa biar bisa disharing lagi ke rekan kerja, ortu dan siswa maka saya memilih kelas yang pertama: Student Education Class. Mupeng juga sih sebenernya mau ke kelas Blogger dan Vlogger tapi karena harus memilih ya pilih sesuai tujuan awal tadi. Alhamdulillah ilmunya bermanfaat sekali. Untuk workshop hari kedua akan saya ceritakan di postingan berikutnya ya. 😉

Auto Post Signature

Auto Post  Signature